Ayah Aku Mau Ibu

Ayah Aku Mau Ibu
Setuju


__ADS_3

"Jangan becanda Daniel,jangan ber-omong kosong tidak ada gunanya " Teriak Ana tiba-tiba.


"Aku mengatakan yang sebenarnya,karena itu yang kurasakan di hatiku"Jawabnya .


"Ana tersenyum kepada Daniel,senyum yang menyiratkan banyak hal ketidak percayaan nya pada Daniel."Jangan berpikir aku akan percaya begitu saja,karena aku tau siapa dan bagaimana kamu"Ana memberikan pernyataan nya secara langsung.


Ada rasa tidak berdaya yang Daniel rasakan saat ini.Apalagi melihat kedua orang tuanya yang hanya diam saja,seperti kata sang mama tadi dia tidak akan ikut campur.


"Aku tidak tau apakah ini memang cinta yang selalu dibanggakan semua orang atau tidak,aku hanya merasakan sesuatu yang asing dalam diriku semenjak kita bersama.Tolong pertimbangkan lagi keputusanmu,aku tau telah membuatmu sangat kecewa dan marah.Setidaknya pikirkan lah sedikit perasaan Darren ,aku tidak ingin mengecewakannya untuk yang kesekian kalinya ,mohon Daniel pada Ana.


Ana diam,diam bukan berarti dia setuju.Dia sedang berada di kebimbangan antara setuju atau tidak,ada sosok malaikat kecil yang akan terluka atas perbuatan mereka dan jujur Ana tidak ingin hal itu terjadi.Jadi masalahnya bukan hanya tentang mereka berdua,tapi mereka berdua juga harus memikirkan perasaan anak itu.


"Ana"panggil Daniel menggenggam kedua tangan ana ,dan itu berhasil mengembalikan fokusnya pada Daniel.


"Apa? tanya ana sedikit linglung.


Secara tiba-tiba Daniel memeluknya di depan kedua orang tuanya,dalam pelukannya Daniel berkata" Jangan pernah berpikir untuk pergi meninggalkan kami berdua,tetap lah di sini bersama ku bersama Darren putra kita.Aku akan selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk hubungan kita,jadi pliss beri aku kesempatan itu"pinta Daniel saat memeluk Ana.


Ana tau Daniel bukanlah pria yang bisa bersikap romantis seperti kebanyakan pria diluar sana,jadi saat Daniel berkata panjang mencurahkan isi hatinya membuat ana terharu dan hati Ana sedikit luluh.


"Baiklah"jawab ana membalas pelukan Daniel di pinggangnya.


"Katakan sekali lagi aku tidak mendengar dengan jelas" ucap Daniel.


"Baiklah"Ulang ana.


"Baiklah apa? tanya Daniel memancing reaksi Ana.

__ADS_1


"Aku bersedia mempertimbangkan ulang hubungan kita dan memberimu kesempatan kedua " jawabnya.


"Terimakasih,itu saja sudah cukup" ucap Daniel dan langsung mencium kening ana cukup lama.


Sekarang ayo kita datangi putra kita,saat ini dia sedang apa? pasti dia sedang menangis gara-gara orang dewasa ini ucap Daniel dengan penuh penyesalan.Dia mengajak ana menuju kamarnya untuk melihat keadaan Darren.


"Saat kita masuk kamu sembunyi di belakang ku dulu ,sampai waktunya baru keluar "perintah Daniel.


Ana masuk saat Daniel membuka pintu,ana mengikuti di belakangnya dan bersembunyi di belakang Daniel tanpa suara seperti permintaan Daniel tadi.


Terlihat Darren sedang menangis tersedu-sedu di sudut ruangan kamar sambil memeluk sebuah boneka dan mobilan.


Daniel mendekati putranya yang saat ini menenggelamkan kepalanya di kedua lututnya yang di tekuk naik.Suaranya serak dan tangisnya tersedu-sedu membuktikan jika dia sudah lama menangis.


"Bang" panggil sosok ayah itu pada putranya.


"Pergi dad,Abang gak mau sekolah hikss....Abang nggak mau sekolah lagi ,nggak mau huuu....hikkss


Sekilas Daniel melihat kedua barang yang sedang di peluk oleh putranya itu,dia langsung tau jika keduanya pemberian dari Ana dan penyesalannya semakin menjadi-jadi karena telah melukai perasaan putra semata wayangnya itu.


"Daddy minta maaf "ucapnya ikut berjongkok.


"Daddy pergi...


abang gak mau ngomong lagi sama Dady,Abang nggak mau ngomong sama siapa-siapa hiks "ucap nya masih dengan menunduk.


"Bang....

__ADS_1


panggil Ana.


"Daddy pergi "suruh Darren yang belum sadar siapa yang memanggilnya.


"Lihat Dady! Dady punya sesuatu untuk Abang" panggil Daniel menyentuh pundak Darren yang bergetar karena menangis.


"Nggak mau,Daddy pergi,aku nggak mau bicara sama Dady ,aku sedang marah.


"Apa Abang nggak mau lihat Daddy Bawa apa? pancing Daniel.


"Nggak ,Daddy pergi Abang mau sendiri hiks hiks.


"Abang nggak mau kan? ok kalau gitu Dady bawa Momy pergi ya?pancingnya lagi.


"Momy? mendengar kata Momy yang katanya berada di kamarnya Darren langsung mendongakkan kepalanya ke atas dan benar saja ada Ana yang ikut berjongkok di samping Daniel ,menatap sendu kepada Darren.


"Momy....ucapnya langsung memeluk Ana.


.


.


.


.


.

__ADS_1


****Siang**** **Alll**


Makasih banyak ya buat yang mampir baca dan memberikan dukungan untuk karya author,tanpa kalian outhor bukan apa -apa hanya sebiji tungir yang tak terlihat.


__ADS_2