
Setelah panggilan berakhir Ana masih tetap tersenyum-senyum sendiri mengingat obrolan mereka tadi di telepon,tidak ada yang berubah saat terakhir kali dia meninggalkan mereka.
Setiap bulan Ana selalu menyisihkan sebagian gajinya untuk di kirim ke kampung hitung-hitung mengurangi beban orang tuanya menyekolahkan adik-adiknya.Memang orang tuanya tidak pernah meminta uangnya apa lagi memaksa seperti orang tua pada umumnya,bagi orang tua Ana yang penting kebutuhannya tercukupi dan tidak melarat selama di rantau orang.Itu sebabnya mereka tidak pernah meminta uang pada ana setiap bulan,Ana sendiri yang berinisiatif mengirimnya sebagai bukti baktinya ke pada kedua orang tuanya.
Hanya doa lah yang selalu mereka panjatkan terhadap sang pencipta berharap mereka semua di beri kesehatan dan panjang umur di mudahkan jalan rejekinya.
Tak terasa sudah hampir satu tahun lamanya Ana berada di kota ini tinggal,banyak hal yang terjadi dan berhasil di lewatinya.Awalnya memang berat tapi lama-lama dia terbiasa dan mampu melewatinya.
Tadi siang Adiknya no tiga menghubunginya dan mengatakan ibu mereka sakit dan sekarang masuk rumah sakit rasanya jantung Ana mau copot dari sarangnya mendengar berita itu.Tubuhnya langsung terkulai lemas dan duduk di kursi kerjanya ,terasa seperti ribuan jarum menghantam tubuhnya hingga menyebabkan mati rasa dan tidak mampu di gerakkan.
Pikiran-pikiran buruk terus bersileweran di otaknya berbagai macam penyakit ganas juga menggema di kepalanya takut salah satunya di derita oleh sang Ibu.Aku harus pulang melihat kondisi Ibu dulu jangan sampai aku menyesal jika terjadi sesuatu yang buruk nantinya walaupun hal itu sangat tak kuinginkan batinnya hampir menangis.
Bertahan ya Mak,mamak harus sembuh tunggu Ana datang isi hatinya .
Sepulang kerja tepanya pukul 17.00 Wib Ana pergi keruangan atasannya untuk meminta ijin sekalian menyerahkan surat ijinnya yang akan Pulkam karena Sang ibu sakit.
tok tok tok
Ana mengetok pintu dari luar .
"Siapa? silahkan masuk jawab yang di dalam.
__ADS_1
"Permisi pak ucap Ana ragu-ragu.
"Iya ada apa ? tumben masuk keruangan saya apalagi ini baru selesai jam kerja.
"Saya datang ke sini mau minta ijin sama pak manager untuk memberikan saya cuti selama seminggu pak,saya mau pulang kampung dulu karena Ibu saya sedang sakit ucap Ana.
"Di perusahaan ini cuti selama itu kamu bekerja tidak bisa saya hanya bisa memberimu ijin selama 4 hari ucap Sang manager.
"Baiklah pak tidak apa-apa saya akan usahakan secepatnya kembali jawab Ana.
"Maaf ya Na tidak bisa bantu banyak karena memang begitulah peraturan di kantor kita ini,kalau ingin bekerja di sini harus profesional dan disiplin terhadap peraturan tutur sang manager.
"Iya pak saya mengerti sekali lagi terimakasih.
"Ana cutimu di perpanjang saya ijinkan kamu cuti seminggu kedepan ultimatum bosnya sambil tersenyum ramah terhadapnya.
"Apa bapak serius?bengong campur kaget.
"Tentu saja,atau kamu mau saya menarik kata-kata saya kembali?.
"Jangan dong pak cegah ana malu-malu,sekali lagi terimakasih pak bos ucap ana dengan hormat memperagakan tangannya layaknya seorang prajurit yang baru saja menerima perintah yang membuat bosnya langsung tertawa.
__ADS_1
"Pergilah sebelum saya berubah pikiran nikmati liburanmu semoga harimu menyenangkan dan di jawab anggukan oleh Ana sebelum benar-benar menutup pintu.
Dirumah pukul 7 malam Ana mulai berkemas-kemas setelah memberitahukan ke pada Ibu kosnya tadi tentang keberangkatannya besok pulang kampung karena sang Ibu sedang sakit.
Walaupun sebenarnya sang Ibu kos sempat cemas karena takut Ana tak kembali lagi kerumahnya tapi dia tetap mengiakan dan mendoakan keselamatan dan kelancaran perjalanannya besok pagi.
.
.
.
.
.
*jangan lupa ritualnya ya kk
maaaf jika banyak kali Typo" nya karena author masih penulis amatiran.
And thanks buat yang selalu kasih dukungan dan masih mengikuti ceritanya hingga sekarang
__ADS_1
Buat yang ngeluh kenpa up nya lama dan larut malam ,maaf ya outhor waktu pegang hpnya gak banyak cuman malam agak Lues waktunya hehehe siang kita cari rupiah dulu
❤️❤️lov lov buat kalian ❤️❤️*