
POV Ana
Setelah kepergian Daniel dari kamarnya Ana masih tetap pada posisinya belum beranjak sedikit pun.Apa yang kupikirkan ucapnya berbicara sendiri,kenapa aku bermimpi jika Daniel kembali menciumku seperti kejadian tadi sore ya? Rasanya bahkan seperti nyata dan Ana meraba bibirnya ,bahkan bibirku saja terasa basah sambil melap bibirnya dengan lembut.
Akhhh bodoh apa yang kupikirkan jauh jauh jauh rutuknya sambil memukul-mukul kepalanya dengan kesal.
Ana bangkit dari tempat tidur dan mondar-mandir di kamarnya,aku keluar gak ya? pikirnya.
Ya sudah keluar aja deh kasihan ibu nunggu kan nggak sopan ,lagian aku juga kangen sama ibu kos ku itu ucap nya sambil berjalan menuju lemari pakaiannya untuk mengambil celana yang lebih sopan dari yang di gunakannya saat ini.
Ana keluar dari kamar langsung menuju meja makan ,sebenarnya dia sungkan untuk bergabung tapi mengingat ucapan Daniel tadi dia tidak mungkin menolak kan? takutnya ibu kosnya akan marah padanya.
"Malam pak,buk sapanya.
Maaf ana lama ketiduran tadi sampai malam rupanya ucapnya dengan sungkan .
"Duduklah nak,tidak masalah kita semua tau kalian berdua pasti kelelahan di perjalanan ujar sang Ibu menenangkan.
"Ayo nak dimakan" ujar suami ibu kosnya.
Maaf ya kita duluan makan tidak menunggu nak Ana.
"Seharusnya Ana yang bilang gitu pak,maaf mungkin tadi semuanya nungguin Ana ucapnya menunduk.
Ana duduk tepat di sebelah kanan Daniel.
''kamu mau lauk apa? tanya Daniel.
"Gak papa Mas biar Ana ambil sendiri saja.
"Baiklah jawab Daniel dan kembali melanjutkan memakan makanannya yang tersisa beberapa sendok lagi.
"Ayo sayang makan yang banyak ya ibu hari ini masak Ayam goreng krispi nya banyak karena ibu tau kalian akan pulang sang ibu bercerita.
Ada sambal teri itu,ada cabai colek juga ayo coba semuanya.Ibu bahkan akan sangat senang jika Nak Ana makan yang banyak masakan ibu.
"Makasih banyak ya buk masakan ibu memang terdebest lah enak banget ucapnya setelah mencicipi Ayam goreng dan sambal coleknya.
Jika kalian sudah selesai kalian boleh pergi Ibu mau menemani Ana makan dulu kasian kalau sendirian di sini ujar sang Ibu.
__ADS_1
Tidak ada yang beranjak dari meja makan ,bahkan mereka semua menemani Ana makan di temani dengan obrolan-obrolan ringan dan beberapa pertanyaan seputar liburan mereka selama di kampung.
Habis makan semuanya berpindah ke ruang tamu dan melanjutkan bercerita di sana,Darren lah yang menjadi bintangnya malam ini karena banyak sekali pertanyaan yang di ajukan para dewasa yang ada disana padanya.
Darren tidak takut dia menjawab semuanya dengan lancar.
"Opa dengar kemaren katanya Abang mancing Ikan ya?.
"Iya ,kakek pangku Daren ngajarin gimna cara mancing ikan .Opa tau kakek hebat sekali memancing kita dapat ikan banyak dan besar-besar kalah sama mommy cuma dapat 2 ikan kecil-kecil.
"Emang mommy bisa mancing ikan selidik Daniel sambil memperhatikan Ana.
"Bisa dan mommy juga jago manjat pohon serunya sambil tertawa.
"Pohon....seru ketiga orang dewasa disana tidak percaya.
"Iya,mommy manjat pohon...
pohon apa ya? sambil berpikir keras,buahnya di jus warna green ucap nya tapi lupa nama buahnya.
