
Hari sudah mau gelap David pun meninggalkan Kediaman Kakek Agung bersama dengan para pengawalnya. Setelah David pergi, Aulia segera mendekat dengan Kakek dan Neneknya untuk meminta ijin kembali ke Rumahnya di kota. Sang Kakek yang sudah tahu cerita dan kisah tentang Aulia dan Keluarganya pun langsung mengijinkannya, namun Sofi merasa tidak tenang dengan keputusan Ayahnya itu.
Sofi segera beranjak dari ruangan itu dan langsung ke kamarnya untuk menghubungi Anaknya Erlangga .
tut...
tut...
tut...
Panggilan yang di lakukan Sofi kini terhubung dengan Erlangga
"Ada apa Ma? "
Sofi segera menceritakan segala yang terjadi barusan. Dalam hal ini Sofi ingin Erlangga bertindak untuk rencana mereka secepatnya.
Setelah berbicara agak lama dengan Erlangga , Sofi langsung menyudahi panggilannya.
__ADS_1
***
Di dalam ruang tamu, Aulia Tengah bersiap-siap untuk kembali ke kota dengan salah satu mobil pribadi milik kakeknya. Kedua Orang tua itu mengantarkan Cucunya sampai ke mobil dan Kakek Agung memberikan sebuah Amplop berwarna coklat untuk Aulia berikan kepada orang tuanya. Aulia pun berpamitan dengan Kakek dan Neneknya dan langsung masuk ke dalam mobil. Dalam hatinya pun Dia merasa senang dan bahagia karena akhirnya akan kembali ke kota bertemu dengan mama dan teman-temannya. Mobil Rolls-Royce itu pun keluar meninggalkan Kediaman Kakek Agung. Perjalanan kali ini akan membutuhkan empat jam sebab mereka akan menempuh jalur lewat jalan tol yang baru saja di resmikan, jadi agak sedikit cepat untuk sampai ke pusat perkotaan. Selama di perjalanan supir pribadi dan pengawal kakeknya itu tidak berani menatap Aulia, jadi mereka hanya bisa melirik nya dari kaca spion.
Setelah melewati beberapa distrik yang ada di pedesaan itu, supir pun menepikan mobil di salah satu mini market yang ada sudut jalan. Aulia pun terbangun dari tidur lelapnya dan berkata
"Pak ada di mana kita? "
"Maaf nona kita ada di depan mini market, Saya menyuruh supir untuk membelikan air mineral dan beberapa makanan ringan"
Tak lama setelah itu sangat supir telah kembali dengan beberapa kantong kresek yang berisikan soft drink dan snack. Setelah membuka pintu mobil Supir pun menawarkan air mineral ke Aulia, Aulia juga langsung mengambilnya dan mengucapkan terimakasih.
***
Di rumah Kakek Agung
Sofi kini terlihat marah-marah dan melampiaskan semua amarhnya ke suaminya.
__ADS_1
"Sialan anak itu, sudah mengacaukan rencanaku"
"Kamu sabar saja, Nanti Erlangga yang akan melakukan semuanya"
"Alah, aku tidak bisa bersabar. selama ini usahaku untuk menjauhkan mereka, tidak akan aku biarkan keluarga itu kembali dan merebut semuanya"
Suami Sofi hanya bisa terdiam karena Dia tahu istrinya itu tidak bisa di atur. Apa yang menjadi keinginan Sofi harus terlaksanakan. Orang seperti Sofi memiliki ambisi yang kuat. Jadi tidak ada gunanya untuk menasehati Sofi.
***
Kembali di mini market
Mobil Rolls-Royce itupun meninggalkan mini market dan melanjutkan perjalanannya. Di dalam mobil Pengawal kepercayaan Kakeknya itu langsung memberanikan diri berbicara dengan Aulia. Beberapa kalimat yang keluar dari bibir Aulia mengingatkan Si pria Berbadan Tinggi dan tegap itu terdiam sejenak karena Ternyata Aulia adalah Seorang pengacara yang sudah menolong anaknya. Sang pengawal pun mulai bercerita tentang keluarganya kepada Aulia, dan cerita mereka pun saling tersambung karena kebetulan Aulia yang mendampingi anaknya saat persidangan. Ternyata pria pengawal itu adalah ayah dari Sella Amaira, wanita yang pernah di tabrak oleh orang-orang Linda.
***
Kota tempat Aulia meraih gelar sarjananya kini sudah terlihat, akhirnya mereka tiba dengan selamat di kota itu.
__ADS_1