Ayah Aku Mau Ibu

Ayah Aku Mau Ibu
Hadiah untuk Darren


__ADS_3

selamat membaca


Walaupun ana sudah diberi kebebasan bermain dengan Darren tetap saja tidak membuat hatinya tenang,rasa takut dan tidak nyaman itu tetap dia rasakan terhadap ayah sang bocah.


Tatapan dingin itu tetap dia dapatkan setiap kali mereka bertemu baik di sengaja ataupun tidak.


Rasa cinta ana terhadap Darren tidak ada yang berubah malah semakin besar semenjak Darren sakit ,dia merawatnya layaknya seorang ibu pada anaknya dan menemaninya bermain setiap pulang kerja sesuai permintaan Darren.


Rasa bahagia karena Tante Nana nya sudah kembali menemaninya bermain membuat proses penyembuhannya semakin cepat.


"Pada saat jam istirahat Ana mendapatkan pesan singkat dari Daniel.


Ana pulang kerja nanti ikutlah denganku,kita pulang sama-sama dan temani aku membeli hadiah untuk Abang.isi pesan Daniel.


*baik pak balas Ana.


*Tunggu saya di halte dekat kantor .


Kok tumben pak Daniel ngajak pulang bareng sejarahnya belum pernah pikirnya,oh ya lupa kata nya tadi mau beli hadiah untuk si Abang kan ya ?


berpikir positif.


***********


Jam 5 sore tak terasa sudah saatnya jam pulang kantor ,satu persatu orang meninggalkan gedung pencakar tersebut menuju rumah mereka masing,masing.Ada yang naik mobil,sepeda motor,ojek online dan sebagian ada juga yang menunggu bus di halte.Seperti Ana saat ini bedanya dirinya bukan menunggu bus tapi menunggu atasanya yang mengajak pulang bersama dirinya.


Tin..tin...


terdengar suara klakson mobil tidak jauh dari tempat ana menunggu saat ini,tidak perlu ditanya lagi dia sudah hafal plat mobil itu dan tau siapa pengemudinya.Dengan langkah cepat dia menuju mobil tersebut takut jadi tontonan orang apalagi masih banyak karyawan kantor yang berlalu lalang . Membuka pintu penumpang dibelakang,belum sempat Ana masuk terdengar suara bariton dengan nada tegas dari depan .


"Apa kau ingin menjadikanku supirmu saat aku membawa mobilku sendiri?


duduk di depan! Titahnya.


"Oh baik pak maaf ucap Ana tergagap.


Ana pun langsung menutup pintu yang sempat dibukanya tadi dan masuk dikursi depan.


"Menurutmu apa hadiah yang cocok untuk si Abang?aku ingin membeli sesuatu padanya tanya Daniel dalam perjalanan menuju salah satu mall untuk mengusir kecanggungan diantara mereka.


"Bapak mau mobil-mobilan atau robot?tanya Ana dengan hati-hati.

__ADS_1


"Apa saya ini terlihat begitu tua sekali sehingga kau harus memanggilku bapak? Aku bukan bapakmu ucap Daniel menahan geram .Hampir saja dia emosi dan akan membentak Ana jika tak mengingat saat ini dirinya butuh bantuan gadis yang ada disampingnya ini.


"Jadi saya harus memanggil bapak apa? tanya Ana bingung,lagi pula itu kan cuma masalah sepele. Karena dia atasannya supaya terlihat sopan satu,yang kedua tak selamanya sebutan pak itu berarti sudah tua,dasar kuno,norak umpat Ana dalam hati.


"Terserah yang penting jangan bapak,dan ya jangan coba-coba memaki saya dalam hatimu itu.


"What? kok dia bisa tau jangan -jangan dia ini psikolog atau bahkan seorang cenayang lagi batin Ana ngeri sendiri.Mana berani saya pak jawabnya,kalau saya panggil Mas saja gimana pak? apa bapak keberatan?


"Itu juga bisa jawab Daniel dengan muka cuek,jangan salah dalam hatinya terbesit sedikit kebahagian dengan panggilan baru Ana padanya tentu saja dia tak menunjukkan ekspresi apapun selain muka datarnya.


