Aulia Dan Cinta Tulusnya

Aulia Dan Cinta Tulusnya
Bab 69 Untuk pertama kalinya


__ADS_3

Tak lama setelah menunggu, Nindi pun tiba dengan dua cangkir kopi yang langsung di suguhkan ke Hakim dan Aulia. Setelah memberikan Kopi Nindi pun mohon ijin untuk keluar dari ruangan Aulia. Aulia dan Pak Bintang pun melanjutkan obrolan mereka. Tak terasa setelah banyak hal yang di bicarakan akhirnya Pak Bintang juga undur diri dari Aulia karena akan menjemput istrinya.


"Saya pamit duluan ya Nona Aulia"


"Iya Pak, Hati-hati di jalan. " Ucap Aulia


Setelah Pak Bintang pergi, Aulia pun mengambil tas dan poselnya. Diapun mengajak Nindi untuk pulang bersama karena ada sesuatu yang akan Aulia berikan untuk Nindi.


"Nindi ayo ikut saya" Ajak Aulia sambil mengunci ruangannya


"Mau kemana bu? " Tanya Aulia


"Ikut saja Nindi"


"Baik bu, saya mau matikan dulu laptop dan mengambil tas saya" jawab Nindi


Aulia dan Nindi pun akhirnya keluar dan langsung ke mobil milik Aulia. Di dalam mobil Aulia pun langsung berkata


"Kita cari tempat makan dulu ya Nindi"


"Oh iya bu, kebetulan saya belum makan dari siang"


''sama kalau begitu, bagaimana kalau ke resto langganan saya? "tanya Aulia ke Nindi


" saya terserah ibu saja, asalkan bukan ke mereka bu"ucap Nindi sambil tertawa


"Ok kalau begitu"


Aulia pun sedikit melakukan mobilnya sebelum lampu merah menyala. Setelah melewati perempatan akhirnya mereka sampai di depan resto langganan Aulia.


Keduannya pun memasuki restoran itu dan menempati tempat duduk yang ada di belakang agar tidak terlalu ramai. Setelah mereka menempati meja makan, seorang pelayanan datang dan menghampiri mereka berdua dengan membawakan buku menu. Lima menit setelah melihat-lihat menu, akhirnya mereka berdua memesan beberapa hidangan. Sementara itu Aulia dan Nindi kembali mengobrol.


"Bu, sebenarnya ada apa sampai ibu mengajak saya? "Tanya Nindi


" Begini Nindi, saya mendengar kabar katanya Kakekmu sedang sakit parah dan membutuhkan biaya yang sangat besar? "

__ADS_1


"Iya bu" jawab Nindi dengan wajah agak sedih


Mendengar hal tersebut adalah benar, Aulia pun memberikan sebuah kartu ATM milikNya untuk Nindi dan berkata


"Ini ada sedikit simpanan saya, Pergunakanlah dengan baik untuk keperluan kakekmu"


"Tapi bu??? "


"Sudah, kamu ambil saja Nindi"


Nindi pun meraih kartu sambil mengucapkan "Terimakasih" untuk Aulia. Setelahnya, makanan yang mereka pesan akhirnya sampai juga dan keduanya langsung menikmatinya.


"Makanlah Nindi, habis itu saya antar kamu ke rumah sakit sekalian saya mau jenguk Kakekmu" ucap Aulia ke Nindi


''iya bu, makasih"


Saat sedang makan tiba-tiba bunyi ponsel Aulia terdengar, Aulia segera meraih ponselnya dan melihat ke layar ponsel itu. Tak pernah di sangka olehnya sebuah notifikasi dari Mobile Banking yang bernilai lima ratus juta.Dalam hatinya Diapun merasa heran karena adanya notifikasi dengan jumlah besar itu


"siapa yang mengirimkan uang itu ya? "


melihat Aulia yang bingung dengan ponselnya Nindi pun bersuara


Aulia yang masih berpikir itupun kaget dengan perkataan Nindi


" Oh iya Nindi, ayo makan lagi"jawab Aulia


Keduanya pun kembali menikmati hidangan masing-masing,namun Aulia masih kepikiran dengan uang yang masuk di rekeningnya. Diapun memerikasa Mobile Banking nya untuk mencari tahu nama si pengirim sambil memasukan makanan ke mulutnya. Akhirnya kedua atasan dan bawahan itu selesai dengan acara makan mereka. Selanjutnya Aulia pun memanggil pelayan untuk meminta bill dan membayar tagihan makanan yang sudah mereka pesan tadi. Selesai membayar dengan barcode, keduanya pun segera meninggalkan restoran tersebut dan mengemudi ke arah rumah sakit di mana kakeknya Nindi di rawat.


