
Kalah itu hari sudah mulai pagi, Prastyo di kagetkan dengan kedatangannya Linda dan Papapnya.
"Tumben Om dan Linda pagi-pagi sekali sudah ke sini,ada apa ya om?"Tanya Prastyo agak kaku karena masih terlalu pagi sudah bertamu
"Om tidak mau basa-basi lagi,sekarang om mau tanya kapan kamu mau nikahi anak om?"
"Secepatnya om,tapi saya harus mengahdap komandan saya dulu"
"Masalah itu Om sudah bicarakan dengan Komandanmu,jadi tolong segera di ajukan"Imbuhnya Geram
"Baiklah om,saya akan segera mengajukannya"
Mendengar tekanan dari Papanya Linda, Prastyo merasa sangat risih,namun Dia juga tidak mau tertekan terus menerus.Akhirnya Prastyo memustuskan untuk menghadap komandan nanti siang.Selesai berbicara dengan Prastyo,Ayah dan Anak itu langsung Berpamitan pulang.
"Hati-hati di jalan Om dan Linda"ucap Prastyo sembari mengantarkan keduanya di mobil.
"Ok, terimakasih dan jangan lupa percepat prosesnya"
Linda dan Papanya segera naik ke mobil dan meninggal perumahan milik Prastyo.
Diapun masuk kembali kedalam rumahnya dan bersiap untuk pergi ke kantor.
"Apakah aku harus secepat ini mengambil keputusan,?semoga saja aku tidak salah Tuhan dalam memilih jalan ini"batinnya Prastyo
Lima belas menit berlalu Prastyo berniat untuk langsung menuju kantornya,namun dalam waktu yang bersamaan,tiba-tiba ponselnya berdering dan sesegera mungkin Prastyo menjawab panggilan itu . Setelah selesai berbicara di telepon, Prastyo langsung ke kantornya.
***
Di Kantor Prastyo
Saat Prastyo sampai di area parkiran , tidak sengaha Dia bertemu dengan Papanya Linda yang baru saja keluar dari kantornya Prastyo,
"Halo om?"Sapa Prastyo
"halo juga"jawab Papanya Linda
__ADS_1
"ada apa om kemari?"
"Saya hanya mau memastikan kalau kamu akan menepati janjimu"ucap Papanya Linda tegas.
"iya om,kalau begitu saya masuk dulu ke dalam om,mari!"Prastyo pun meninggalkan Papanya Linda dan masuk ke dalam
Sampai di dalam ruangan Prastyo segera menghadap ke komandannya dan mengutarakan Maksud serta tujuannya,tidak memakan waktu lama komandan pun menyetujuinya.Satu jam sudah berlalu setelah selesai menghadap komandan, Prastyo meninggalkan ruangan itu dan kembali ke ruangannya.Di dalam Ruangan Prastyo menemui letingnya dan mengajaknya ke Kantin untuk makan,mereka berdua segera menuju kantin dan makan bersama.Sambil menikmati makanannya, Prastyo pun mulai angkat bicara dan mencurahkan semua uneg-uneg dan keluh kesahnya kepada temannya itu, mendengar keluhan Prastyo temannya merasa iba,namun apa dayanya hanya bisa memberika solusi dan masukan saja.
"Kalau kamu hanya karena keadaan yang memaksamu,kamu nantinya yang bakal susah dan tersiksa sendiri"ujar temannya ke Prastyo
"mau bagaimana lagi leting,saya sudah tidak punya pilihan lain lagi,apalagi Papanya Linda sangat berpengaruh dan mengenal banyak atasan kita" keluhnya
"jalani saja Leting,semoga ini keputusan terbaik"
"iya ,makasih ya" ucapnya sambil melanjutkan makan Siangnya.
Setelah makan dan berbicara sekitaran satu jam,keduanya memutuskan kembali ke ruangan untuk melanjutkan pekerjaan masing-masing.Namun Wajah Prastyo terlihat sangat murung,kemungkinan karena masalah dan beban yang sedang Dia hadapi.
"Seandainya Ibu sama bapak masih ada,mungkin aku tidak akan sesedih ini, keadaan ini memaksaku untuk menikahi wanita yang tidak ku cintai,tapi apalah dayaku ya Tuhan" Batinnya Prastyo.
***
Ting...
