
Ketika mereka sampai di rumah Nara,Satpam dan para pengawal Papinya segera menjemput mereka bertiga
.Melihat ada sosok pria yang bersama denga Nara dan Aulia,salah seorang pengawal memberanikan diri untuk mencegat Pria itu yakni Raka.
"Maaf Tuan anda siapa?"ucap si pengawal
Mendengar pertanyaan si pengawal Nara segera berkata
"Dia sepupu saya anaknya om Indra dan Tante Sarah"
__ADS_1
Si pengawal segera memundurkan langkah kakinya dan mempersilakan mereka masuk.Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam,Nara pun mengajak Aulia dan Raka untuk langsung ke dalam rumah.Nampak Papi dan Maminya tengah duduk di ruang TV dan sedang menonton berita itu di kagetkan dengan kedatangan Nara dan Aulia serta seorang Pria.Pak Bram pun ikut menanyakan siapa Pria itu,lantas Nara segera menceritakan semuanya.Rasa kaget yang bercamput dengan haru itupun memecah suasan hening diruangan TV tersebut.Bram pun langsung memeluk Raka dan menanyai soal keberadaan orang tuanya selama ini.Raka yang merasa belum percaya bahwa Ayahnya memiliki saudara,masih terdiam saat itu.Dia menarik nafasnya dalam-dalam agar bisa menceritakan semua kisahnya selama ini.
"jadi dulu waktu aku berusia kira-kira tujuh tahun,Kami sekeluarga meninggalkan kota ini karena kasus yang menjerat ibuku.Setelah itu kami berpindah ke desa untuk mengamankan diri disana sekaligus menenangkan pikiran Ibu dan Ayah.Ayahku tidak pernah menceritakan apapun soal keluarganya,karena Dia tidak ingin siapapun tahu tentang keberadaan kami.Seiring berjalannya waktu,Ayah pun mendapatkan sedikit uang dari rekannya dan Dia membuka pabrik minyak kelapa Asli/Virgin oil di desa itu dan Akupun bersekolah di sana.Keluarga kami hari demi hari menjadi Normal kembali di tambah keuangan kami juga saat itu telah Netral juga karena keuntungan dari pabrik.Tahun ke tahun berganti Aku sekolah dengan Aulia, saat itu kami bertemu di bangku Sekolah Menengah Pertama/SMP yang ada di desanya Aulia.Aku pun berkenalan dengannya dan kita menjadi teman dekat.Usaha Ayahku juga makin bertambah cabangnya,Sehingga Harta Kami kembali seperti dulu sebelum Ibuku menghabiskannya.Di desa Itu Keluarga kami sangat di segani oleh banyak masyarakat,Adapun Ayahku yang telah betah di desa semakin tidak ingin mengungkapkan tentang keluarga besarnya kepada ku,karena alàsan saat itu aku masih remaja.Suatu ketika Aku pulang dari sekolah,Aku melihat ada lima orang pria berpakaian serba hitam sedang mengetuk pintu rumah kami,dan tak lama serta ketukan itu Ayahku keluar dan bertanya ke lima pria itu.Setelah berbicara panjang lebar dengan Ayahku ke lima pria itu segera pergi dari rumah kami.Akupun langsung masuk ke dalam dan bertanya kepada Ayahku tentang ke lima pria itu,Ayahpun menjawab kalau itu suruhan Ayahnya yang melaporkan perkembangan pekerjaan di desan lain.Aku pun beranjak dan pergi mengganti pakaian.Aku pun telah tamat SMA/Sekolah Menangah Atas dan berniat untuk kuliah di kota yang mana pernah aku tinggalkan dulu agar bisa sama-sama dengan Aulia, namun Ayah tidak mengijinkannya.Ayah mau Aku kuliah di Luar negeri,Agar tidak akan mengingat lagi semua kenangan di kota,Aku pun tidak membantah atau membalas perkataan Ayah dan langsung masuk ke dalam kamarku.Saat keberangkatanku sudah dekat,Aku pergi di rumahnya Aulia karena hanya Dia