
Hanya 20 menit perjalanan Ana menuju salonnya,sekarang dia baru saja sampai diantarkan supir keluarga.
Ana memasuki salonnya dan menyapa kedua karyawannya yang sudah bekerja sedari tadi,hari ini Ana sedikit terlambat datang tidak on time seperti biasanya.
Kebetulan sudah ada dua pelanggan di dalam yang sedang di krimbat oleh dua kariawannya.
Ana menyapa ibu- ibu tersebut dengan ramah begitupun tanggapan pelanggannya yang tak kalah ramah.
Salonnya ini memang terbilang masih baru tapi jangan salah sudah banyak yang datang menjadi pelanggan tetap mereka.Terletak di daerah perkotaan di dekat jalan raya,ditambah harga diskon yang terbilang masih murah.Banyak yang berminat mencoba perawatan di salon nya,mungkin karena tidak dekat dari salon lain sebagai pesaing juga pengaruhnya.
Pelanggan yang ditangani langsung oleh Ana merasa sangat puas,bahkan saat mereka kembali lagi di hari berikutnya meminta Ana sendiri yang melayani mereka.Ana sangat bahagia karena sekarang impiannya sudah terwujud,mimpi bekerja di salon kecantikan adalah keinginannya sejak SMP.
Bakat itu terpendam dalam dirinya,bakat merias dan mengaplikasikan mekup pada wajah orang lain adalah keinginannya sedari dulu dan sekarang dia bersyukur pada Tuhan karena mimpinya terwujud.
Dia kembali mengenang masa dimana dulu dirinya meminta ijin pada Daniel untuk kursus salon kecantikan.Dan di luar dugaan Daniel langsung setuju.Hanya satu setengah bulan dia kursus dan dia sudah mahir mempelajari semuanya karena langsung praktek.
Sebenarnya dia tidak memulainya dari nol melainkan hanya memperdalam pengetahuan yang dimilikinya selama ini dengan cara kursus sebelum dia membuka salon sendiri.Dan ya dia berhasil bangkit dan membangun usaha kecilnya ini hingga banyak yang tau.
Ana tidak pernah lupa dengan masa jenuh dan bosannya dulu yang hanya duduk diam dirumah,menunggu Darren pulang dari sekolah,itu bukan dia itu sebabnya dia ingin memiliki usaha sendiri .Dengan cara ini berharap masalah yang sedang di hadapinya belakangan ini bisa sedikit teralihkan dengan cara dia bekerja.
Pukul 15.00 atau jam 5 sore dia kembali ke kediaman mertuanya,lelah seharian sudah pasti karena hari ini pelanggannya sangat ramai bahkan bisa di bilang antri.Bahagia? tentu saja sangat bahagia.
Di depan pintu sudah ada pangeran kecilnya yang sedang menunggunya begitu mendengar suara mobilnya mendekat.Rasa lelah yang Ana rasakan sepanjang hari langsung sirna melihat senyum lebar putra tercintanya.
"Momy kangen " ucapnya manja ,langsung memeluk Ana yang berjongkok.
"Sama Momy juga kangen bangetttt sama Abang"Jawab Ana mencium setiap inci wajah Darren.
"Momy pasti lelah"Ucapnya seperti orang dewasa sambil mengelus pipi Ana.
__ADS_1
"Siapa bilang Momy lelah? lelah Momy langsung hilang liat putra Momy yang tampan ini tau gak.
Darren tersipu malu mendengar ucapan Momy nya.
"Abang janji akan selalu jadi anak yang baik,dan tidak menyusahkan Momy.I love mom" ucapnya sekali lagi.
"Love to boy,ayok masuk mari kita bermain di kamar ajaknya pada Darren.
"Ayo mom kita main train Tomas aja "Ucap Darren antusias dengan wajah berbinar bahagia.
Sesampainya di kamar,"bang mom mandi dulu sebentar ya Abang main sendiri dulu ya" ujar Ana.
"Ok mom,jangan lama.
"Sepuluh minit "jawab Ana.
Selesai mandi mereka asyik bermain bersama,menonton kartun setelah bosan dan lelah bermain hingga tak terasa waktu ternyata sudah akan gelap.
...****************...
Malam harinya seperti biasa sehabis makan malam Semuanya langsung masuk kedalam kamar masing-masing karena perut mereka sudah terisi penuh .Ana kembali mengingat pertanyaan ibu mertuanya waktu mereka di dapur tadi.
"Ana kapan mama punya cucu lagi,kalian sudah 6 bulan menikah? tanya ibu mertuanya tadi sore.
"Ana menjawabnya dengan senyuman,sabar ya Ma mungkin Tuhan belum mempercayakan nya pada kami " Jawab Ana berbohong.
"Iya Mama tau ,hanya saja Mama udah kepingin banget.Nggak sabar rasanya rumah ini kembali ramai dengan tangisan bayi,apalagi jika Tuhan memberikan Aku cucu kembar uhhhhh gemesnya celoteh mertuanya gemas sendiri.
Ana tersenyum kecut menanggapi celotehan ibu mertuanya tersebut.Begitu pun saat ini ,Ana tersenyum getir mengingat hal itu.
__ADS_1
Bagaimana mau punya ana jika sampai sekarang saja aku masih perawan ucapnya dengan sendu.
Ana kembali memperhatikan tubuhnya yang sudah berbalut piama celana pendek.Sejak saat itu Ana tidak lagi memperdulikan jenis pakaian tidurnya,toh menurutnya Daniel tidak pernah tertarik dengan tubuhnya yang jelek ini.
Semewah dan seterbuka apa pun baju yang di kenakan nya buktinya selama ini Daniel tidak pernah tergoda dengan tubuhnya.Hanya sebuah pelukan dan ciuman dikening ,hanya itu ucapan selamat malam yang selalu dia dapatkan setiap malamnya.Tidak ada sesi ciuman apalagi menyentuh fisik satu sama lain.
Dan Ana sudah terbiasa di perlakukan seperti itu.
Ana keluar dari kamar mandi,mengoleskan cream malam pada wajahnya sebelum naik ke atas ranjang untuk tidur.Ya untuk tidur memangnya mau ngapain lagi tanyanya pada hatinya.
Suasana hatinya sedang tidak baik- baik saja saat ini,itu sebabnya begitu naik ke atas tempat tidur dia langsung berbaring dengan posisi miring. Membelakangi Daniel yang masih sibuk dengan laptop di atas pangkuannya.
Setelah selesai dengan pekerjaannya Daniel meletakkan laptopnya di atas nakas ,dan ikut membaringkan tubuhnya menghadap Ana.
"Kenapa membelakangi ku ? tanyanya dengan lembut.Tidak ada jawaban
"Apa kamu sedang ada masalah ? cerita lah kita ini suami istri ,jangan memendam masalah seorang diri,tidak baik bicarakan denganku kita cari solusinya tambahnya.
"Apa kamu sudah tidur? sayang...panggilnya.
Aku tau kamu belum tidur ucapnya saat melihat pundak Ana sedikit bergetar dan Daniel langsung membalikkan posisi Ana untuk menghadapnya
"Sayang ada apa ? tanya Daniel saat melihat kedua mata Ana memerah.
"Tidak ada ,hanya merasa sedikit lelah saja,karena hari ini salon sangat ramai "Jawab Ana memalingkan wajahnya.
Dia tidak mau melihat Daniel,tidak ingin Daniel tau jika dia habis menangis.
......................
__ADS_1
**Dukungan like nya mana kok sepi**.