
Sang surya kini telah menunjukkan dirinya, Kapal yang di tumpangi mereka telah tiba di pelabuhan pertama pulau tersebut. Setelah kapal bersandar, para penumpang pun mulai turun dengan barang-barangnya, sedangkan Angga dan para prajurit dan rombongan belum turun karena mereka akan menuju pelabuhan selanjutnya. Tidak pernah terlintas dalam benak mereka akan ke pulau terpencil seperti itu. Angga pun mengambil ponsel yang ada di dalam sakunya dan mulai mengabadikan momen di atas kapal dengan teman-temannya, sedangkan yang lain sibuk dengan minum kopi di kantin kapal. Papanya Aulia yang melihat Angga, datang dan menghampirinya.
"Nak Angga," tegur papanya Aulia
"Halo om" Jawab Angga
mereka pun kini mulai berbincang-bincang di atas kapal. Karena semalam Angga langsung tertidur dan tidak menemui calon mertuanya itu.
Akhirnya setelah penumpang dan barang angkutan di turunkan, kini kapal motor itu pun akan beralih ke pelabuhan selanjutnya, yakni pelabuhan yang akan di turuni Angga dan rombongan. Setelah setengah jam berlalu akhirnya mereka tiba di pelabuhan kedua, Nampak sudah ada mobil truk milik para tentara di pulau itu. Rombongan pun mulai turun beserta para penumpang yang lain. Saat mereka sampai di pelabuhan, mereka di jemput oleh pemerintah setempat, tokoh adat dan agama serta masyarakat sekitar. Pengecekan personil pun mulai di lakukan Angga selalu komandan peleton/DANTON.SELANJUTNYA mereka langusng ke kodim setempat untuk acara serah Terima. Selama dalam perjalanan ke Kodim Angga, Tri dan Satria mulai mengabadikan momen mereka masing-masing.
"Tak ku sangka, kita bisa sampai di pulau ini ya" seru Tri
"iya ya, tak di sangka juga" jawab Angga
rombongan itupun akhirnya sampai di Aula kodim dan mulai menurunkan barang bawaan mereka. Saat sedang berjalan menuju Aula, Angga melihat sosok yang tidak asing baginya, namun Dia masih mengira-ngira dalam hatinya dan belum menegur sosok wanita itu. Tiba-tiba wanita itu datang sendri kehadapan Angga dan memukuli punggung Angga.
"Hei, Angga" Sapa wanita yang terlihat sangat Akrab
__ADS_1
Angga yang merasa kaget pun langsung mengahadap ke arah wanita itu dan bertanya
"Siapa ya? "
"Aduh kok bisa ya kamu lupa sama saya"
"Iya mbak, maaf "
"Saya Tari , anaknya Pak Ansar"
Melihat Angga asyik berbicara dengan seorang wanita Satria pun berteriak
"Woi, baru sampai saja kamu langsung tebar persona" ejek Satria sama Angga
"Apa sih kamu Satria, ini mbak Tari Kakaknya Rian"Jawab Angga sambil menunjuk ke arah Tari
" oh, anaknya Pak Ansar yang kemarin di Batalyon ya"
__ADS_1
Mereka akhirnya saling berbincang-bincang, melihat Angga dan Satria sudah berdiri agak lama, akhirnya Tari mengajak mereka ke asrama orang tuanya.
Tri yang masih sibuk pun ikut menyempatkan diri pergi bersama Angga dan Satria.
"Luar biasa panasnya ya Angga" ujar Satria
"iya "
"Disini itu memang begini Kak, panasnya minta ampun, mataharinya ada sembilan. Hahaha" Sambung Tari
Setelah berjalan melewati Aula, akhirnya mereka sampai di depan asramanya Tari. Setelah duduk di depan asrama, Ibunya Tari pun keluar dan menyapa mereka. Sambil basa basi menunggu suaminya pulang, Ibunya Tari langsung menyuruh Tari untuk membuatkan kopi dan mengeluarkan beberapa kue basah. Tak lama setelah itu, Sosok pria berbadan tegap itupun tiba di asramanya, melihat Angga dan dua kawannya Pak Ansar langsung memberi hormat ke mereka sambil berkata
"Ijin Komandan, selamat datang di pulau perbatasan dan selamat bertugas"
"Siap Pak Ansar" Jawab Angga
Merekapun mulai berbincang sambil menikmati kopi hangat dan kue basah yang di sajikan oleh istrinya Pak Ansar dan anaknya.
__ADS_1