Aulia Dan Cinta Tulusnya

Aulia Dan Cinta Tulusnya
Bab 70 Jangan Pernah Meremehkan Wanita


__ADS_3

Setelah Aulia berkunjung ke rumah sakit, Diapun kembali ke rumahnya. Sesampainya di rumah Aulia segera masuk ke dalam kamar karena merasa kelelahan dengan kegiatannya. Mamanya Aulia melihat anaknya yang langsung masuk ke kamar segera menyusul anaknya.


"Bagaimana sidang tadi nak? " Tanya mamanya Aulia


"Berjalan dengan baik ma" Jawab Aulia


"Terus kenapa wajah anak mama terlihat murung? "


"kecapean ma, mama tahu sendirikan kalau mau menjalani persidangan itu bagaimana! " tutur Aulia


"Iya anakku, kalau begitu mama akan buat ramuan herbal biar kamu bisa semangat lagi"


"Baik ma"


Setelah itu Nyonya rumah itupun pergi ke dapur.


Aulia merasa lelah dan masih memikirkan semua cerita Raka, di tambah lagi dengan Pak Budi dan keluarganya yang sudah mengirimkan uang sebanyak itu di rekeningnya, sedangkan nomor telepon Pak Budi sudah tidak bisa di hubungi. Tak lama kemudian, mamanya datang kembali dengan memegang secangkir obat herbal untuk anaknya.


"Ini nak diminum, biar kamu bisa relax "sambil menyodorkan cangkir tersebut ke Aulia


"makasih mamaku tersayang" menerima cangkir itu


Mamanya pun duduk tepat di samping Aulia dan mulai berbicara. Mendengar ucapan mamanya Aulia segera bertanya ke mamanya


"Ma, apakah benar kalau Aulia masih punya kakek dan nenek? "


Pertanyaan Aulia mebuyarkan mata Mamanya.


"Kamu tahu dari mana Nak? "


"Aku tahu dari kak Raka, karena kemarin aku sama temen-temen sedang makan siang dan tiba-tiba ada yang menyerang kami. " jelasnya


"Pasti itu Erlangga"


"Mama bisa tahu dari mana kalau itu Tuan Erlangga ma? "


"Karena mama selama ini mendengar kalau keluarganya papamu telah kembali dan ingin membuat keluarga kita hancur"


"Kenapa mereka begitu ma terhadap keluarga kita? " tanya Aulia


"Entahlah anakku, mama juga tidak pernah tahu apa alasannya selain karena mama dari keluarga yang kurang mampu" Jelasnya


"Mama yang sabar ya, pasti suatu saat kesalah pahaman antara keluarga kita akan selesai"Ucap Aulia meyakinkan mamanya


" Iya, kamu istirahat saja. mama mau ke kamar juga untuk istirahat. "

__ADS_1


"Baiklah ma, selamat malam dan selamat tidur"


Mamanya Aulia segera keluar meninggalkan anaknya. Aulia pun mengambil ponselnya untuk menghubungi rekan jaksanya untuk meminta bantuan menyelidiki Erlangga Kurniawan dan motif mereka.


tut...


tut...


"Ya Halo selamat malam Nona Aulia, ada gerangan apa anda menghubungi saya ? "


"Halo juga dan selamat malam untuk anda Tuan Varel, saya bisa minta tolong? "


"Silakan saja Nona, selagi saya bisa membantu pasti akan saya bantu"


Aulia pun segera menjelaskan perihal yang akan Dia sampaikan ke Varel. Lumayan lama juga mereka berbicara dan pada akhirnya Aulia memutuskan sambungan telepon tersebut karena Varel memberikan jawaban sesuai dengan keinginan Aulia. Rasa lelah pun di rasakan Aulia karena bisa meminta Varel untuk membantu dirinya. Diapun kembali membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, sambil melihat layar ponselnya. Saat sedang meng scroll layar ponsel tiba-tiba jemarinya berhenti karena melihat sebuah postingan milik Erlangga di berita utama. Diapun mencari tahu berita tersebut dengan membaca secara seksama dan dalam hatinya Dia berkata


"Selama ini Saya tidak pernah tahu dengan kondisi keluargaku di masa lalu, lantas mengapa keluarga papa datang untuk menghancurkan kami? Sebenarnya apa yang telah terjadi selama ini? Lantas siapa Mereka? Aku tidak akan diam saja apa bila keluargaku di ancam dan di teror seperti ini"


Dalam berita itu memuat tentang Erlangga Kurniawan sebagai pemegang saham utama di Linda's Group dan ada lagi beberapa berita yang menyatakan kalau Erlangga akan membuat acara penyambutan di Aula milik Nara.Sepertinya Erlangga telah mencuri simpati dan Empati Masyarakat dengan kehadirannya itu, apalagi Dia sosok yang kaya raya, tampan dan mapan. kemungkinan akan menjadi idola para wanita di kota itu. Aulia yang melihat tanggapan para netizen pun hanya bisa tersenyum dalam hatinya. setelah melihat berita dan komentar tersebut diapun segera mematikan ponselnya dan langsung tidur.


