Aulia Dan Cinta Tulusnya

Aulia Dan Cinta Tulusnya
Bab 31 Tidak perlu Pamer


__ADS_3

Sesampainya di Pos,Risky segera menemui Angga di belakang Pos yang sedang nenikmati segelas kopi hitam bersama rekannya.Melihat Risky yang sedang menuju ke arahnya Anggapun berdiri dan menemui Risky,mereka berdua berdiri agak jauh dari tempat minun kopi tadi.


"Bagaimana Ky?"tanya Angga


"Aman Bro,tapi ini ada titipan dari orangtuanya Aulia"sambil menunjukkan sebuah Amplop berwarna coklat


"Apa itu ky?"


"Katanya sih sedikit uang,untuk ucapan terimakasih karena kita sudah menolong anak mereka"


"Tapi mereka tidak tahukan kalau ada saya yang datang"


"Kalau orang tuanya si mungkin tak tahu,tapi kalau pacarmu itu kayaknya dia curiga deh"ucap Risky.


"Terus mau kau apakan isi amplop itu?"Tanya Angga


"Di Bagikan ke Anggota Pos sajalah Letingku"Sambil membuka amplop itu dan Riskypun kaget dengan jumlah uang yang ada di dalam amplop tersebut dan kembali berkata


"Wih ini mah kebanyakan"Kata Risky


Anggapun melihat kedalam amplop itu dan benar adanya di dalam terdepat banyak pecahan 100ribu dan ada 5bandroll yang artinya ada sekitaran Rp.50.000.000


"Kau bagikanlah anak-anak pos sama komandan pos"ucap Angga


"Iya Leting,Terus kapan rencanamu kembali ke Kota ?tanya Risky


"Mungki besok pagi karena hari senin aku harus masuk kantor"jawab Angga

__ADS_1


Angga dan Riskypun kembali bergabung dengan teman-temannya di belakang pos.


...Di Rumah Aulia...


"Siapa ya lelaki tadi di mobil yang menolongku,kok mirip sekali dengan Kak Angga ya?"Batinnya


Aulia segera meraih ponsel dengan Niat untuk menghubungi Angga,namun dia segera melihat Layar ponselnya ada begitu banyak pesan dan salah satunya pesan dari Angga


\=Kamu dimana dek?sudah makan belum?Untuk dua hari kedepan Kakak Lagi sibu mau melayani komandan jadi belum bisa menelepon


\=oh iya Kak ga apa


\=Ok,jaga dirimu baik-baik dek!


\=Iya makasih,kak juga ya dengan ucapan yang sama.


Selesai membalas pesan Angga,tak lama kemudian ponselnya kembali berdering,ada panggilan dari Nara.Aulia segera menjawab panggilan tersebut dan berbicara dengan Nara.


Flash back Linda...


"Sial" Sambil marah-marah di telepon dengan orang suruhannya karena Aulia bisa di selamatkan.


"Dasar begok,tidak berguna"ucap Linda lagi.


Linda yang sedang marah-marah itu memutuskan panggilannya karena ada yang datang mencarinya.Segera dia Keluar dan ternyata itu adalah seorang kurier mengantarkan paket.Segera dia mengambil paket tersebut dan membayarnya.


"harus buat rencana baru lagi donk,biar Aulia itu rusak juga"Batinnya

__ADS_1


Di kediaman Aulia...


Hari sudah mulai gelap,nampak Aulia beserta kedua orang tuanya tengah duduk di ruanh tamu.Mereka membahas tentang pemberangkatan Aulia untuk melanjutkan studinya.Papanya Aulia segera membuka suara


"Kamu yakin akan melanjutkannya hanya di Kota saja nak,tidak mau di Luar negeri saja?"


"Iya pa,biar kalau sudah jadi pengacara Aulia sudah bisa kerja,makanya Aulia memilih untuk tinggal di kota itu"


"ok terus kapan rencananya kamu mau berangkat nak?"


"mungkin minggu depan pa"


"baiklah nak"


Setelah berbicara dengan orang tuanya Aulia segera pergi ke kamarnya untuk beristirahat.Sesekali dia melihat ke arah ponsel namun tak ada pesan maupun panggilan,diapun segera mengambil guling dan tidur.


Malampun berlalu,matahari kembali bersinar,Angga telah bersiap menuju bandara karena sebentar lagi pesawat akan berangkat,setelah sampai di bandara diapun segera masuk kedalam.Di dalam pesawat dia bertemu dengan teman lamanya yaitu Dion,merekapun saling bertegur sapah.


"hei bro apa kabar?"sapa Dion


"baik bro,lah kamu?"balas Angga


"baik-baik saja seperti yang kamu Lihatkan,terus gimana kerjaan kamu Angga?"


"Oh baik aku senang bisa menjadi seorang anggota TNI"


"hmmm,Itu mah gajinya keci Angga,coba Lihat aku sudah jadi pengusaha sukses dan mapan,aku sudah jadi bos di perusahasnku,ga perlu di perintah-perintah"sambil menyombongkan dirinya

__ADS_1


"baguslah,tapi tidak perlu pamer,semua manusia memiliki hak dan jalannya masing-masing untuk menjadi apapun"


Merekapun masih berlanjut dengan percakapannya.Tak terasa setelah menempuh jarak selama Tiga jam,sampailah mereka di bandara kota itu.


__ADS_2