
" Duduk dulu Nak semuanya bisa di bicarakan baik-baik" bujuk ibu calon mertuanya.
"Ana rasa tidak ada lagi yang perlu di bahas buk,keputusan ana sudah bulat!.
deggg
Ada detak jantung yang berdegup sangat kencang dari antara mereka berempat.
"Sayang duduk dulu"ajak sang ibu merangkul Ana kembali ke meja makan.
Mau tak mau ana mengikuti langkah sang ibu mertua yang membawanya duduk kembali.
"Aku sebagai seorang ibu tidak akan mencampuri urusan kalian terlalu dalam,kalian sudah sama-sama dewasa seharusnya pemikiran kalian juga seperti itu.Jangan menganggap sebuah pernikahan sebagai bahan lelucon untuk kedepannya.Yang akan menikah kalian berdua,yang menjalani juga nantinya kalian berdua ,oleh sebab itu Mantapkan hati kalian terlebih dahulu,pikirkan sebelum melakukannya.
Apalagi kamu Daniel ,kamu sudah pernah membina sebuah keluarga,dari segi umur juga umurmu sudah tua seharusnya lebih bisa membimbing ana! Tegur sang mama memarahi putra tersayangnya itu.
Tidak ada jawaban dari Daniel ,pikirannya seperti melayang entah kemana padahal tubuhnya sedang duduk di meja makan tersebut.
Ana sekilas mencuri pandang terhadap Daniel,berharap mendapatkan sebuah jawaban dari pertanyaan ibunya itu.Nihil,Daniel bahkan hanya menatap piringnya tanpa melihat reaksi kedua orang tuanya.
Ana merasa kecewa ,ya tentu saja dia merasa kecewa setelah pembicaraan panjang kali lebar dari ibu mertuanya itu dia hanya diam saja.
Dan yang lebih membuatnya kecewa adalah sebuah kenyataan,kenyataan yang menjadi pertanyaannya selama ini terjawab sudah.Ternyata benar Daniel tidak mencintai dirinya,sepertinya sedikit pun tidak ada rasa itu di hatinya.Sepertinya Ana tidak berarti apa pun baginya selama ini,selama empat bulan mereka bersama dan bahkan melakukan sesuatunya bersama.Ternyata semua itu hanya sia-sia dan tidak ada artinya.Tidur bersama dengan kehadiran Darren di tengah-tengah mereka ,hal itu sering mereka lakukan untuk menyenangkan hati Darren.
Sudah cukup sampai disini,tidak ada lagi yang perlu di bicarakan! pikir Ana .
"Seperti yang sudah Ana katakan tadi buk,keputusan ana sudah bulat mungkin jodoh ana bukan disini.Secepatnya Ana akan pergi dari rumah ini,dalam dua hari kedepan Ana akan pindah.
"Ana tolong pikirkan sedikit perasaan Darren cucuku,apa kamu tidak melihat wajah murungnya tadi saat dia meninggalkan meja makan? bujuk sang ibu kembali.
"Buk,ana tau ini akan berat untuknya.mungkin dia akan terluka tapi itu lebih baik dari pada memiliki seorang ibu sepertiku. Karena aku benar-benar bukan wanita yang baik untuk menjadi ibunya.
"Apa yang akan kami jelaskan padanya jika kamu pergi nak? tanya Sang ayah ikut menimpali perkataan istrinya.
__ADS_1
"Terserah kalian saja,tapi kumohon jangan memberi sebuah harapan palsu padanya seolah-olah aku akan selalu ada di sampingnya 🙏" mohon Ana.Lebih baik berkata jujur walau kejujuran itu terkadang pahit dan sangat menyakitkan.
Sang ibu terduduk lemas di kursinya mendengar jawaban dari calon menantu mereka ini,mereka bingung apa yang harus mereka lakukan agar Ana tidak pergi dari rumah ini.Bagaimana caranya agar Ana tetap menjadi menantu mereka di rumah ini,karena mereka sudah sangat menyayangi ana seperti anak perempuan mereka sendiri.
"Pak,buk ,mas Daniel kalau begitu Ana berangkat ke kantor dulu"pamitnya berdiri meninggalkan meja makan.
