
Selamat membaca.......
Dari tadi dia selalu tersenyum ada apa?
"Hei kulihat dari tadi kau sering tersenyum-senyum kenapa? .
"Siapa yang tersenyum aku biasa saja elaknya.
"Aku memperhatikanmu dari tadi balas Daniel.
"Sudah jangan melihatku terus fokus saja ke jalan titah Ana.
"Hmmm atau....apa kau sedang memikirkan kata-kataku tadi dan mau menerima tawaranku?.
"Jangan kepedean siapa yang memikirkan mu.
"Lalu apa yang membuat mu tersenyum ayo mengaku tuntut Daniel.
"Jangan kepo itu bukan urusanmu.
"Apa kau sedang memikirkan kekasih tercintamu itu? cih jangan mengingatnya siapa tau saja saat ini dia juga sedang bersama selingkuhannya.
"Daniel.... bisakah sekali saja tidak mencampuri urusan pribadi ku? teriak Ana.
"Ya ya ya maafkan aku,sekarang ayo turun kita sudah sampai atau kau ingin tetap di sini dan tidur di sini malam ini ,terserah.
"Ana cukup bengong beberapa saat ,saat Daniel mengatakan mereka sudah sampai dirumah.Masak sih kok cepat banget pikir Ana.
"Hei kenapa bengong ? Daniel pun melambai-lambaikan tangannya di hadapan ana namun tidak ada respon sama sekali.
"Ana kita sudah sampai ayo turun ucapnya dengan suara kuat pasalnya orang yang dipanggil-panggil melamun dari tadi.
Ana tersadar saat mendengar suara keras Daniel.Eh sudah sampai ucapnya gelagapan bercampur malu.
"Awas kesambet kuntilanak kalau suka melamun ucap Daniel menakuti Ana.
"Ana langsung keluar dari mobil dan masuk ke rumah meninggalkan Daniel sendiri.
"Mommy sudah pulang...seorang bocah menyambutnya dengan tersenyum manis khas miliknya.
"Iya,Nanti ya Tante mau mandi dulu pamit Ana dengan cepat .Ana tau apa yang akan di minta oleh Darren sedangkan dirinya sedang menghindari Daniel.
"Walau pun kecewa tapi Darren tetap mengatakan iya,tapi nanti habis Momy mandi kita bermain ya meminta sebuah janji.
"Iya sayang jawab Ana.
"Daddy seru Darren saat melihat Daddynya masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Hay boy lagi apa? merindukan Daddy?.
"Iya rindu Dady tapi lebih rindu Momy,ayo kita bermain dad ajaknya.
"Bagaimana jika kita mainnya di kamar saja Daddy mau mandi sebentar bauk ajak Daniel.
"Ok dad ,ayo ucap Darren sambil membawa mobilan nya.
🌿
Mereka merasa bosan bermain seperti ada sesuatu yang kurang diantara keduanya.
"Bang gangguin Tante Nana yok ajak sang Daddy.
"Momy masih mandi jawab Darren.
"Itu tadi ,ini sudah lama pasti dia usah selesai mandi ucap Daniel lagi.
"Ok let'go dad ucap Darren bersemangat.
"Sini Daddy bantu bawa mainannya Abang mau yang mana saja ,bawa banyak aja bang biar kita bisa lama bermain di sana usul sang Daddy.
"Kenapa harus lama tanya Darren bingung.
"Emang Abang gak rindu sama Momy?.
Di kamarnya Ana sedang duduk di meja riasnya sambil berbalas pesan dengan teman di group alumni SMA nya dulu dan mengabaikan dokumen yang ada di hadapannya.Cuaca begitu sangat panas seharian ini jadi Ana hanya menggunakan baju ala kadarnya tentop tali kecil di tambah bawahan celana super pendek.
Toh hanya aku sendiri di sini dan aku tinggal mengunci pintu pikir Ana waktu akan mengenakan pakaiannya bahkan karena sudah sore dia tidak mengenakan bra sama sekali.
tok tok tok
pintu di ketok sebanyak tiga kali dari luar dan Ana hanya diam saja bukan di sengaja tapi tidak mendengar sama sekali lantaran terlalu fokus dengan isi chat di hp nya .Ketukan berikutnya Ana baru mendengar jika ada tamu di kamarnya.
