
Hai aku kembali lagi semoga suka ya dengan alurnya.
Selamat membaca...
Aliana pulang ke kosan temannya dengan perasaan yang begitu bahagia, dia sudah tidak sabar ingin membagi cerita kebahagiaanya dengan Rose.
Aku berjanji saat gajian pertamaku nanti aku akan memberikan teraktiran makan gratis untuk gadis itu janjinya dalam hati.
Pekerjaan sudah dapat, tinggal mencari kosan untuk tempat tinggal tapi yang tidak jauh dari kantor. Ahh tunggu Rose pulang saja dulu setelahnya kami akan berdiskusi mencari jalan keluarnya kebetulan esok hari Minggu jadi dia libur dan bisa menemaniku mencari kosan yang agak murah pikirnya.
Sore harinya
Tok.. tok.... tok
Suara pintu kamar diketok dari luar, karena kamar terkunci. Aliana membuka pintu kamar dan ternyata yang datang adalah Rose.
Begitu pintu dibuka belum lagi Rose meletakkan tas yang dibawanya, Ana langsung memeluk dirinya tanpa aba-aba membuat dirinya sedikit oleng kebelakang. Ana memeluknya dengan sangat erat untuk meluapkan rasa bahagianya yang tak terjabarkan.
"Na, lepas nggak aku bisa mati sesak nafas kalau begini! Perintah Rose dengan ngosngosan.
"Eh.. Iya maaf-maaf gak sengaja habisnya aku tuh lagi senang banget, kamu tau nggak........?
"Enggak jawab Rose memotong ucapan Ana.
"Belum selesai ngomong tau, kamu tau gak Rose aku di terima bekerja di perusahaan A.
"Seriusan?
"Iya. Begitu interview langsung diterima dan hari senin sudah bisa langsung bekerja, ahhhhhh... Senangnya hati ini karena Tuhan sudah menjawab doaku dan memberikan aku kemudahan jalan, mudah-mudahan kedepanya semuanya berjalan lancar tak ada hambatan.
Amin ucap mereka bersamaan.
"Karena setiap usaha tidak akan menghianati hasil ingat itu, ucap Rose.
"Iya kamu bener banget Ros.
...****************...
"KEESOKAN HARINYA 🌞
__ADS_1
Sehabis sarapan mereka berdua langsung mandi dan berganti pakaian santai untuk keluar rumah tapi masih tetap enak di pandang mata.
Jam 10 pagi mereka mulai mengelilingi gang demi gang yang sekiranya banyak kos-kosannya. Sudah 3 rumah kosan yang mereka datangi, tetapi tidak cocok dengan tempatnya .Terlihat begitu sangat jorok seperti tak pernah di bersihkan.
Merasa belum cocok mereka berlanjut ke gang yang lain, lagi -lagi tidak cocok karena menurut Aliana harga kamar kosnya terlalu mahal.
Karena keduanya sudah lelah dan jam juga sudah menunjukkan waktunya untuk makan siang, mereka memutuskan istirahat sejenak sembari mencari warung untuk makan.
Iseng-iseng mereka berdua berjalan di sebuah gang yang bertuliskan gang Melati, di gang ini mereka banyak melihat rumah -rumah besar dan bertingkat dengan corak cat yang unik-unik dan beragam.
" Lumayan Na buat cuci mata" kelakar Rose di sela langkah mereka sambil tertawa.Kayaknya gang ini penghuninya orang-orang kaya semua ya Na?, lihat deh rumahnya aja bertingkat semua tuh? Ucap Rose menunjuk sekitarnya.
"Mungkin kali" Jawab Ana.
Awalnya mereka tidak engeh sama sekali sampai Rose memutar badannya kembali menghadap kebelakang dan hal yang tak terduga mereka lihat, dimana di sebuah rumah minimalis tapi tetap terlihat mewah dari luar di depan pagarnya bertuliskan
"Menerima anak kos khusus Cewek".
"Na... Na... Na.... Lihat deh ini rumah menerima anak kos cewek, coba kita bel rumahnya siapa tau masih ada yang kosong .Pasti enak tuh tinggal disini lingkungannya asri dan bersih! Rose berceloteh.
