
"jangan pernah meninggalkan kami lagi!
jangan pernah berpikir untuk pergi dari kami!.
Seperti bocah SD saja main kabur-kaburan tanpa tanggung jawab meninggalkan anak dan suami.Ada seseorang yang sedang mengatakan kalimat itu di suatu ruangan kosong.
Berpikir kembali ,sepertinya kalimat itu sudah pas.
Apa tidak berlebihan ya? ucap nya lagi.
Apa aku meminta maaf saja terlebih dahulu? baru jurus ku ini ku keluarkan,katanya lagi sambil mondar-mandir.
Tapi bagaimana cara ku meminta maaf ya? aku kan tidak pernah melakukan kesalahan,aku selalu benar dalam banyak hal jadi tidak pernah meminta maaf pada orang lain.
"Aku minta maaf untuk semua kesalahanku,mari kita perbaiki semuanya dan kita mulai dari awal lagi "seperti itu?habis itu aku akan langsung mencium keningnya terus turun ke bibirnya yang tebal menggoda itu.
Kalau langsung mencium nya begitu saja apa aku akan diangggap terlalu agresif?akhh sepertinya itu merupakan pilihan yang buruk ,katanya lagi bermonolog.
"Akhhhhhh ....teriaknya prustasi.
lalu apa yang harus ku katakan padanya sebagai permintaan maaf ku?yang singkat padat dan artinya jelas,mmmmm atau kubilang saja begini ya" Sayang maaf" .
Bergulat dengan pikirannya sendiri,memikirkan cara meminta maaf yang benar untuk pasangannya membuat kepalanya serasa mau pecah.
Lebay kali kau Daniel( Author).
Ya dialah Daniel Wijaya seorang manager di perusahaan tempatnya bekerja.Baginya masalah yang di alaminya akhir-akhir ini sangat rumit membuat kepalanya serasa mau meledak jika memikirkannya.
🌹
Tak terasa sudah jam pulang kerja.
Sepulangnya dari kantor Ana pulang bersama Daniel,keduanya singgah di sebuah cafe menghabiskan waktu bersama.
__ADS_1
Selesai menikmati hidangan di hadapan mereka,Daniel pun mengutarakan niat di hatinya yang sungguh-sungguh meminta maaf atas sikap nya yang kurang baik selama ini pada Ana.Ana mengatakan sudah memaafkannya dan Daniel sedikit lega mendengarnya.
Dari cafe mereka langsung pulang ke rumah karena sudah merindukan pangeran kecil mereka.
Sampai dirumah seperti biasa ada satpam cilik yang menanti mereka di depan pintu,satpam itu sudah sangat hafal suara mobil sang Daddy.
Melihat Momy dan Daddynya keluar dari mobil,dia langsung bersorak gembira dan berlari menghampiri keduanya.
Ana dan Daniel juga tak mau kalah dari bocah tampan itu,keduanya langsung merentangkan tangan sambil berjongkok,bersiap menerima pelukan dari Darren.
"Mom,dad I Love u "Ucapnya begitu memeluk Ana dan Daniel.
Daniel melirik Ana ingin melihat reaksinya,pandangan mereka bertemu dan sama-sama memberi kode.Akhirnya tawa keduanya pecah mendengar celotehan Darren baru saja.
"Anak siapa sih ini kok sekarang pintar banget bilang I love u ? goda Ana mencubit gemas kedua pipi tembem Darren.
"Momm jangan " protesnya sambil melepas tangan Ana di pipinya.
"Kenapa? tanya Ana bersikap sok lugu.
Bicaranya di potong oleh orang lain.
"Ayo kita masuk" ucap Daniel menengahi perdebatan keduanya yang jika tak di hentikan sudah pasti...
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Jam 7.30 malam semuanya sudah berkumpul di meja makan panjang itu .
Setengah jam kemudian semuanya selesai makan,Ana masuk kedalam kamarnya membawa Darren ikut serta.Daniel masuk kedalam kamarnya karena ada beberapa berkas yang harus dia periksa.
jam 8.30 Daniel selesai dengan pekerjaannya dan memutuskan mendatangi kamar Ana.
Tok tok tok
__ADS_1
" Masuk" jawab pemilik kamar tanpa bertanya siapa yang datang.
Daniel membuka pintu dan langsung masuk,menutup pintu berjalan menghampiri Ana dan Darren yang sedang tertawa diatas ranjang.
Daniel memperhatikan Ana yang sedang melakukan Video call dengan orang tuanya di kampung.
Sepertinya Ayah calon mertuanya itu sedang membuat lelucon hingga putranya yang pendiam itu bisa tertawa lepas.Putranya sebenarnya agak susah berinteraksi dengan orang luar atau orang baru,tapi dengan Ana dan keluarganya entah lah dia bisa sedekat ini.Hal yang jarang terjadi,dan Daniel hanya menjadi pengamat tanpa niat mengganggu.
"Pak ada mas Daniel di sini ,bapak mau ngomong? tanya Ana.
"Oh ada calon menantu,boleh-boleh dimana dia Kok bapak enggak lihat muka nya dari tadi? tanya sang Ayah.
Daniel melotot memandang Ana saat keberadaannya di beritahukan ,bukan tidak mau bicara hanya saja dia masih nerfes bertatap muka seperti ini dengan calon mertuanya itu.
"Mas, bapak mau bicara katanya"Ucap Ana menyodorkan ponselnya.
Ana memperhatikan raut muka Daniel yang langsung berubah 180 derajat dari pertama kali dia datang,dan lihatlah matanya yang sedang melotot memandang Ana saat ini.
"Dad ada kakek mau ngomong" tegur Darren.
"Iya jawab Daniel dengan sungkan,dan bergeser mendekat kepada Ana dan putranya ,wajah nya memerah, jantungnya lari maraton tangannya seperti berkeringat .Dan penampakan itu membuat Ana langsung tertawa di ikuti Darren putranya, sesaat dia mengingat pertama kali Sang Ayah dan Daniel berkomunikasi di layar vc.
Flasback .....
.
.
.
.
Penasaran gak isi flasback nya apa?
__ADS_1
Ditunggu ya up nya malam,jamnya gak nentu suka-suka outhor 🤣🤣🤣
pokoe di tunggu ajahhh.