Ayah Aku Mau Ibu

Ayah Aku Mau Ibu
Nasihat Ibu


__ADS_3

Hari- hari berlalu begitu cepat bahkan bulan pun sudah berganti lagi.Sudah hampir setahun ternyata pernikahan mereka dan saat ini Ana sedang mengandung,usia kandungannya sekitar 14 Minggu menurut perkiraan dokter.


Semua anggota keluarga sangat bahagia dengan kehamilan Ana dan sudah tidak sabar menantikan kelahiran cucu mereka ini.Kehidupan rumah tangga Ana juga semakin harmonis walaupun Daniel semakin sibuk dengan pekerjaannya di kantor.Tapi kalau sudah di rumah keluarga adalah prioritas utamanya.


Semua pekerjaannya akan dia tinggalkan dan dengan sabar mendengarkan setiap curhatan keseharian sang istri.


Darren juga sangat antusias menyambut kedatangan adik barunya,apalagi calon adiknya ini memberikan tanda-tanda jenis kelamin perempuan.Darren sangat bahagia karena sebentar lagi dia akan punya adik,dan adiknya akan memanggilnya Abang juga nantinya.Dia selalu menjaga sang Momy,bahkan sikapnya seringkali seperti orang dewasa melarang Ana mengerjakan pekerjaan yang sedikit berat takut sang Momy kelelahan dan adik yang ada di perut sang Momy akan sakit.


Di usia kandungan Ana yang ke enam bulan ,saat itu dia kedatangan tamu yang tak di kenal, tiga orang wanita yang berpakaian berkelas datang ke salonnya dan mencari dirinya.


Saat di salon salah satu wanita dari antara ketiganya meminta Ana sendiri yang melakukan perawatan pada dirinya,dengan senang hati Ana melayani pelanggannya walau pun kondisi perutnya sudah membuncit .Tak mematahkan semangat kerjanya dalam melayani pelanggan,apalagi ini pelanggan baru ,baginya harus memberikan kesan dan pelayanan yang terbaik agar pelanggannya merasa puas.


Di sela-sela pekerjaannya mereka mengobrol dan singkat cerita Ana mengetahui jika ketiga wanita kaya tersebut ternyata teman-teman suaminya waktu di SMA dulu.Mereka mengajak Ana untuk ngopi -ngopi jika Ana ada waktu luang,karena merasa sungkan menolak akhirnya Ana mengiakan walau pun dia tidak mengenal ketiganya Ana tidak memiliki prasangka apa pun apalagi katanya mereka teman suaminya dulunya.


Suatu hari Ana menepati janji yang sudah mereka tetapkan,Ana datang ke sebuah cafe yang sudah di tetapkan menjadi tempat pertemuan mereka berempat.Ana masuk ke dalam cafe dan mencari ketiga wanita tersebut dan Ana pun menemukan mereka yang ternyata baru dua orang saja yang hadir.


Lima belas menit kemudian,saat mereka sedang mengobrol akhirnya yang di tunggu-tunggu sudah datang.Diawal pembahasan dalam obrolan mereka semuanya terlihat masih normal saja,hingga di pertengahan cerita suasana sedikit lebih horor karena pembahasan mereka tentang Daniel yang istrinya saat ini sedang bersama mereka.


Mereka mengatakan pada Ana jika mereka adalah mantan-mantan Daniel dulunya ,bahkan saat ini pun mereka masih melakukan komunikasi dan sering bertemu.Awalnya Ana tidak percaya tapi lama kelamaan dia menjadi ragu juga terhadap suaminya, apalagi melihat Daniel yang akhir-akhir ini pulang kantor lebih lama dari biasanya.


"Apa iya Mas Daniel selingkuh? batin Ana .


dadanya mulai sesak dan bergemuruk jika membayangkannya,dan bahkan ketiga wanita itu sekarang secara terang-terangan mengatakan jika Ana sebenarnya kurang cocok menjadi pendamping Daniel.


Sejak saat itulah Ana sering kali murung dan diam saja,saat dia sedang sendirian dia sering melamun dan berpikir yang aneh-aneh tentang suaminya di luar sana.Walau sebenarnya dia bisa bertanya langsung pada suaminya,tapi Ana tidak cukup punya nyali melakukannya .Dia takut kecewa ,kecewa saat tau ternyata apa yang di katakan wanita-wanita itu akan di benarkan oleh suaminya.Untuk itu Ana hanya diam saja dan menyimpannya hanya untuk dirinya sendiri,dan hal itu ternyata sangat mempengaruhi kesehatan janinya.


