
Daniel bukannya tidak melihat mobil yang mengantarkan Ana,dia melihatnya dari kaca jendela ruang tamu.Ada rasa aneh dalam hatinya saat melihat Ana diantarkan pria lain.
Malam harinya dia menemui Ana di kamarnya bermaksud menanyakan siapa laki-laki yang mengantarkannya tadi sore.
tok tok tok
Daniel mengetok pintu kamar Ana.
Ana membuka pintu sedikit mengintipkan kepalanya untuk melihat siapa yang datang ke kamarnya malam begini.
"Mas Daniel ucapnya terkejut.
"Boleh aku masuk?.
"Ana tampak ragu,boleh jawabnya.
Ada apa ya mas tumben cari Ana malam begini? tanya Ana setelah dia menutup Pintu kamarnya.
"Hanya ingin mengobrol saja jawab Daniel asal,dia sendiri bingung untuk apa datang ke kamar Ana malam-malam.
"Ngobrol?te..tentang apa?.
"Apa saja jawab Daniel singkat.
"Apa yang kau inginkan tanya Ana mulai waspada menatap tajam mata Daniel yang kembali menatapnya,ini bukan waktunya mengobrol aku mau istirahat ucap Ana tegas.
Daniel menggaruk tengkuknya yang tidak gatal berusaha menahan kegugupannya dia bingung harus memulai obrolan dari mana."Tadi sore ku lihat kau diantar pakai mobil mewah,diantar sama siapa?.
"Teman.
__ADS_1
"Teman? teman dari mana cowok apa cewek selidiknya.
"Cowok memangnya kenapa?.
Ana menangkap sekilas perubahan raut wajah Daniel barusan hanya sebentar saja,terlihat dia seperti menahan rasa kesal.
"Apa kau cemburu goda Ana.
"Apa? cemburu apa maksudmu? daniel balik bertanya.
"Kau cemburu aku bersama pria lain,kau tidak suka aku dekat dengan pria itu.
"Aku tidak cemburu,aku hanya tidak ingin kau salah langkah dan memilih teman yang salah hingga mengakibatkan kau salah langkah nantinya.
"Salah langkah? maksud dari perkataan mu itu apa? Ana mulai terpancing emosi selain pikiran, fisiknya juga sangat lelah dan butuh istirahat saat ini jadi wajar dia gampang emosi.
"Aku tidak melarangmu bergaul dengan siapa pun ,aku hanya mengingatkanmu jawabnya enteng.Jangan salah paham aku melakukan ini karena Darren terus menanyakan tentang mu pada ku beberapa hari ini .
"Jangan membawa-bawa nama putramu aku tidak suka!.
"Ya sudah kalau kau tidak mau percaya,aku hanya tidak mau terjadi sesuatu padamu ucapnya pada akhirnya.
"Tidak usah sok peduli padaku cetus Ana.
"Memang aku tidak peduli padamu hanya kali ini saja ,itu pun karena putraku.
Ana menghela nafas panjang,untuk apa kau peduli padaku kalau hanya sekali?.
"Sudah ku katakan ini semua ku lakukan karena Darren putraku.
__ADS_1
Ana mencondongkan wajahnya semakin dekat dengan danie"Apa kau merasa cemburu dan tidak rela aku diantarkan lelaki lain tadi sore ?tanya Ana dengan suara yang di buat selembut mungkin dan tangan kanannya mengelus dada Daniel dengan gerakan menggoda.
"Tidak! jawab Daniel cepat melepaskan dengan kasar tangan Ana yang ada di dadanya dan langsung berdiri meninggalkan kamar Ana.
Ana cukup terkejut melihat perubahan sikap kasar Daniel barusan.
POV Ana
*
*Semenjak terjadinya ciuman antara mereka berdua waktu itu Ana berpikir mungkin Daniel memiliki sedikit perasaan padanya itu sebabnya dia selalu sabar menunggu,menunggu sesuatu yang belum pasti.
Ana menunggu selama dua bulan ini bertanya dalam hatinya apakah ciuman yang terjadi dua kali diantara mereka berdua saat itu ada artinya bagi Daniel atau tidak.Hatinya mengharapkan sesuatu ternyata hanya sebatas ini penilaian mu padaku dan mungkin sampai kapan pun tidak akan berubah ucap Ana sambil menatap langit-langit kamarnya.
Aku melihat tatapan kecemburuan di matamu tadi tapi kau tidak mau mengakuinya ,kau berdalih membawa-bawa nama putramu.
Apa yang kuharap kan darinya?Tapi ya sudahlah mungkin memang begini lah jalan hidup kami dan sepertinya aku harus kembali menata ulang hati ini untuk kedua kalinya jangan sampai terluka kembali*.
.
.
.
.
Cuma sedikit tapi buatnya hampir sejam juga loh,
habis baca tinggalkan like ya reader yang budiman.
__ADS_1