***


Nara Home


Nara yang kini sedang duduk bersama Hana, mencoba menghubungi Aulia karena merindukan sahabatnya itu. Namun saat menelepon, tak ada jawaban. Narapun memutuskan untuk ke rumahnya langsung.


"Ayo Nara. " Jawab Hana


Keduanya pun ke tempat parkir dan mengambil mobil, setelah keluar dari garasi Narapun melaju dengan kecepatan tinggi karena kebetulan jalan sudah sepi. Tidak memakan waktu lama, akhirnya mereka sampai di depan gerbang rumah Aulia.


***


Di rumah Aulia


tok


tok


tok


...


Suara itu membangunkan Mamanya Aulia, Diapun berjalan menuju ke arah pintu utama dan membukakan pintunya.


"Selamat malam Tante? " sapa Nara dan Hana

__ADS_1


"Selamat malam juga Nak Nara dan Hana, tumben malam-malam kesini? "tanya mamanya Aulia


" Aulianya ada Tante? "


"Ada di kamarnya, naik saja ke atas nak"


"ok tante, makasih"


"iya sama-sama"


Nara dan Hana pun langsung menaiki tangga sedangkan mamanya Aulia kembali ke kamarnya. Hana dan Nara membuka pintu kamarnya Aulia dan melihat Aulia sudah tertidur pulas, mereka langaung naik ke tempat tidur dan membangunkannya. Aulia yang melihat keduanya langsung kaget dan terbangun.


"Ada apa kalian kesin"


"Mau ajak kamu keluar, bisa tidak? "


"mau kemana? "


"Kita mau makan bakso yang baru di buka dan lagi booming Aulia"


"oh, itu tempatnya Jaksa Varel"


"iyakah? " tanya Nara


"iya, baru buka kemarin dan banyak sekali pengunjung yang datang karena rasanya yang enak dan harganya juga terjangkau'


" ok kalau begitu aku ganti baju dulu ya"ucap Aulia


"begitu saja Li, tapi ambil jaketmu dulu karena cuaca diluar sangat dingin" jawab Nara


"ok kalau begitu, kita bertiga berarti cuma pakai piyama saja"


Setelah mengambil jaketnya mereka pun menuruni anak tangga dan langsung ke mobil Nara. Tak lupa juga mereka berpamitan dengan mamanya Aulia. Ketiga Gadis itupun langsung ke mobil dan menuju ke tempat bakso tersebut. Karena tidak ingin Melewati jalan tol, Nara pun melewati lorong yang biasa Dia lewati, namun pada saat di bawah terowongan Ada beberapa lelaki yang menghadang mobil mereka. Narapun menghentikan mobilnya dan menurunkan kaca mobil.Salah seorang dari beberapa pria itu mendekati Nara dan mengeluarkan sebilah pisau dan menodongkanya ke Nara.


"Keluarkan dompet serta Handphone milik kalian" Ucap si penjahat


Aulia yang ada di kursi bagian belakang mobil, menundukkan kepalanya dan menyelinap keluar dari mobil. Dia yang melihat ada beberapa lagi di dekat mobil, langsung mengambil tindakan sebelum di serang oleh para penjahat itu. Melihat Aulia yang sudah bertarung, Narapun memukul tangan si pria yang menodongkan pisau dan pisau akhirnya terlempar dari tangan pria itu. Nara keluar dan bertarung bersama Aulia melawan para penjahat itu. Ke enam lelaki tersebut tidak pernah menyangkah akan bertemu dengan wanita tangguh, Niatnya mau mengajak mereka, namun yang mereka dapatkan hanyalah memar dan salah seorang pria mengalami patah tangan karena pukulan Aulia. Para penjahat itu langsung melarikan diri sedangkan Aulia dan Nara berkata ber sama-sama


"Jangan pernah meremehkan wanita"


Hana yang sedari tadi berkeringat dingin di dalam mobil langsung keluar dan mengecek kondisi sahabat dan saudaranya itu.


"Kalian tidak apa-apa? " Tanya Hana khawatir


"Tenang saja Hana, kami aman saja. " Jawab Nara

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu, aku tidak pernah menyangkah kalau kalian lihai dalam ilmu bela diri"


Aulia dan Nara yang mendengar perkataan Hana, hanya tersenyum dan mengajak Hana kembali ke dalam mobil untuk melanjutkan perjalanannya.


__ADS_2