Pernah waktu itu di pagi hari Ana tiba-tiba pingsan di dalam kamarnya,Darren menangis histeris saat tau ternyata momynya sedang sakit.Daniel juga sangat sedih melihat sang istri tiba-tiba jatuh sakit,pagi itu dokter keluarga mereka menyuruh agar Ana di bawa kerumah sakit saja karena kondisi fisik dan kehamilannya yang sangat lemah saat itu.

__ADS_1


Waktu di Rumah Sakit dokter mengatakan jika Ana tidak boleh stres dan berpikir yang berat-berat karena sangat mempengaruhi kehamilannya.Kondisi fisik dan mental seorang ibu hamil harus selalu di jaga agar tetap stabil itulah pesan terakhir dokter pada Daniel.


Dua hari di rawat di rumah sakit akhirnya Ana sudah pulih dan di perbolehkan pulang ke rumah.Daniel tidak mengijinkan Sang istri bekerja untuk beberapa waktu sampai kondisinya benar-benar pulih,dan akhirnya ana pun setuju untuk kebaikan janin dalam kandungannya.


Di suatu waktu Daniel di panggil sang ibu ke kamarnya.


tok tok tok...


Daniel mengetuk pintu kamar sang Ibu


"Masuk nak"jawab dari dalam.


Sesaat setelah Daniel masuk dia kembali menutup rapat pintu kamar itu.


"Duduklah nak,ada yang mau Mama bicarakan sama kamu"Ucap sang ibu mempersilahkan Daniel duduk di tempat tidur di samping sang ibu.


"Ada apa Ma? tanya Daniel sambil duduk di samping sang Momy.


"Nggak ada Ma,emang kenapa?.


"Apa kalian sering bertengkar akhir-akhir ini? tanyanya lagi.


"Bahkan kita hampir gak pernah bertengkar ma,paling yah cuma slek dikit lah karena perbedaan pendapat enggak sampai bertengkar" jawab Daniel jujur.


"Apa kamu yakin Nak?


"Iya mamaku sayang aku yakin.

__ADS_1


Memang kenapa sih Ma kok tumben Mama tanya soal begituan?


"Soalnya akhir-akhir ini sikap Ana aneh,dia sering melamun dan wajahnya juga murung saat dia sendirian.Mama ini seorang ibu jadi Mama bisa melihat jika menantu mama itu seperti sedang menyimpan beban yang sangat berat di hatinya.Coba nanti kamu ajak dia ngobrol siap tau dia mau cerita padamu tentang masalahnya kalian kan suami istri harus saling berbagi jika ada masalah atau beban apa pun itu,nasihat sang Ibu.


"Iya Ma ,nanti coba Daniel tanyakan pada Ana ya siapa tau dia lagi ada masalah.


"Soalnya kalau mama perhatikan ciri-cirinya sama seperti mendiang istrimu dulu,mungkin dulu Mama tidak terlalu memperhatikannya saat dia hamil tapi Mama yakin kondisinya sama persis seperti Ana saat ini.Diam,murung dan menyendiri di kamarnya,Nak mama cuma mau mengingatkan jangan sampai kamu kehilangan untuk yang kedua kalinya.Perbanyak komunikasi dengan istrimu,buktikan padanya kalau dia spesial dan sangat berarti untukmu dan juga putramu .Apalagi sekarang dia sedang hamil,luangkan waktumu untuknya.Kondisi Ibu hamil itu harus selalu stabil,tidak boleh stres dan berbeban berat.Kamu ngerti kan nak maksud Mama?


"Iya ma Daniel paham ,makasih ya Ma udah selalu menjaga dan memperhatikan Ana selama ini.


"Itu sudah menjadi tugas Mama jadi seorang Ibu,dia juga putriku dan saat dia jauh dari keluarganya akulah Ibunya.Tentu saja Mama akan menjaga dan memperhatikan kondisi kehamilan pertamanya ini,dan mama melakukan semua ini juga untukmu nak ,Mama tidak mau jika Putra mama sampai gagal dua kali dalam pernikahannya.


"Thanks Mom,I Love U" mencium pipi kedua pipi dan kening sang Mama.


"Dasar,udah pergi sana" usir sang Mama tertawa.


"ok mom Aku keluar dulu ya,emmuah mencium pipi sang mama sekali lagi.


.


.


.


Part terpanjang nih,semoga terhibur ya.


Mana dukungan likenya banyak yang baca sampai ribuan seharinya tapi gak ada like tuh gak sampai 20 orang 😭😭.

__ADS_1


Sehat-sehat untuk kita semua ya


Bersambung.


__ADS_2