Aulia Dan Cinta Tulusnya

Aulia Dan Cinta Tulusnya
Bab 71 Terjebak dengan Masa Lalu


__ADS_3

***


Pulau perbatasan


Angga yang sudah sebulan di tempat tugasnya, Tak sengaja bertemu dengan sang mantan kekasih yang menjadi dokter Nusantara Sehat di pulau yang sama dengannya.


"Kapten Angga? "Sapa Dr. Selin


Angga pun menoleh ke arah suara itu dan menjawab sapaan dari wanita yang menggunakan baju putih di depannya


" Dr. Selin. Tasya? Apa kabar? Tanya Angga


"Aku baik, lihatlah sekarang"jawab Selin dengan nada rada sedikit sombong


" Baguslah"Jawab Angga


"kamu sudah tugas disini ya Angga? "


"Iya Dr. Selin. Saya disini karena Satgas"


"oh begitu ya"


"iya" jawab Angga singkat


"Kalau begitu aku pergi dulu ya Angga, soalnya ada pasien di puskesmas yang mau saya tangani " jelas Selin


"Baiklah, saya juga kebetulan mau patroli dengan beberapa anggota saya. Selamat Malam dokter Selin"


Angga pun berjalan meninggalkan Selin dan melanjutkan langka kakinya menuju pos. Sedangkan Dokter Selin menggunakan sepeda motor bersama dengan rekan susternya. Saat sudah sampai di puskesmas, si perawat langsung bertanya sama dokter Selin


"Dok, tadi itu siapa ya? "


"Oh, teman Saya itu namanya Kapten Angga. memangnya kenapa Nadya? "


"Wow, Ganteng ya trus perwira juga"


"Ah kamu bisa saja Nadya, ayo masuk kita lihat pasiennya"


Kedua gadis itu segera masuk ke dalam ruangan pasien, dan tanpa di sangka pasien tersebut kebetulan adalah anak buahnya Angga


Sersan Brayen, namun yang mendampingin Brayen adalah Satria kebetulan masih mengenal Dokter Selin.


"Selin? " Sapa Satria


"Satria??? Apa ini kebetulan atau bagaiamana? tadi di jalan aku ketemu Kapten Angga sekarang aku ketemu kamu juga. " jelas Selin


"Iya Selin, kita di tugaskan di sini selama sembilan bulan"


"oh begitu ya, terus Yang berbaring itu sakit apa ya Satria? "

__ADS_1


Saat Dokter Selin mengucapakan itu, seorang perawat langsung mendekati nya dan memberikan laporan kondisi pasien tersebut. Dokter Selin pun melihat hasil pemeriksaan itu dan segera memerintahkan perawat tersebut untuk mengambil peralatan dan obat untuk meng infus si pasien. Sementara menunggu si perawat, Nadya pun mulai genit dengan Kapten Satria. Dia terus menggodanya dan Satria hanya bisa tertawa dengan gadis kecil manis yang lucu itu.


"Nadya, jaga sikap mu" tegur Dokter Selin


"Iya dokter" jawab Nadya


Peralatan pun tiba dan mereka pun memasukkan cairan infus ke vena Sersan Brayen.


"Sersan Brayen jangan terlalu banyak bergerak ya, nanti berdarah tangannya" ucap Si perawat


"Iya Sus" jawab Sersan Brayen


Setelah memberikan cairan infus dan obatnya mereka pun pamit, sedangkan Satria dan Selin masih berbicara di dalam ruangan pasien.Di saat dokter Selin masih mau bicara panjang lebar dengan Satria, muncul salah seorang anggota pos Satria.


"Ijin Kapten, Saya di tugaskan untuk menjaga Sersan Brayen"


"oh Baiklah. Kalau begitu Saya pergi dulu" ujar Satria sekalian pamit dari dokter Selin


Satria pun meninggalkan puskesmas tersebut dan kembali ke Pos karena waktu sudah larut malam. Hanya butuh waktu lima menit Satria sudah sampai di depan pos mereka, terlihat Angga dan beberapa anggotaasih duduk asyik di Gazebo sambil memainkan gitar dan minum kopi. Satria pun menghampiri kumpulan tersebut.Para Anggota yang melihat kedatangannya pun langsung berdiri dan memberi hormat serta mempersilakan Satria duduk.


"Sun, tadi aku ketemu Selin" Ucap Satria memulai pembicaraan


"Iya, sun. Aku pas habis patroli tadi bertemu dengannya juga " jawab Angga


Tiba-tiba salah satu Anggota pun merespon menambahkan cerita agar lebih jelas.


"Ya benar Kapten, tadi saat mau kembali ke pos kami sama Kapten Angga bertemu dengan dokter bakal bidadari dan temannya juga" ujar nya


Mendengar penjelasan Satria, para Anggota pun langsung meminta maaf karena sudah mengusik masa lalu Kapten Angga


"Siap salah Kapten, kami tidak tahu kalau itu mantannya Kapten"ucap mereka


" tidak apa-apa, mungkin belum jodoh saya, dan saya bersyukur atas kejadian tersebut, saya bisa ambil hikmahnya dan mengetahui Dokter Selin tipe wanita seperti apa"jelas Angga


"Terimakasih Kapten, Ijin Kapten kami mau duluan masuk ke barak"


"ok, baiklah"


Setelah beberapa anggota pergi, kini hanya tersisa Angga dan Satria yang masih asyik membahas soal Dokter Selin. Tiba-tiba bunyi Ponsel Satria berdering, Diapun meraih ponsel itu dan melihat ada panggilan dari Hana. Saat itu juga Satria langsung menjawab panggilan tersebut.


