
Sang surya pun kini telah bersinar,Di pagi yang cerah itu Aulia sedang bersiap-siap untuk ke kantor pengadilan.Selesai menyiapkan tas dan berkas-berkas,Aulia menuju meja makan untuk sarapan bersama kedua orang tuanya.Saat sedang sarapan Papanya Aulia memberikan sebuah kunci mobil untuk Aulia.
"Mulai sekarang kamu pakai mobil yang ada di parkiran ya nak"ujar papanya
mendengar perkataan Papanya Aulia tercengang karena dia tak menyangkah kalau papanya bakalan kasih mobil ke dia.
"betulkah pa?"
"iya Nak,kemarin papa menang tender sama Perusahaan Adinandra Group dan proyek itu pun telah selesai dengan baik,makanya Pak Adinandra memberikan hadiahnya ke papa yakni satu unit mobil"jelas papanya Aulia
"makasih banyak pa"
"dan satu hal lagi,Pak Adinandra ingin papa menetap disini ,beliau juga telah menyiapkan sebuah rumah untuk kita"
"wowwwwww...benarkah pa?"ucap istrinya
"iya ma"jawab Papanya Aulia ke Istrinya
Mereka pun selesai dengan sarapan pagi itu,Aulia segera mengambil kunci mobil yang de berikan Papanya itu dan segera turun ke Basement untuk mengendarai mobil baru tersebut pergi ke kantornya.
Di ruang makan itu Papanya Aulia masih lanjut berceritra dengan istrinya,karena istrinya masih meminta penjelasan soal tawaran dari Pak Adinandra,Suaminya pun menjelaskan Rencana yang akan di lakukan Pak Adinandra kedepan.Mendengar penjelasan tersebut istrinya pun mengerti bahwa yang mana Suaminya itu sudah mengetahui siapa yang menabrak anaknya,namun Dia masih mencari bukti yang paling akurat yakni rekaman CCTV yang telah di sabotase oleh orang-orang Linda.
"Jadi kapan kita akan kembali ke desa untuk memersiakan barang-barang kita Pa?"tanya istrinya
"besok kita kembali,asalkan Aulia sudah sehat kondisinya.Pak Adinandra telah membooking tiket Pulang pergi untuk kita"jelasnya
"baiklah pa,nanti kita bicarakan lagi dengan Aulia sebentar malam"
__ADS_1
Setelah selesai berbicara, Papanya Aulia berpamitan untuk ke Kantor Papinya Nara karena ada hal penting yang akan mereka bicarakan.Istrinya pun mengantar suaminya itu ke pintu keluar apartemen.
***
Di kantor Aulia
Kepala pengadilan mengundang para pengacara untuk bertemu di ruangannya,sebab ada hal yang harus mereka bahas.Aulia segera menaruh tasnya di atas meja dan langsung bergegas menuju ruangan Bosnya itu.Setelah semuanya berada dalam ruangan,Bos pun segera mengatakan pokok bahasan yang akan mereka bahas saat itu.Aulia yang masih junior di dalam ruangan itu masih merasa canggung dengan senior-seniornya yang sudah banyak kali memenangkan kasus,sedangkan dirinya baru Pertama kalinya untuk menangani kasus.Terdengar suara salah satu dari antara para senior
"Hei kami anak baru,kamu yakin akan melawanku dalam perkara nanti?"sambil mengejek Aulia
"Saya tetap pada prosedurnya "jawabnya lembut
"hahaha ,banyak berdoa saja kamu.Karena selama inj saya yang selalu memenangkan kasus apapun"kata seniornya
Aulia yang tidak mau beradu dengan seniornya pun segera memohon ijin dari ketua pengadilan untuk undur diri kembali ke ruangannya.Setelah diijinkan, Aulia pun meninggalkan ruangan bosnya dan langsung menuju ruangannya.Dalam perjalanan ke ruangan,Aulia berkata dalam hati
"Kak Seno sangat sombong sekali ya,mentang-mentang dia pengacara terkenal dan selalu mendapatkan klien yang banyak uang,dia memandang rendah orang yang di bawahnya"
"Jangan Lupa datang ya, akhirnya aku pemenangnya"ejeknya sembari berjalan meninggalkan Aulia setelah Aulia menerima kartu undangan tersebut.
