Aulia Dan Cinta Tulusnya

Aulia Dan Cinta Tulusnya
Bab 46 Kecurangan


__ADS_3

Tepat dua minggu sudah , akhirnya Aulia sudah bisa kembali berjalan dengan normal.Pagi itu Aulia memutuskan untuk kembali bekerja,namun Mama dan Papanya belum mengijinkan.


Dering ponsel Aulia pun berbunyi memecahkan keheningan saat mereka sedang Sarapan bersama,Dia segera menjawab Panggilan itu.


"Halo ,selamat Pagi,ada yang bisa di bantu?"tanya Aulia


"Halo Bu Aulia,saya Lucia Wulandari cucu dari Korban tabrakan kemarin.Saya ingin meminta bantuan anda bisa bu?"


"Oh iya,bisa!"


"Ok bu makasih,apa kita bisa ketemuan bu?Nanti saya carikan tempat untuk pertemuan kita"


"Baiklah,tentukan waktu dan tempatnya saya akan kesana" Jawab Aulia dan langsung memutuskan panggilan tersebut.


Tak lama kemudian masuklah sebuah pesan teks dari Lucia


Ting...


\=Bu,Kita bertemu di Seven Eleven Cafe and Resto ya jam Sembilan nanti.


\=Ok,saya siap-siap dulu.


Aulia segera meminta ijin dari kedua orang tuanya,walau berat hati untuk mengijinkan,namun mereka juga tidak bisa melarang anak mereka karena itu ada Tugas dan kewajibannya sebagai seorang pengacara.


"Nak,kamu harus hati-hati ya"


"Iya ma,Aulia pasti akan jaga diri baik-baik"


Aulia seger masuk ke kamarnya untuk bersiap-siap.Satu jam kemudian Aulia keluar dari kamarnya dengan sangat menarik memakai setelan blaser dan celana panjang hitam.


"Wow,cantiknya anak Papa dan Mama"ucap Papanya


"Makasih banyak Pa,Ma! Aulia langsung berangkat ya?"

__ADS_1


"Iya Nak,hati-hati di jalan"


Diapun keluar dari apartemen dan langsung menuju ke area parkiran untuk menunggu taksi.Tidak lama dari itu,Taksi yang Aulia order telah tiba,dan langsung membawanya menuju ke titik tujuannya.Sepanjang perjalanan menuju ke Cafe ,Aulia Tak sengaja melihat orang yang sedang duduk di halte .Dia segera meminta Supir taksi untuk berhenti di depan halte tersebut.Setelah sampai,Aulia langsung turun dan menghampiri seseorang yang duduk tadi.


"Raka?"Tegur Aula


Mendengar suara itu si Pria yang tadinya bingung menghadap ke arah suara yang memanggil namanya.Sungguh Dia sangat kaget melihat sosok Aulia yang sudah sangat cantik ada di depannya.Basa-basi pun terjadi,namun karena mengingat ada temu dengan klien Aulia seger mengajak Raka untuk pergi bersamaan.Raka juga langsung mengiyakan ajakan tersebut.Keduanya pun masuk ke dalam taksi dan pergi.Lima belas menit berlalu,akhirnya mereka sampai di cafe tersebut.Tak lupa juga Aulia membayar ongkos taksinya,kemudian Aulia dan Raka segera masuk ke dalam cafe dan mencari Lucia Wulandari ,dari Pojok Cafe Nampak Lucia Wulandari duduk Sendirian sambil melihat-lihat ke arah Pintu masuk cafe.Aulia segera meraih Ponselnya dan menghubungi Lucia Wulandari untuk memastikan kalau Dia sudah berada di dalam Cafe.


"Halo Bu"


"Halo juga Nona Lucia,Apakah anda sudah berada di cafe?"


"Iya bu, saya ada di meja 13"


"ok saya merapat ke situ"


Aulia dan Raka segera menghampiri Lucia yang sedari tadi duduk menantikan mereka.Tegur sapah dan perkenalan pun terjadi saat mereka terkumpul bersama di meja 13.Lucia Wulandari pun menawarkan buku menu kepada Aulia dan Raka agar bisa menentukan menu sesuai selera masing-masing.Setelah selesai memesan mereka pun berbicara sesuai maksud dan tujuan Lucia Wulandari,sambil menunggu menu hidangan yang telah di pesan.