"Ya Halo Hana? "


"Halo Satria, kok tumben bisa di hubungi? sudah sebulan ini tidak ada kabar dan berita? "


"Maaf Hana, disini perbatasan dan signalnya tidak ada karena kemarin pas kita sampai tower di tempat kami bertugas sedang dalam perbaikan. Jadi baru sekarang bisa kasih kabar" jelas Satria


"Kasihan ya? "ledek Hana


" Begitulah Hana, resiko jadi seperti kami, siap di tempakan di mana saja dan kapan saja"Ucap Angga Menyambung perbincangan mereka

__ADS_1


"Hmmm.. by the way kalian semua baik-baik saja kan? tanya Hana


" iya Hana, kita semua sehat"


"Baguslah kalau begitu."


"Terus kamu sekarang lagi di mana Hana, tumben ribut? "


"Ini lagi makan bakso sama Aulia dan Nara"


Di seberang telepon Hana pun merubah panggilan WhatsApp menjadi video call agar bisa melihat walau hanya lewat video call saja.


Namun Aulia dan Nara yang sibuk dengan bakso favoritnya mereka tidak memperdulikan Hana yang sedang berbicara.


"Ok lah Hana, kalau begitu sudah dulu ya. Aku sama Angga mau masuk duluan"


***


mess Dokter Selin


"Angga kok semakin Tampan ya"ucapan itu keluar dari mulutnya secara tidak sengaja.


" Dokter Selin...


dokter Selin... "Panggil seroang perawat


Panggilan tersebut membuyarkan lamunan Selin dan dengan gugup diapuan menjawab


" Iya ada apa Nadya? "


"Ayo tidur dokter ini sudah larut malam"


"Iya Nadya"


Setelah melihat Nadya tertidur, Dokter Selin pun keluar dari kamar dan duduk di depan teras mess mereka sambil memainkan layar ponselnya. Tiba-tiba Dia teringat dengan Angga dan mengajaknya untuk bertemu karena merasa bosan selama ini tidak pernah keluar dari Mess. Tidak sampai berapa menit Angga pun menjawab panggilan dari Selin. Mereka berdua akhirnya membuat janji untuk bertemu di pantai dekat dengan Pos mereka. Angga yang hanya memakai stelan baju tidur akhirnya tiba lebih dulu di lokasi sesuai janji mereka. Tak lama menunggu akhirnya Selin juga sampai. Keduanya pun saling berbicara dan saling meminta maaf. Namun ketika mau kembali karena malam itu udaranya lu dingin, tiba-tiba Dokter Selin terjatuh dan untungnya Angga cepat menangkapnya jadi Selin terjatuh tepat di bahu Angga dan adegan pelukan pun terjadi. Saat Selin dalam pelukan Angga, tak di sengaja Selin mendekatkan wajahnya di depan wajah Angga dan hampir mau berciuman denganya. Namun Angga segera mendorong badan dokter Selin agar tidak terjadi seperti hal barusan . Selin yang melihat perubahan pada Angga masih tidak percaya karena setahu Dia, Angga adalah pria yang sangat mencintainya.


"Ayolah Angga, Selin merayunya kembali"


"Sorry Selin" Jawab Angga


namun saat sedang berkata ,tiba-tiba Selin mendaratkan sebuah kecupan di bibir Angga dan Angga yang mendapatkan Serangan tersebut masih menolak, tapi Selin Langsung mencengkram kepala Angga dan menarik kerah bajunya dengan tangan kirinya. Suasana di pantai kini telah menjadi lebih indah, rembulan pun memancarkan sinarnya. Angga yang kini meraskan pagutan Selin, akhirnya menyandarkan Selin di sebuah batu dan berkata


"Kita sudah punya kehidupan masing-masing Selin, tapi kenapa kamu begini lag"


"Aku tidak bisa melupakan semua tentang kamu Angga, Karena kamu dulunya yang membuat aku merasakan sesuatu yang indah dan sekarang aku menginginkan itu kembali" jelas Selin


"Jangan Selin, aku tidak ingin" Angga terus menolaknya


Akan tetapi Selin sudah membuat gerakan-gerakan tambahan sehingga menyentuh Area tubuh Angga yang vital dan membangunkannya. Angga pun tidak bisa menahan rayuan Selin, dan akhirnya Dia melayani wanita tersebut.Tapi ketika mereka sedang Asyik melakukan pagutan tersebut, tiba-tiba ponsel dokter Selin berdering dan itu adalah Panggilan dari suster Nadya yang mengatakan bahwa ada pasien kecelakaan baru masuk di IGD. Selin pun segera terhenti dan langsung pergi meninggalkan Angga dan berkata

__ADS_1


"Malam ini tidak bisa di teruskan Kapten Angga, tapi bisa dengan malam selanjutnya. Jangan kamu pikir bisa lolos dari dokter Selin" Sambil menunjuk ke arah Kapten Angga


Angga hanya bisa berguman melihay Si Selin pergi, dalam hatinya Dia merasa lega karena hampir saja. Namun Dia sedikit kecewa dengan dirinya karena telah terjebak dengan wanita di masa lalunya


__ADS_2