Setelah Linda pergi Aulia langsung kembali ke Ruangannya tanpa memperdulikan kartu undangan itu dan mulai dengan pekerjaannya.
***
Di Kantor Nara Group
Tampak Papinya Nara dan Papanya Aulia sedang membicarakan hal sangat penting.
__ADS_1
"Mas,kira-kira bagaimana dengan rencana Mas nanti?"tanya Papanya Aulia
"Setelah buktinya terkumpul,kita balas Anak dan Ayahnya itu dengan strategi kita sendiri.Lagian Aku juga sudah tahu siapa yang membuat Kakakku bangkrut .Jadi mereka akan merasakan Pembalasan yang lebih kejam dari apa yang mereka buat untuk keluargaku dan keluargamu"ucap Papinya Nara sangat marah
"iya mas,aku juga besok akan kembali ke desa dulu dengan mamanya Aulia"
"Lah kok bisa secepatnya begitu,memangnya kenapa?Apakah tawaran dari Adinandra sudah kamu terima?"
"iya mas"
Papanya Aulia pun menceritakan semuanya ke saudara angkatnya itu semua yang telah di berika Adinandra untuknya.Mendengar hal yang di ucapkan Papanya Aulia, Papinya Nara merasa sangat senang karena sahabatnya itu akan menetap di kota bersamanya.
"terus Perusahaan dan pabrikmi bagaimana bila kamu akan menetap di kota ini?"
"Aku akan menyuruh Iparku untuk memeganngya juga mas"
"ok baiklah,semakin banyak usahamu semakin banyak rejekimu.Ayo kita pergi makan siang "ajak Papinya Nara
Kedua Pria paru baya itu segera meninggalkan ruangannya dan menuju ke restoran untuk makan siang.Kebetulan Restoran itu hanya ada di seberang jalan Nara group,jadi keduanya memilih berjalan kaki .Ketika sampai,keduanya di sambut oleh manager resto itu dan di persilakan untuk menempati tempat seperti biasanya.Setelah duduk,Sajian pembuka pun langsung di sajikan oleh pelayan sambil menunggu makanan selanjutnya.Saat Kedua pria paru baya itu menikmati sajian yang ada,tiba-tiba di kagetkan dengan kedatangan Pak Adinandra dan beberapa pengawalnya.Mata keduanya pun tertuju ke Adinandra,Sang manager pun menyambut kedatangan Adinandra ,namun Adinandra langsung berjalan tanpa memperdulikan manager itu.Dia pun berjalan menuju tempatnya Bos Nara Group dan Papanya Aulia.
"Apa kabar Kakak Angkat?"
Mendapat sapahan dari Bos Adinandra Group, Papinya Nara dan Papanya Aulia segera berdiri dan berjabat tangan dengannya
"Kabar Kami baik,mari silakan duduk"ucap Papinya Nara
Ketiga Pria itupun langsung menempati kursinya masing-masing dan berbincang-bicang sambil menunggu hidangan yang akan di siapakan oleh pelayan.Para pengawal Adinandra pun menjaga tempat itu,Tak lama kemudian saat makanan mereka tersajikan merekapun mulai mencicipinya.Saat sedang menikmati makan siang itu, Adinandra pun mengatakan maksud dan niatnya untuk bekerja sama denga Nara group.Karena akan ada rapat pemegang saham minggu depan dan ternyata yang memegang saham terbanyak dialah yang berhak menduduki Kursi CEO.Sedangkan disini Papanya Linda yang menjadi saingan mereka, mendengar Niat Adinandra Paoinya Nara setuju dan mereka pun segera merencanakan sesuatu untuk membuat jerah Papanya Linda
__ADS_1
"Pokoknya Aku akan balas perbuatannya Kak"ucap Adinandra
"Iya,mereka sudah menyabotase semua anak Perusahaan kecil di kota ini dan kota yang lain,lantas mereka juga sudah melakukan banyak transaksi kejahatan"jelas Papinya Nara