"Jadi bagaimana bu,apakah bisa Anda membantu Saya dalam sidang Nanti?"tanya Lucia Wulandari ke Aulia


"Baik bu,maaf sebelumnya saya belum tahu kalau ibu mengalami kecelakaan"


"Tidak apa-apa Nona Lucia Wulandari "


Setelah berbicara kurang lebih dari setengah jam,Menu hidangan pun telah datang di bawakan oleh para pelayan.Mereka bertiga kini menghentikan pembicaraan dan menikmati hidangan yang sudah tersedia di atas meja.


"Bagaimana dengan Stella,Nona Lucia Wulandari?apakah benar Dia sepupu Anda?"


"Ya Bu,memang benar Stella sepupuku.Namun dia mencurangi kami pihak keluarga karena saat itu kami membutuhkan uang untuk biaya berobat,makanya dia menjebak Kakek dan nenekku sehinggah mereka harus mengalami kecelakan tersebut''jelas Lucia


"Kamu benar sekali,oleh karena itu sebelum aku mengalami kecelakan aku sempat ke Rumah sakit untuk meminta keterangan para korban,namun saat itu mereka belum siuman."


Semua informasi di berikan Lucia untuk Aulia sampai makanan mereka habis dan masih melanjutkan dengan pembicaraan yang lebih panjang.Sedangkan Raka hanya menjadi pendengar yang baik dan setia tanpa memberikan komentar apapun,karena Raka sangat menikmati makanan yang tersajikan.

__ADS_1


Setelah menghabiskan waktu selama dua jam di cafe,Aulia berpamitan dengan Lucia untuk ke Kantor.Lucia pun menawari Aulia untuk mengantar mereka ke kantor,namun Aulia menolaknya karena Dia akan membawa Raka juga.Mereka bertiga pun berpisah di depan cafe,Aulia dan Raka melanjutkan perjalanannya ke kantor dengan menggunakan Taksi.


Sesampainya di kantor,Aulia mengajak Raka masuk ke ruangan dan mereka mulai mengobrol soal kehidupan Raka yang kini telah berubah drastis .


"Bagaiamana bisa kamu Jadi begini Raka?"


Raka pun mulai menjelaskan semua kejadian yang telah menimpahnya,Sehinggah membuat Aulia merasa makin Iba dengan kondisi Raka .


"Dulu aku melakukan Investasi yang sangat besar,namun aku di tipu oleh temanku,Sehingga aku dan Perusahaan Ayahku mengalami kebangkrutan yang sangat dasyat Aulia"


"Terus temanmu itu kemana?"


"Dia melarikan diri ke luar negeri dan sampai sekarang menjadi buronan Polisi"


"Kamu yang sabar ya,lalu apa rencanamu kedepannya Raka?"


"aku mau coba untuk melamar pekerjaan dulu kalau ada lowongan"


"Bagaimana kalau kamu Masuk di kantor temanku Nara,kebetulan Dia punya kantor Notaris milik sendiri.Kamu Masih ingatkan Wanita tomboy di kampus?"


"Oh iya aku ingat Kim Nara kan?"


"ya benar sekali,aku coba untuk menghubungi Nara dulu kalau begitu"


Aulia pun meraih ponsel dari dalam Saku tasnya dan mencoba menelpon Nara.Setekah tersambung Aulia pun mengutarakan maksdunya dan Nara pun mengiyakannya .


"Gimana Aulia?"Tanya Raka dengan wajah penuh pengasihanan


"Nanti Nara akan ke sini,kamu akan berbicara langsung dengan Nara ya "


"ok terimakasih Aulia"


"Kalau kamu mau istirahat,silakan pergi ke sofa saja biar kamu bisa rebahan sambil menunggu kedatangannya Nara"ujar Aulia

__ADS_1


Raka pun pergi ke sofa dan merebahkan tubuhnya ke atas sofa itu . Sedangkan Aulia melanjutkan pekerjaannya.Di sela-sela berkas yang Aulia sedang telusuri,Aulia menemukan suatu hal yang aneh dengan berkas dari pihak rumah Sakit,Diapun segera memeriksanya dengan teliti dan Ya benar adanya hasil laboraturium itu di palsukan oleh orang-orang yang tidak memiliki hati nuranu.


"Mereka melakukan kecurangan lagi,tapi siapa yang berani berbuat begitu,kasihan korban hanyalah rakyat kecil" Batin Aulia


__ADS_2