Ayah Aku Mau Ibu

Ayah Aku Mau Ibu
Kabar


__ADS_3

Selamat membaca all.


"Maaf Pak,Bu,kami sudah berusaha tapi Tuhan berkehendak lain"Ucap sang dokter dengan lemas saat membuka pintu ruangan tersebut.


Semua yang ada di sana sangat syok mendengarnya,Daniel bahkan tidak mengatakan apa pun lagi dia hanya menangis menghadap dinding putih itu.


"Apa tidak ada yang selamat dok ? tanya Papa Daniel


"Tidak ada pak ,maaf! Sebelum sampai di sini pasien sudah kehilangan darah terlalu banyak,pendarahan pada janinnya juga sangat deras sehingga janinnya sangat lemas" tutur sang dokter sangat prihatin melihat keluarga pasien yang baru saja menghembuskan nafas terakhirnya.


"Kenapa lagi-lagi harus seperti ini pah? tanya sang Mama sambil menangis di pelukan suaminya.


"Papa juga tidak tau mah,Mama tenangkan diriama dulu lihat lah di sini yang paling terpukul adalah putra kita.Pergilah hibur dia Mah,saat ini yang dia butuhkan adalah Mama di sampingnya.


"Iya Pah"jawabnya sambil berjalan mendekati Daniel putranya .


"Ya Tuhan apa yang harus ku katakan pada cucuku nanti jika ibunya sudah pergi dan tidak akan kembali lagi,dia pasti sangat sedih nanti karena untuk kedua kalinya Momy nya meninggalkannya" Batin sang papa,tak bisa di pungkiri hatinya juga ikut sakit dan air mata itu akhirnya turun juga dari pelupuk matanya.Sedari tadi dia sudah berusaha menahannya,berusaha setegar mungkin untuk anak dan istrinya ,tapi ternya dia tetap tidak bisa buktinya dia tetap menangis.


Saat sang mama mendekat dan memeluknya ,Daniel tetap diam hanya air matanya yang terus mengalir menggantikan bibirnya untuk bersuara.

__ADS_1


"Sang papa mendekat,Nak hubungi lah mertuamu katakan jika Ana di rumah sakit buat lah suatu alasan yang masuk akal tanpa membuat mereka khawatir .Jangan mengatakan apa pun,cukup katakan itu saja,jangan sampai mereka syok mendengar kabar ini.Nanti saat sampai di sini biar papa yang akan menjelaskan pada mereka.


"Tenangkan dirimu dulu nak baru berbicara"Nasihat sang Mama mengelus punggung putra tercintanya.


"Daniel hanya diam tidak menyahuti perkataan orang tuanya,dia hanya merogoh kantongnya mengambil hp untuk menghubungi orang tua istrinya di kampung.


Daniel berjalan menjauh sedikit dari kedua orang tuanya,Daniel melakukan panggilan dan di dering ke tiga panggilan tersambung.Mereka berbicara sekitar sepuluh menit dan panggilan terputus.


***


Sore harinya jenazah Ana langsung di bawa ke kediaman keluarga Daniel,Nantinya jenazahnya akan di makamkan sesuai keinginan mertuanya.


Tidak ada yang mereka tutupi dari bocah itu,bagaimana pun sekarang dia sudah besar dan dia sudah mengerti.Cepat atau lambat dia akan mencari Momy nya saat tidak melihatnya di rumah itu sebabnya semua orang menjelaskan secara perlahan padanya agar dia paham.


Bahkan sedari siang hingga malam hari bocah itu tidak mau makan sama sekali,dia tetap bertahan duduk di samping mayat Momy nya.


"Mom tidak sayang aku,Momy jahat ninggalin Abang.Abang kan udah janji sama Momy jika Abang akan selalu menjadi putramu yang baik,tapi Momy bohong Momy juga ninggalin Abang kayak mami kandung Abang "Ucapnya di samping sang Momy.


Kita sudah berjanji akan selalu bersama,nanti tidak akan ada yang belain Abang saat teman-teman Abang di sekolah jahatin Abang."Mereka akan mengejekku lagi,mom bangunlah pliss Abang sayang banget sama Momy"ucapnya menangis menyenderkan tubuhnya pada mayat Momy nya yang tertidur kaku.

__ADS_1


"Mom Abang tidak mau sendiri,kenapa Momy gak ajak Abang juga pergi.Abang juga mau ikut sama Momy sama dedek bayi juga biar Abang ada temen hiks..hiks...ajak Abang pergi mom kumohon hiks.


Para pelayat yang berdatangan ikut menangis mendengar ratapan anak kecil itu,semuanya ikut menitikkan air mata.


Bahkan kedua orang tua Ana yang sudah sampai tadi sore tidak bisa menahan Isak tangis mereka,apa lagi Ibunya Ana sangat terpukul saat tau jika putrinya telah pergi secepat ini di usia nya yang masih sangat muda.


Rasa sesak di hati mereka tidak bisa di pendam lagi ,apalagi saat mendengar keinginan cucu mereka ini .Dia anak kecil yang sangat menggemaskan dan kesayangan putri mereka selama ini,entah bagaimana perasaan bocah itu saat ini ,saat tau jika momynya sudah tiada bersamanya.


Daniel bahkan hanya duduk diam saja sejak tadi,dia mendengar Isak tangis putranya tapi memilih diam saja.Dia tidak mampu berkata apa pun saat ini,dia hanya menatap kosong pada mayat istrinya yang tertutup kain putih transparan itu.Dia tidak bisa menerima takdir seperti ini,dia kembali kehilangan orang yang di cintai nya untuk yang kedua kalinya bahkan dua orang sekali Gus rasanya Tuhan sangat tidak adil baginya.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2