"Sebelum ke rumah sakit kita singgah sebentar di mini market ya Nindi" ucap Aulia


"Baik bu" jawab Nindi


Keduanya pun akhirnya tiba di depan mini market dan Aulia segera masuk ke dalam mini market untuk membeli beberapa kebutuhan untuk di bawah ke rumah sakit. Sedangkan Nindi membantunya membawa barang-barang belanjaan Aulia.


"Bu, kok belanjanya banyak sekali" Tanya Nindi karena Heran dengan belanjaan Aulia

__ADS_1


"Iya, saya sengaja membelinya dengan jumlah yang banyak agar stoknya bisa lama untuk di pakai" Jawab Aulia


"Tapi kok ada bahan-bahan untuk orang tua yang sudah lanjut usia bu? tanya Nindi lagi


" Inikan untuk kakekmu Nindi"Jawab Aulia kembali


"Tapi bu, ibukan sudah kasih saya uang terus sekarang ibu belanja banyak juga untuk kebutuhan kakek saya. Ibu saya sungguh tidak tahu mau berterima kasih dengan cara apa lagi" ucap Nindi sambil meneteskan air mata


Aulia pun meraih tangan Nindi dan berkata


"Untuk pertama kalinya saya membantu staf juga sebagai teman ke kamu Nindi. Saya harap kamu dan keluargamu menerimanya" jelas Aulia sambil memeluk Nindi.


Setelah melewati beberapa perempatan akhirnya mereka tiba di rumah sakit tersebut. Keduanya pun langsung turun dari mobil dan membawa barang-barang yang sudah di belikan oleh Aulia.Sampai di ruangan Kakeknya Nindi, Aulia pun segera melihat kondisi Kakek pegawainya itu. Karena Merasa kasihan dengan kondisinya Aulia pun menyuruh Nindi untuk memanggil dokter karena ingin memastikan jadwal operasi Kakeknya Nindi. Nindi pun segera keluar dari ruangan itu dan mencari dokter yang akan mengoperasikan kakeknya. Tak lama kemudian, Nindi pun masuk bersama seorang dokter laki-laki yang sangat tampan. Aulia pun segera mendekati dokter itu dan mulai berbicara. Akhirnya dokter pun menjelaskan semuanya ke Aulia. Mendengar perkataan dokter Nindi mulai merasa senang, karena akhirnya kakeknya akan di operasi besok sore.


"lebih cepat lebih baik kan dok? " Tanya Aulia


"Iya bu" Jawab dokter Tampan itu


"Soal biayanya semua saya sudah berikan ke teman saya Nindi"Ucap Aulia


"Anda baik sekali Nona, karena telah membantu teman anda" seru dokter tampan itu


"Begitulah manusia dokter harus saling tolong menolong, saya merasa iri dengan Nindi karena dia masih bisa melihat, merawat dan menjaga kakeknya. sedangkan saya sampai sekarang tidak pernah tahu dengan kondisi kakek dan nenek saya" Jelas Aulia dengan wajah yang sedikit sedih


"Jangan bersedih Nona cantik, tapi kalau boleh tahu siapa nama Anda? " ucap Dokter itu


"Aulia"Jawabnya


" wow Nama yang indah seperti orangnya juga"Puji dokter tampan itu


"biasa saja dokter" jawab Aulia


"Saya Hendry" Sambil mengulurkan tangannya ke arah Aulia


Keduanya pun berjabat tangan pertanda perkanalan pertama resmi. Nindi yang melihat keduanya hanya tersenyum, karena Dia tidak pernah menyangka kalau atasanya itu ternyata seorang wanita yang sangat baik dan cantik juga. Setelah dokter Hendry berkenalan dengan Aulia, Dokter tampan itupun pamit dan meninggalkan ruangan kekenya Nindi di rawat karena masih mau melakukan pengecekan untuk pasien yang lainnya. Melihat dokter Hendry sudah pergi, Nindi segera mendekati Aulia dan berkata

__ADS_1


"Bu,makasih banyak atas semuanya ya, Nindi tidak bisa membalas semua yang sudah ibu berikan, namun Nindi berdoa semoga semua yang ibu Aulia kerjakan dan usahanya selalu Tuhan lancarkan "


Aulia yang mendengar perkataan Nindi langsung tersenyum dan memeluknya.


__ADS_2