"Siapa tanya Ana dari belakang pintu.
"Abang mom jawab Darren,Ana berpikir jika Darren hanya datang sendiri saja tidak ada yang menemani dan dengan teledornya memasukkan pemangsa yang sedang lapar ke dalam kamarnya.
Ana membuka seperempat pintu mempersilahkan Darren untuk masuk,dan betapa terkejutnya Ana melihat Daniel juga ada di belakang bocah itu.Bukan tidak mengijinkan masuk hanya saja daniel seorang pria dewasa sementara pakaian nya saat ini sangat-sangat tidak pantas untuk di lihat orang lain.
Secepat kilat Ana berlari ke lemari pakaiannya dan mengambil apa saja yang bisa menutupi bagian depan tubuhnya.
"Astaga batin Daniel dengan sumpah serapahnya tau begini kondisinya aku lebih baik di kamar saja .
Kenapa berlari tanyanya bingung dengan tingkah Ana seolah-oleh tidak peduli dengan apa yang ada di hadapannya.
"Ana selesai menggunakan jaket yang lumayan tebal di tubuhnya karena hanya itu saja yang paling cepat bisa di gapai tadi.
__ADS_1
Mengambil baju jawabnya cuek lebih tepatnya pura-pura cuek,Ada apa aku sedang ada pekerjaaan tanya Ana .
"Darren katanya ingin bermain bersamamu itu sebabnya dia menyuruhku memborong mainannya kesini dusta Daniel,Darren yang ada di sampingnya sampai memelototi dirinya.
"Bukan mom tapi...omongannya langsung di potong sang Daddy.
"Iya kan bang tanya Daniel memberi kode pada putranya agar menjawab iya dan dengan polosnya Darren pun menjawab iya.Tapi sekarang Tante Nana masih ada pekerjaan jadi kita berdua saja dulu bermain tunggu sampai pekerjaannya selesai bujuknya.
"Baik lah dad jawabnya.
Ana kembali ke meja riasnya bukan membalas chat lagi tapi menyelesaikan pekerjaan kantornya.
Saat keduanya sudah agak menjauh dari Ana Darren berkata "Kenapa Daddy berbohong pada mommy?"kan tadi yang ngajak kesini Daddy bukan abang bisiknya .
"Tapi kan Abang bilang iya juga jawab sang Daddy ikut berbisik.
"Bohong itu dosa Daddy,nanti Momy gak sayang aku lagi karena sering melepotkan Momy saat dia bekerja dia enggak suka ucapnya dengan mata berkunang-kunang.
"Hei tenang saja dia tidak akan marah padamu kan Momy sangat sayang sama Abang bujuk Daddynya saat melihat Darren akan menangis.
15 menit kemudian Ana merasa sudah seperti cacing kepanasan karena gerah dengan jaket tebal yang berada di tubuhnya ,bahkan keringat begitu deras mengucur dari rambut hingga ke tubuhnya.Bagaimana ini tidak mungkin dia ku usir kan,tidak mungkin juga aku membuka jaket ini di hadapannya tapi jika terus begini bisa mati aku batin Ana.
Ana membuka resleting jaketnya sampai setengah agar udara dari kipas berembus pada tubuhnya yang berkeringat.Nyatanya tidak cukup begitu saja 20 menit kemudian Ana benar-benar gerah dan tidak tahan dan langsung membuka jaketnya dan menyampaikannya di leher sampai dadanya.Melindungi dadanya yang menonjol tanpa bra.
setelah selesai dengan pekerjaanya Ana menghampiri keduanya,maaf lama ucapnya dan ikut berjongkok di samping bocah tampan itu.
"Its ok mom jawabnya.
"Kalian sedang bermain apa? mengabaikan sekitarnya.
"Apa tidak ada lagi pakaianmu selain ini tanya Daniel dengan kesal pasalnya kemolekan tubuh Ana begitu transparan dan terpangpang nyata di hadapannya.
"Apa? tanya Ana menantang dan tanpa sadar jaketnya melorot.
"Shirt umpat Daniel memalingkan wajahnya.
.
.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1