yang selalu membantuku pada masa sekolah,niatnya untuk pamit karena besok pagi aku akan pergi.Tapi pas sampai di rumahnya Aulia,Kata papa dan mamanya Aulia sudah berangkat duluan karena waktu tesnya di majukan.Saat itu juga aku dan Aulia hilang kontak,Aku segera kembali ke rumah dan mempersiapkan semua barang-barangku.Akhrinya setahun sudah aku di luar negeri,akupun mendengar kabar bahwa yang mana Aulia telah bertunangan dengan seorang Prajurit TNI AD dan untuk memastikannya aku segera menghubungi sekertarisnya Ayahku dan menyuruhnya untuk mendapatkan nomor telepon Aulia.Setelah seminggu akhirnya sekertarisnya Ayah mendapatkan nomor telepon Aulia dan Aku segera menghubunginya dan menanyakan soal acara Tunangannya itu.Mendengar jawaban Aulia ,aku merasa sakit hati karena dari semenjak kita di bangku SMA aku sangat menyukainya,namun Aulia hanya menganggapku sebagai temannya saja dan tidak mau berpacaran.Aku pun mengurungkan Niatku semenjak mengetahui semuanya dan memutuskan untuk menyelesaikan studiku.Empat tahun sudah berlalu akhirnya Aku meraih gelar Sarjana Ekonomi dan kembali ke tanah Air,Aku pun langsung di promosikan Ayah menjadi CEO perusahaannya.Tanpa berpikir panjang Aku menerima tawaran Ayahku dan semenjak saat itu Budaya hidup dari luar negeripun ku terapkan dalam kehidupanku.Aku menjadi dingin sama wanita dan hanya ingin menmpermainkan mereka,Ketika Ayah mengatakan kalau akan membuka Perusahaan baru di Kota aku merasa sangat bahagia karena pasti kehidupan di kota lebih baik dari pada di desa.Enam bulan kemudian Aku resmi memegang Perusahaan yang di kota itu, kehidupan yang ku jalani sangatlah Vulgar dan penuh kemewahan,semua yang ku mau terpenuhi.Dan suatu hati aku mengenal wanita yang bernama Linda di kota itu,Aku menjalin hubungan dengannya karena Orang tuanya juga termasuk salah satu pemegang saham di Perusahaanku.Kemudian Aku dan papanya Linda sepakat untuk melakukan Investasi dengan kolega Papanya Linda dan ternyata koleganya itu menipuku,semua aset Perusahaan pun di sita oleh bank dan akhirnya aku jadi begini,sedangkan Ayah dan Ibu kini telah bangkrut juga karena membantuku melunasi semua hutang piutang Perusahaan dan Kini Perusahaan itu berpindah tangan di Papanya Linda.Sungguh Aku tidak menyangka orang yang sudah ku percaya selama ini tegah berbuat begitu."itu sepenggal kisah ku Om Bram ucap Raka
Mendengar Nama Linda,Aulia memberanikan diri untuk meperlihatkan fotonya,apa mungkin Linda yang di maksud Raka sama dengan Linda yang merebut Tunangannya.Aulia menyodorkan ponselnya ke Raka,sontak Raka pun kaget melihat sosok penipu itu ada di dalam Layar ponsel Aulia.
"Panjang ceritanya dan pasti kamu bakalan tahu juga"jawab Aulia
Papi dan Maminya Nara kini terlihat sangat bingung mendengarkan kisah Kakak dan keluarganya yang di ceritakan oleh Raka keponakannya itu.Namun Tuan Bram memastikan untuk membantu mereka ,tapi waktunya belum tepat.Karena Dia ingin menemui dahulu orang tua Raka.
__ADS_1
"Kalau begitu Kontrakan Kalian di daerah mana?"tanya Tuan Bram ke Raka
"Di jalan Daan Mogot om bersebelahan dengan Gudang Gula sehati"jawabnya
"ok kalau begitu besok kita semua kesana,dan untuk malam ini kamu istirahat dulu di sini "
"Kalau begitu Nara antar Aulia dulu ya "
Aulia segera pamit meninggalkan kediaman rumah Nara.
__ADS_1