Baru saja Ana berjalan beberapa langkah meninggalkan meja makan ,dia berhenti tiba-tiba saat mendengar suara seseorang yang menghentikan langkahnya.
"Ana tunggu"teriak Daniel.
Ana berhenti di tempatnya berdiri tanpa membalikkan tubuhnya.
Kenapa?...
"Hanya satu kata itu yang Ana dengar setelah dia berdiri beberapa saat di tempatnya.Padahal Ana berharap orang itu menghentikannya karena sebuah alasan tapi kembali dia harus kecewa,bukan pernyataan yang dia dengar melainkan sebuah pertanyaan.
"Kenapa kau memutuskan semuanya secara sepihak?kenapa kau ingin pergi meninggalkan aku dan putraku?."Aku minta maaf atas sikapku waktu itu yang mungkin telah membuatmu tersinggung".
Ana masih diam mendengarkan di tempatnya.
"Aku tidak bermaksud memutuskan semuanya seorang diri,aku hanya menghargai keputusanmu dan mengabulkannya.Kamu sendiri yang mengatakan padaku jika aku tidak pantas menjadi ibunya,aku sadar mungkin selama ini mimpiku terlalu tinggi.Dan setelah aku menyadarinya aku menyesal dan berjanji akan memperbaiki semuanya.
Dan soal kata-katamu pagi itu,aku sudah melupakannya dan memaafkanmu.Tidak perlu meminta maaf pada gadis miskin ini!.
"Ana"Ucap Daniel tak berdaya.
"Tidak apa-apa,memang begitulah kenyataannya,sekarang aku sadar aku tidak akan bisa menjadi seorang ibu yang di idamkan nya.Seperti katamu aku tidak pantas,mungkin iya.
Jelas Ana sambil membalikkan tubuhnya menghadap langsung pada Daniel yang berjarak beberapa Senti saja darinya.
"Kau pantas,bahkan sangat pantas menjadi ibu untuk nya.Tolong maafkan atas kata-kata kasarku waktu itu,pada saat itu aku sedang emosi sehingga lepas kendali tanpa mendengarkan penjelasan mu dulu.Kumohon jangan pergi tetap lah disini pintanya sambil bersujud di hadapan Ana.
Sejenak Ana tertegun melihat sikap Daniel yang sedang bersujud di hadapannya,hatinya tersentuh tatkala melihat air mata di kedua mata pria itu terjatuh membasahi pipinya.
__ADS_1
Tapi perasaan itu langsung hilang tatkala mengingat perkataan daniel beberapa bulan lalu,jika dia meminta menikah dengannya karena keinginan kecil putranya.Hal itu sangat menyakitkan di hati ana saat mengingatnya kembali,dia tidak mencintaiku semua ini hanya untuk putranya batin Ana kecewa kembali.
"Mas bangun lah"ucap Ana membantu Daniel berdiri.
"Keputusanku sudah bulat dan sepertinya tidak akan berubah lagi ,ucap ana dengan lembut sambil menatap manik mata Daniel .Dan maaf jika selama ini banyak sikapku yang tidak berkenan di hatimu dan membuatmu terganggu.
maaff🙏🙏🙏🙏.
"Apa kau tetap akan pergi? tanya Daniel dengan suara serak,entah seperti apa perasaannya saat ini.
"Ya,karena tempatku bukan disini" jawab Ana.
"Apakah kau tidak bisa mengubah keputusanmu itu barang sedikit saja?.
"Untuk apa? untuk apa aku bertahan dengan seseorang yang jelas-jelas tidak mencintaiku jawabnya.
"Bagaimana jika aku mengatakan kalau aku mencintaimu?apa kau akan percaya dan mengubah keputusanmu? tanya Daniel dengan putus asa.Ya dia merasa putus asa saat ini,pikirannya begitu rumit apalagi saat mengingat wajah putra semata wayangnya itu yang sangat menyedihkan saat mendengar Ana akan pergi.
"Jangan becanda Daniel dan jangan beromong kosong,tidak ada gunanya " teriak ana tiba-tiba.
.
.
.
.
.
.
Kira-kira betul gak sih yang dibilang Daniel barusan?
__ADS_1
#Sory to sorry yahhh semalam tidak updet ,soalnya lagi ngumpulin ide buat bab ini.