
Setelah bertemu dengan kedua orang tuanya,Aulia merasa sangat bahagia.Namun dengan kondisi Papanya yang penuh lebam dan darah,Mereka langsung menuju rumah Sakit terdekt untuk memeriksa kondisi Papanya.
Lima belas menit kemudian mereka pun tiba di depan Rumah Sakit Puri Medika , Para perawat yang bertugas langsung menjemput mereka.Papanya Aulia segera di bawah ke Unit Gawat Darurat,sedangkan yang lainnya menunggu di depan rumah sakit.Adinandra segera tiba dengan mobil pribadinya dan langsung menjenguk Papanya Aulia.Dokter pun segera menangani Papanya Aulia.Setelah beberap waktu berlalu Dokter segera memberikan keterangan tentang kondisi Papanya.
Mamanya Aulia kini juga di periksa oleh dokter karena kondisinya sangat lemas dan akhirnya mendapatkan perawatan dan tindakan dari dokter.Aulia yang melihat kondisi kedua orang tuanya kini merasa sangat frustasi karena dia tak pernah menyangkah orang tuanya akan menjadi korban dalam kejadian itu.
Dering ponsel memecah keheningan saat itu,Aulia segera meraih ponselnya dan menjawab panggilan itu.Sedangkan Hana dan Nara sibuk berbicara dengan yang lainnya.
"Kamu makan dulu Aulia"ucap salah seorang pria yang ada di balik kerumunan Orang-orang tersebut.
Aulia menatap ke arah suara tersebut seperti mengenalinya, Diapun langsung memdekati kerumunan Orang-orang itu.Melihat sosok pria itu yang tak asing lagi,Aulia segera mendekati pria itu dan bertanya
"sejak kapan kamu disini?"
"Baru saja"jawab Angga
"Memangnya sudah selesai latihan?"
"iya sudah,bru tadi pagi dan aku mendapatkan informasi tentang orang tuamu dari Satria makanya langsung kesini"
"iya,makasih ya"
"Kalau begitu kita cari makan dulu ya"Sambil mengajak Aulia ,Hana dan Nara.
Mereka langsung menuju rumah makan yang ada di sekitar rumah sakit, sedangkan Satria di tugaskan Oleh Angga untuk menjaga Orang tua Aulia.
"Sat,Titip Orang tuaku dulu ya"pinta Aulia
"iya Aulia."
"makasih"
Mereka meninggalkan Satria dan beberapa pengawal Adinandra dan menuju Rumah makan.
Setelah mereka sampai,mereka Segera memesan semua menu yang ada di rumah makan itu karena keempatnya merasa sangat kelaparan,sambil menunggu pesanannya datang mereka di suguhkan beberapa makanan pembuka oleh pelayan disitu.Tak lama setelah menikmati makanan pembuka,kini datanglah pesanan mereka dan segera menikmati makanannya.Tak lama selesai makan mereka memesankan makanan untuk Satria dan yang lainnya.
***
__ADS_1
Di Kota Linda
"Aku tak menyangkah,mereka bisa di bantu oleh orang-orang Adinandra "sambil memukul meja yang ada di depannya
"Ayah jangan marah dulu,nanti penyakit ayah kambuh lagi"ucap Linda ke Ayahnya
"Sialan sekali mereka itu,sudah berani mengusik Perusahaan milikku"Terdengar suara dari lantai dua
"Halo Saudaraku? Kapan kamu tiba disini?"
Sapa Ayahnya Linda ke Dimas saudaranya
"Sejak Aku tahu Adinandra menyekapmu dan mengacaukan rencanamu makanya Aku datang secepat mungkin"
"Maafkan Aku Mas Dimas,aku tak mendengarkan Perkataan mu"
"Sudah Aku katakan jangan pernah meremehkan Adinandra,karena Dia adalah pemegang Saham utama.Kamu dari dulu selalu berbeda jika soal pendapat"
"Iya Mas,sekarang Aku akan menghilangkan segala perbedaan antara kita"
"Ngomong-ngomong Linda, kapan kau akan menikah dengan si Lelaki pujaan hatimu?"
"Masih sama Oknum TNI itu?"
"iya Om"
"Kamu anak konglomerat mau ya nikah sama orang biasa"Ejek Dimas
Linda yang mendengarkan perkataan Omnya kini cuma bisa diam tanpa menjawab.
Ketiganya kini tengah duduk di ruang makan sambil menikmati hidangan yang telah disediakan oleh pelayannya.
***
Kembali Di kota Lainnya
Aulia,Nara,Hana dan Angga kini telah sampai di ruangan UGD dengan membawa beberapa bungkus makanan untuk Satria dan yang lainnya.Setelah memberikan makanan itu,Mereka berempat bergantian dengan Satria .
__ADS_1
"Angga Kapan tiba Nak?"Tanya Mamanya Aulia
"Baru saja Tante,jangan banyak bergerak sama bicara dulu Tante."jawab Angga sambil mendekati Tempat tidur pasien.
"tidak apa-apa Nak."
"oh iya Tante."
"Ya sudah Tante mau istirahat dulu"
Mamanya Aulia langsung tertidur karena pengaruh obat yang disuntikkan Perawat di cairan infusnya.Sedang Di Sebelahnya Sang Suami tercinta masih tertidur pulas juga.Melihat kedua orang tuanya tertidur Aulia kini mengajak Ketiganya untuk berbicara di luar ruangan.
"Terus kapan kalian akan berangkat Angga?"Tanya Nara
"Minggu Depan Nara"jawab Angga
"oh Iya"
"Ada yang bakalan LDR nih"ledek Hana Ke Nara dan Aulia
"Ahhh...Kamu nisa saja Han"ucap Aulia tersipuh malu
Satriapun kini bergabung dengan mereka dan berbincang-bicang bersama.
"oh iya Satria,ini kenalkan Sepupuku"Seru Nara sambil mendorong Hana ke depan Satria
"apaan sih Nara"Kata Hana malu dan memerah pipinya
Hana dan Satriapun kini saling berkenalan,sedangkan Angga yang melihatnya tertawa terbahk-bahak karena Alhirnya Satria bisa juga dekat dengan wanita.
"Kenapa tertawa?"tanya Satria dengan wajah serius
"Tidak ada kok Satria,cuma aku senang saja akhirnya kamu berani dekat sama cewek"Jawab Angga Sambil menahan tawanya
"Hmmm"
Mereka masih lanjut dengan topik pembahasan masing-masing.
__ADS_1
"