
Reunian telah selesai,Reypun segera menghampiri Nara dan Aulia untuk berpamitan.Setelah kepergian Rey,mereka juga ikut pulang ke kediaman masing-masing.
Aulia bersama Angga,Sedangkan Nara di mobil bersama Tri tunangannya begitupun Rois dan Sari istrinya bersama Satria.
Setelah sampai di apartemen Nara segera mengajak Rois ke kamarnya dan meninggalkan Aulia bersama Angga karena masih berbincang-bincang di ruang tamu.
"kita duluan ya"ucap Nara
"ia Nar"
Nara dan Tripun segera ke kamar Nara dan langsung mengunci pintu.Sedangkan Aulia bersama Angga masih setia dengan obrolan mereka.
"Bagaimana Pekerjaan kamu Aulia?"
__ADS_1
"ya begitulah,namanya juga baru hari pertama"
Anggapan merasa sangat kehausan karena Anggur yang diminumnya tadi,Diapun segera meminta Aulia untuk mengambilkan Air es yang ada di kulkas.Setelah meminum air es Anggapun kembali segar dan melanjutkan obrolan mereka.Namun sesuatu hal yang sangat membuat Aulia gugup pun terjadi,ketika Aulia mau berdiri mengambil minumannya,kakinya tersandung di karpet dan membuatnya terjatuh tepat di pelukan Angga,sejenak tatapan mata mereka bertemu dan saling adu pandangan.Detak jantung Auliapun semakin kencang begitu juga dengan Angga.Semakin Aulia ingin melepaskan diri dari pelukan Angga,semakin juga Angga merangkulnya.Sehingga bibir merekapun bersentuhan dan Angga memberikan sebuah kecupan di bibir Aulia yang kini pipihnya tengah memerah karena kecupan manisnya Angga.Angga pun tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu,Dia segera memagut kembali bibir tipis milik Aulia dan memainkan silat lidahnya,Aulia yang menerima pagutan itupun hanya bisa memejamkan matanya.Setelah berkelana dengan pagutan itu Anggapun mulai merangkul pinggang Aulia semakin kencang,Ada rasa ingin menolak namun Aulia merasakan hal pertama yang begitu indah dan membuat semua bulu kuduknya berdiri,oleh karena itu Aulia terlihat pasrah dengan persilatan Lidah itu.Pagutan itu pun berlangsung sangat lama sampai membuat Angga merasakan hal yang telah lama Dia pendam.
"aduh janganlah kau bangun bayi kecil"batin Angga
Namun Angga terus memainkan pagutannya semakin dalam,sampai Dia tak melewatkan setiap centi bibir Aulia.Anggapun mulai menyelami bagian leher dan telinga Aulia,sehingga membuat Aulia mendesah karena ransangan yang Angga berikan di area sensitif itu.Mereka berdua sangat menikmatinya,sehingga ketika Angga akan berselancar ke dalam dua gelombang yang di dalam baju itu,Aulia pun pasrah dan membiarkan Angga membuka kancing bajunya.Angga yang melihat Dua gundukan yang sangat besar dan berwarna pink itu segera melahap dan memainkan lidahnya di atas gundukan itu,Aulia yang merasakan kenikmatan awal itu pun segera memegang kepalanya Angga karena lututnya sangat gemetar dengan ransangan Angga pada gundukannya.Semakin lama semakin Angga merasa ingin mengeluarkan hasratnya itu,Namun Pikirannya itu tertahan karena Aulia segera menyudahi kegiatan mereka.
"Ia Dek,tidak apa-apa"Angga merasa tindakannya sudah berlebihan,Diapun meminta maaf ke Aulia dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi
Anggapun langsung berpamitan untuk pulang,sedangkan Aulia segera masuk ke kamarnya selepas mengantar Angga ke parkiran.
***
__ADS_1
Di Tempat Angga
Setelah sampai Di mess Angga pun segera masuk ke dalam kamarnya.
"belum tidur kau Sat?"
"belum Angga,Tumben pulang sendiri?mana Tri?"
"biasalah masih sama tunangannya"jawab Angga
Anggapun segera ke tempat tidur dan berbaring.Namun Dia masih memikirkan kejadian barusan yang Dia dan Aulia rasakan.Hasrat yang Angga pendam selama ini hampir saja akan terpenuhi,namun Dia masih bisa mengontrol.
"untung saja tadi aku masih bisa kontrol"Gumamnya dalam hati.
__ADS_1