"Pasti harga kamar kosnya mahal lihat aja rumahnya besar gini.
Is kau ini coba aja dulu begok siapa tau jodoh kan?
"Ia deh, iya bawel lo". Dan akhirnya Ana pun memberanikan diri menekan bel yang ada di luar pagar, Bel pertama pemilik rumah langsung keluar.
Seorang wanita paruh baya yang Ana perkirakan saat ini sudah menginjak kepala 40 tahunan keluar dari rumah dengan senyuman manis yang terukir di bibir nya.Masih terlihat muda dan cantik saat dia berjalan mendekat.
"Mau cari siapa Nak? Tanya sang ibu dengan ramah.
"Ini buk saya lihat ada tulisan menerima anak Kos disini, kebetulan saya lagi cari kos-kosan apa masih ada kamar yang kosong? Tanya Ana dengan sopan.
"Kebetulan kamarnya lagi kosong, dua minggu yang lalu ada 2 orang yang nempatin tapi mereka pindah karena pekerjaan mereka di pindah tugaskan keluar kota katanya, jawab sang ibu tanpa menghilangkan senyum di wajahnya di hadapan Ana.
"Oh gitu ya buk, saya mau tanya kira -kira harga sewanya perbulan berapa ya buk?
"500 rb /bln.
"Kan apa kubilang pasti mahal bisik Ana di telinga Rose.
__ADS_1
"Hehe Apa gak bisa di kurangi lagi buk soalnya uang teman saya ini kurang buk, udah gitu dia juga baru datang dari kampung mau melamar kerja di kota ini cerocos Rose seperti rel kereta api saja.
"Emangnya kamu punya uang berapa nak? tanya sang ibu kembali pada Ana. Ada binar lain dalam pandangannya terhadap Ana akan tetapi hanya dia yang tau apa arti pandangan itu.
"Saya punya uang cuma 400 rb buk karena niatnya memang mau cari kosan yang harganya segitu aja paling mahal jelas Ana. Tapi kayaknya gak usah deh buk gak jadi, kami permisi.
"Loh kenapa? Kemari lah, kemarikan uangmu. Khusus untukmu seorang Ibu berikan harga seperti yang kau mau, melihat dari cerita temanmu tadi bahwa kamu pemula di kota ini ibu memberimu diskon 100 rb dan menerimamu di sini.
Sekarang ayo masuk lihat-lihat dulu kamarnya sebelum kamu pindah kesini.
"Serius ini buk? Tanya Ros merasa tak percaya.
"Serius buk? nanti ibu rugi loh,tambah Ana yang merasa keberuntungan kembali berpihak padanya.
"Ya iya ,ibu serius. Masak becanda,ayo masuk lihat-lihat dulu.
Ketiganya masuk kedalam rumah dan mereka di ajak melihat-lihat kamar yang akan Ana sewa.
"Oiya kapan rencananya nak Ana akan pindah ke sini tanya si Ibu kembali setelah mereka keluar dari kamar itu .
"Secepatnya Buk jawab Ana dengan nada sungkan setelah melihat luas dan isi kamarnya. Ini kamar besar dan luas banget bu kasurnya juga sudah ibu lengkapi, ibu yakin gak masalah dengan harga segitu saya jadi tidak enak bu tutur Ana. Apa gak sebaiknya dibatalin aja buk?
Saya cari di tempat lain saja.
"Oh tidak bisa main cancel aja, lagian uang sudah di tangan saya dan tidak bisa lagi kembali padamu. Kalau kamu tetap ingin pergi silahkan tapi uang ini sudah menjadi milik saya tegas sang Ibu mencoba menakuti membuat Ana dan Rose terbeo dan mematung di tempat tanpa bisa berkata lagi.
Apa-apaan ibu ini pikir keduanya dalam hati dan akhirnya hanya kepasrahan yang bisa di lakukannya sekarang, dari pada kehilangan uangnya yang tak banyak itu tapi sangat berharga baginya.
.
.
.
.
Semoga terhibur jangan lupa Like,vote dan komentar nya ya.
.
__ADS_1
*I love U*