Aulia Dan Cinta Tulusnya

Aulia Dan Cinta Tulusnya
Bab 74 Kemampuan Yang tersembunyi


__ADS_3

Erlangga kini memerintahkan anak buahnya untuk membawa Aulia ke salah satu mobil. Aulia yang masih tidak tahu dengan kelanjutan rencana sepupunya itu hanya bisa mengikuti perintah , apa lagi dengan kondisi dirinya yang terikat jadi Dia tidak bisa melakukan apapun. Setelah sampai ke dalam mobil, Mereka pun menuju ke alamat yang sudah di tentukan oleh Erlangga. Butuh waktu satu setengah jam untuk tiba di tempat tujuan tersebut. Melihat Aulia yang semakin melemah kondisi tubuhnya, akhirnya salah satu anak buahnya Erlangga memberikan sebungkus roti dan sebotol air mineral agar wanita tersebut tidak pingsan. Aulia pun menerima roti dan air tersebut dan langsung memakannya dengan bantuan dari anak buah Erlangga karena tangannya masih terikat. Jika saja kakinya tidak diikat juga, mungkin anak buah Erlangga akan di hajar olehnya.


Kini mereka sudahsudah memasuki alamat yang di tunjukkan oleh Erlangga yakni sebuah hunian yang mewah dan jauh dari khayalak ramai. Letak rumah tersebut berada tepat di dalam hutan dan di kelilingi dengan tembok yang sangat tinggi. Salah seorang anak buah Erlangga yang duduk tepat di samping Aulia melontarkan sebuah pertanyaan kepada Bosnya yang ada di kursi bagian depan


"Bos, ini rumah siapa"


"ini rumah Tuan besar "


"Wow, betapa megahnya" Terheran dengan pemandangan rumah dan halamannya


Mobil mereka pun kini memasuki pintu gerbang yang berjarak lima ratus meter dengan rumah utama. Setelah pintu gerbang terbuka, mobil itupun melaju menuju Area parkiran yang tepat bersebelahan dengan pacuan kuda.


"Ayo turunkan wanita itu dan bawah Dia tepat di depan kolam renang" Perintah bos penga


pada anak buahnya


"Baik bos"


Dua pria itupun membawa Aulia sesuai dengan perintahnya. Saat tepat di depan kolam renang, nampak sepasang Lelaki tua dan wanita tua duduk sambil menikmati keindahan alam semesta dan Seorang pria dewasa tengah berdiri sambil menegukkan secangkir kopi ke mulutnya. Pria dewasa itu ada Erlangga dan setelah melepaskan cangkir tersebut Erlangga pun berkata

__ADS_1


"Tundukkan wanita tersebut kedepan Kakek dan Nenekku"


anak buahnya pun mengikuti arahan Erlangga dan mendorong tubuh Aulia tepat kedepan Pasangan tua tersebut.


"Kakek, Lihatlah cucu perempuan hasil dari perkawinan anak yang telah mengkhianati keluarga kita"ucap Erlangga dengan sangat sombong


Pasangan lanjut usia itupun menatap ke arah Aulia dan memberikan beberapa pertanyaan, namun tidak ada salah satupun yang dijawab oleh Aulia. Melihat Aulia yang hanya diam, Erlangga mulai menunjukkan taringnya dan mulai mengucapkan hal yang sangat menyakitkan Aulia.


"Dasar sampah sama seperti ibumu"


Aulia yang mendengar perkataan itu tidak bisa Terima dan tidak tahan lagi apalagi menyangkut dengan orang tuanya. Dia pun berdiri dengan segala kekuatan yang Ia miliki walapun kakinya terikat dan mencoba mengeluarkan suara untuk melawan Erlangga.


"Kau boleh menghinaku, tapi jangan sama sekali dengan ibuku atau ayahku " saat kalimat itu selesai di ucapkan oleh Aulia Seketika itu juga Aulia seperti memiliki kekuatan super yang keluar sampai membuat tapi yang mengikat kaki dan tangannya terputus. Aulia pun memberikan sebuah tendangan maut tepat di rahang Erlangga sehingga membuat Erlangga langsung jatuh tepat di hadapan Kakek dan Neneknya


"Sudah cukup"


Nenek tua pun ikut menghentikan mereka dengan tongkat yang ada di genggamannya.


"Apa maksud kalian menangkapku? "

__ADS_1


Tanya Aulia ke pasangan tua itu


mendengar pertanyaan dari cucunya itu, sang kakek pun menjawab


"ada hal yang akan kita bicarakan tapi maafkan Kakek memakai cara seperti ini"


Erlangga yang sedang menahan rasa sakit mendengar perkataan dari kakeknya merasa heran karena tidak sesuai dengan harapannya.


"Mengapa kakek bisa berkata seperti itu? apakah mungkin mereka akan kembali menerima orang yang sudah mengkhianati keluarga" batin Erlangga dengan wajah yang penuh tanya


Aulia yang masih tidak mengerti dengan jawaban lelaki tua itupun langsung mendekati mereka.


"Lepaskan aku tuan dan nyonya karena aku tidak mengenal siapa kalian" seru Aulia


"perkenalkan"


Ucap salah seorang Wanita setengah baya dari arah pintu rumah tersebut


Wanita yang hampir seumuran dengan Papanya Aulia itupun mendekati Aulia dan memberikan tangannya untuk berkenalan.

__ADS_1


"Sofi" Seru wanita tersebut


Aulia pun menatap ke arah wanita itu dan memperkenalkan dirinya.


__ADS_2