Tong...
Bel pintu berbunyi pertanda ada seseorang yang datang,Mamanya Aulia segera membukakan Pintu apartment itu.
"Eh...ada Nak Angga"
"Selamat siang tante"
"selamat siang juga Nak Angga,ayo masuk"
Angga pun melangka masuk ke dalam apartment dan di persilakan duduk oleh mamanya Aulia.Setelah sudah duduk mamanya Aulia segera menemui Aulia dan mengajaknya ke ruang tamu karena Angga sudah menunggunya.Tidak lama kemudian,Aulia muncul namun masih menggunakan kursi roda karena kondisi kakinya yang baru selesai di operasi.Mereka saling bertegur sapa,sedangkan mamanya ke dapur untuk membuatkan secangkir teh buat Angga.
__ADS_1
"Nak Angga ini tehnya di minum dulu,Tante mau ke dapur lagi soalnya lagi menyiapkan makan siang"
"Tante tidak usah repot-repot"
"Tidak Apa nak"
"terimakasih tante"sambil menikmati secangkir teh hangat buatan Mamanya Aulia.
Angga dan Aulia pun saling berbincang,sedangkan mamanya Aulia kembali ke dapur untuk melanjutkan kegiatan masak memasaknya.
"Bagaimana kaki dan kepala kamu Aulia?"
"sudah lumayan Angga,cuma aku belum kuat saja untuk bertumpuh,makanya masih pakai kursi roda"
Tidak lama setelah mereka berbicara,Mamanya kembali menghampiri mereka dengan niat untuk memanggil mereka makan siang.Hidangan pu. telah tertata rapi di atas meja bundar itu,dan ketiganya mulai menikmati sajian yang ada.
"Makan yang banyak ya Nak Angga"ucap Mamanya Aulia
"iya Tante sekali lagi terimakasih banyak"
Aulia yang sedari tadi menikmati makanannya,tiba-tiba merasa sakit perut dan ingin muntah.Aulia pun meminta Mamanya untuk mengantarnya ke kamar mandi,setelah sampai di kamar mandi Aulia langsung memuntahkan semua makanan yang telah dia makan barusan.Melihat kondisi anaknya ,Mamanya Aulia merasa khawatir dan meminta Angga untuk mengantarkan mereka ke klinik.Angga pun menyudahi makan siangnya dan segera mendorong kursi roda milik Aulia ke arah basement.Selang setengah jam,mereka pun tiba di klinik dokter Tiara yang sudah jadi langganannya Aulia.Dokter pun seger memeriksa kondisi Aulia dan setelah memeriksanya Dokterpun berkata
"Ini pengaruh kepalanya Aulia yang terbentur sangat kuat,akhirnya membuat Aulia sering muntah"
"Terus dokter,cara mengatasinya bagaimana?"tanya mamanya
"nanti saya berikan resep dan tolong untuk Aulia jangan terlalu banyak bergerak dulu"
"baik dokter, terimakasih banyak"
Setelah menerima resep obat yang di berikan dokter Tiara,mereka pun berpamitan untuk kembali ke rumah.Anggapun mengantarkan Aulia dan mamanya kembali ke Apartemen.Selama di perjalanan,tiba -tiba Angga mendapatkan telepon dari komandannya .
"habis antar tante sama Aulia,Angga mau langsung balik ya " serunya
"oh iya Nak, terimakasih dan sekali lagi terimakasih "
__ADS_1
Sampailah mereka di parkiran,dan Angga juga masih menyempatkan diri untuk mendorong kursi rodanya Aulia.Setelah mengantarkan Aulia ke dalam,Angga langsung berlari kembali ke mobilnya.Angga pun mulai melajukan mobilnya menuju kantor.Dalam perjalanan ke Kantor,Angga tak sengaja melihat Linda dengan seseorang sambil duduk di samping Restoran. Angga Karena harus mendadak kembali ke kantor,hanya bisa membiarkan Linda kali ini.Namun di dalam hatinya
"Sekarang mungkin kamu bisa lolos Linda,namun suatu saat akan aku buktikkan kalau kamu dalang dari semua yang terjadi selama ini.Lihat saja!" sambil melajukan mobilnya menuju kantor.Sesampainya di kantor Angga langsung menemui komandannya dengan nafas yang terengah-engah.