Sesampainya di mall mereka berdua langsung menuju tempat penjualan mainan anak,dan setelah lama memilih akhirnya Daniel mengikuti saran Ana untuk membeli mobilan remot kontrol .Bungkus yang ini aja mbak ucap Ana dikasir ,dan Daniel memberikan kartunya pada ana sebagai kode untuk membayar.


"Apa ada sesuatu yang ingin kamu makan biar kita belikan tanya Daniel basa basi".


"Saya memang ingin makan sesuatu tapi bukan dijual disini Mas jawab Ana.


"Lalu jual di mana ?


"Sate di pinggir jalan, kita kalau mau pulang biasanya lewatin jualanya kalau tidak keberatan apa kita boleh singgah sebentar nanti mas?


gak lama kok dibungkus aja makan dirumah ucap nya.


"Terimakasih mas,ingat Ana dia cuma mau balas budi batin ana.


Sesuai janji Daniel tadi mereka mampir di jalan untuk membeli sate sesuai yang ana inginkan,mereka membeli 10 bungkus untuk di bawa pulang kerumah tentu saja yang bayar sultan yang ada di sampingnya ini.


"Saya ingin kamu yang memberikan mobilan itu pada Darren katakan itu kamu yang beli sendiri sebagai hadiah titah Daniel di jalan.


"Kenapa begitu pak eh mas maksudnya ,sudah jelas yang beli ini tadi kan Mas pakai uang sendiri kok malah bilang saya yang beli sendiri?tanya ana bingung.


"Karena kalau kamu bilang itu kamu yang beli dia akan sangat bahagia,dan kalau saya bilang itu saya yang beli dia akan bersikap biasa saja .Itulah perbedaanya nona Ana apa sekarang kamu mengerti?


"Tapi pak eh salah Mas maksudnya....


"Sudah tidak ada tapi-tapi kamu tinggal nurut saja tidak perlu crewet.


"Baiklah,mengalah.


Sesampainya dirumah Ana terlebih dahulu masuk yang disambut pelukan dan senyum secerah mentari pagi oleh Darren,dan dibelakang ana menyusul kedatangan Daniel.


Ana menyembunyikan hadiah yang dibawanya dibelakang punggungnya sementara tangan kanannya memeluk Darren.

__ADS_1


"Hallo Abang jagoannya Tante Nana sapa Ana.


"Tante lama kali pulangnya hari ini, dari tadi Abang tungguin loh,biasanya kan cepat ucapnya mengomel dengan memanyumkan bibirnya.


"Oiya? jadi Abang gak istirahat dikamar tanya ana.


"Enggak,Abang rindu mommy jadi Abang tunggu mommy pulang kerja disini jawabnya.


"Oh manisnya maaf ya udah buat Abang nunggu lama,sebagai gantinya Tante punya sesuatu untuk Abang coba tebak apa?


"Hadiah? mommy beli kasih Abang hadiah? tanya Darren dengan wajah riang.


"Ini dia hadiahnya Tante beli kasih abang mobilan baru ,ayo kita buka di sofa aja ajak Ana.


"Wao bagus banget thank you Momy emuahh ucapnya riang sambil mencium pipi ana.


"Darren sayang banget sama mommy ,sayangnya itu besar segini sambil memperagakan kedua tangannya bahkan lebih besar lagi .Ini pasti mahal, mommy memangnya sudah ada uang? Darren gak mau nyusahin mommy,Darren mau buat mommy bahagia biar mommy gak pergi lagi.


"Tante ada uang karena Tante baru gajian sayang,jadi bisa beli hadiah untuk Abang jelasnya.


"Makasih mom,Darren sayang Mommy banyak-banyak.


"Dad lihat Abang ada mainan baru bagus kan? mommy yang beli Lo ucapnya memamerkan bungkusan mainanya.


"Jadi Abang cuma sayang sama Tante Nana? Daddy gak ? sok merajuk .


"Sayang Daddy juga tapi lebih sayang Tante Nana jawabnya.Ana dan Daniel saling pandang ,Daniel mengangkat kedua bahunya untuk mengatakan benar bukan dia sangat bahagia.


.


.


.


.


.


Jangan lupa dukung author kasih like ,vote


dan tulis komentar kalian , favoritkan juga ya ya.

__ADS_1


__ADS_2