Apa ya...masih berpikir dan semua orang yang ada disana tidak ada yang menyela termasuk Ana dia ingin tau sampai sejauh mana ingatan Darren.
Abang ada bawa datang kok buahnya kata nenek oleh-oleh buat Oma dari kampung.
"Terus buahnya dapat banyak tanya Daniel masih penasaran.
"Banyak sekali satu embel besar begini, dipohonya juga masih banyak karena pohonnya banyak tapi kata mom belum masak jadi tidak boleh di ambil.
"Oh jawab ketiganya.
Dan akhirnya yang di ajak bercerita pun sudah mengantuk ,"Mom Abang ngantuk ayok kita bobok ucap bocah itu merangkak ke pangkuan Ana.
"Kan ada Daddy jadi tidurnya harus sama daddy ngapain tidur sama mommy? tanya Daniel.
"Tapi Abang maunya sama mommy jawabnya ngotot.
"Abang nggak rindu sama Dady? udah gak sayang Daddy lagi? tanya Daniel dengan mimik sedih berharap putranya tidur berdua dengannya.
"Sayang,Abang juga rindu sama Daddy tapi Abang maunya sama mommy juga.
__ADS_1
Semua orang bingung harus berkata apa termasuk ana ,tidak mungkin dia kembali memisahkan Ayah dan anak itu apalagi mereka baru bertemu dan tidak mungkin juga dia tidur seranjang dengan Daniel kan?.
"Malam ini Abang tidur sama Daddy aja ya besok Tante harus bekerja jadi malam ini banyak pekerjaan bujuk Ana agar Darren mengerti.
"Tapi mom,Darren cuma mau mommy apa tidak bisa tanyanya memelas.
Ana tau Darren sangat keras kepala sama seperti Daniel ayahnya harus butuh kesabaran ekstra untuk membujuknya."Ya sudah Tante temani sampai Abang tidur aja ya kalau Abang sudah tidur Tante kembali kekamar Tante bujuk Ana kembali dan Darren mengiakannya.
Di dalam kamar Daniel Darren sudah tertidur dengan lelapnya setelah setengah jam Ana menidurkannya dan Daniel juga berbaring di samping putranya itu,Ana mencium kening Darren dan bangkit dari tempat tidur.
"Mas Darren sudah tidur aku mau kembali ke kamarku.
"Ana tunggu cegah Daniel yang ikut bangkit dari tempat tidur.
Daniel duduk di ujung kasur dan menepuk ruang kosong di sampingnya agar Ana mengikutinya duduk.
Ana duduk dan penasaran mungkin ada yang ingin di sampaikan Daniel pikirnya dengan polos.Jarak mereka saat ini sangat dekat apalagi saat Daniel menghadapkan wajahnya tepat di wajah Ana.
"Apa kau tidak merindukanku? kenapa kau hanya memanjakannya apa kau tidak ingin memanjakan ku juga? tidur lah di sini temani aku pintanya dengan suara serak
"Ap..apa...tanya Ana bingung.
"Atau kau mau aku ikut kekamar mu dan kita tidur di sana saja tanyanya kembali dan kaki ini dia sudah memeluk Ana dan menyusupkan kepalanya di leher ana yang bebas tanpa hambatan.
"Mas jangan seperti ini,tidak seharusnya kita melakukan ini ucap Ana yang pikirannya masih jernih berbeda dengan Daniel yang sudah berkabut karena gairah.
Daniel kembali mencium Ana dan ******* bibirnya dengan sedikit kasar ,Ana membiarkan nya namun tidak membalasnya.
"Ana kenapa tidak kau balas ciumanku tanya Daniel di leher Ana.
Daddy.... jangan ambil Mommy ku teriak Darren tiba-tiba saja sudah terbangun.
.
.
.
.
__ADS_1
Cuma mau bilang med bobok udah.