Ayah Aku Mau Ibu

Ayah Aku Mau Ibu
Pamit 1


__ADS_3

🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


Maaf ya untuk para reader semua semalam outhor tidak bisa up karena fertigo ku kumat,ini aja masih oyong-oyong.


happy reading...


**


Seharian Ana hanya di kamar saja,bahkan dia melewatkan sarapan pagi dan makan siangnya bersama keluarga Daniel.


Biasanya dia selalu ikut berkumpul di meja makan dengan anggota yang lain,bercengkrama,dan saling menceritakan pengalaman mereka selama seharian.


Kini dia hanya duduk di lantai sambil menekuk lututnya,menatap ke depan dengan pandangan kosong.Layar Tv hidup tapi tidak di tonton sama sekali ,malah sebaliknya sepertinya Tv itu lah yang sedang menonton dirinya.Melihat betapa rapuh dan suramnya wajahnya saat ini.


Saat jam makan siang tepatnya jam satu,ibu calon mertuanya datang dan mrngetok pintu kamarnya.


Ana mendengar itu tapi dia membiarkannya,dia lagi ingin sendiri,menenangkan pikiran dan hatinya.Agar pikirannya tenang saat dia membuat suatu keputusan nantinya.


Biarlah semua orang berpikir dia bersikap kekanak-kanakan ,karena hanya mengurung diri dan tidak mau berbicara pada siapapun.Faktanya memang dirinya ingin sendiri,benar-benar sendiri tanpa gangguan.Itu sebabnya dia berpura-pura tidur dan diam saja saat calon mertuanya memanggilnya untuk makan siang.


Sebenarnya saat Ana keluar dari kamar putranya tadi pagi ,dia melihat,dan tau ada yang tidak beres dengan keduanya saat melihat Ana menghapus air matanya.Mungkin calon menantunya itu tidak melihatnya yang sedang berdiri di meja makan,karena dia jalan dengan cepat sambil menunduk tanpa melihat sekitarnya.


Bahkan sampai malam pun Ana belum juga keluar dari kamarnya,dan apakah Daniel tau itu? tau kah dia jika Ana belum makan seharian ini?


jawabannya tentu saja tidak,karena dia juga tidak ada makan siang sama sekali.Bahkan saat sarapan tadi pagi saja, dia tak berselera sama sekali hanya mengaduk-ngaduk mie yang ada di hadapannya. Kalau Ibunya tak menegurnya mungkin dia tidak akan memakan sarapannya.


Melihat putranya seperti itu membuat praduga nya semakin kuat jika ada masalah diantara keduanya,tapi dia tidak akan ikut campur toh mereka sudah sama -sama dewasa.Aalagagi putranya yang sudah akan menginjak kepala tiga,seharusnya jalan pikirannya sudah harus lebih matang dari Ana.


🌃


Ana sebenarnya lapar,tapi rasa lapar itu bisa di tutupi oleh kesedihannya saat ini.Dia masih mengingat perkataan Daniel tadi pagi, sampai sekarang masih sangat terngiang di otak dan telinganya seperti sebuah lagu yang pantas untuk di ingat."Perempuan macam apa kau itu? kau sama sekali tidak pantas menjadi ibunya".


Dari kata-katanya itu Ana bisa menyimpulkan satu hal.Di sini lah dia sekarang,di depan pintu kamar Daniel sambil menenteng sebuah paper bag yang ukurannya lumayan besar.

__ADS_1


Tok tok tok


Tidak ada sahutan dari dalam,tapi pintu langsung di buka.


"Boleh aku masuk? tanya Ana pada orang yang membukakan pintu baginya.


"Masuklah jawabnya..


"Momy teriak Darren ,berlari dari atas tempat tidur saat melihat siapa yang mendatangi kamar mereka.Bocah itu langsung memeluk Ana saat ana berjongkok menerima tubuh gembul itu.


"Air mata Ana langsung terjatuh saat dia memeluk Darren,rasanya dia tidak sanggup ,sungguh!.Tapi ini lah kenyataannya jika sebentar lagi mereka akan berpisah."Maaf ya bang jika tadi pagi Momy memarahiku,apa Abang mau memaafkan kesalahan Momy? tanya Ana berusaha mengendalikan perasaannya.


Jujur dia sendiri tidak tau apakah dia akan sanggup berpisah dan meninggalkan bocah tampan kesayangannya ini.


Ana berdiri ,menggendong Darren dan mendudukkannya di atas ranjang king size mereka."Sebentar ya Tante mau bicara sama Daddy dulu"ucapnya mengelus pipi Daren dengan sayang dan hampir saja air matanya terjatuh kembali.


"Apa Momy menangis? tanya Darren dengan tatapan sendu.


Ana menggeleng dengan cepat dan langsung menatap ke atas, menahan laju air matanya agar tidak terjatuh lagi.Dia menghembuskan nafas dengan kasar agar hati nya tenang.


"Mas" ucap Ana saat pandangan mereka bertemu karena sedari tadi Daniel memang memperhatikannya.


Tidak banyak yang ingin ku katakan saat ini,kedatanganku hanya ingin mengembalikan ini."Barang berharga milikmu yang ada di tanganku" sambil meletakkan paper bag di samping Daniel.


"Apa ini? tanya Daniel dengan tatapan yang entahlah aouthor juga gak tau cara mendeskripsikannya.


"Ini baju gaun yang waktu itu Mas beli untukku yang akan ku pakai saat kita yah......


sekarang aku kembalikan pada mas kembali.


Baju itu terlalu bagus dan mahal jika ku pakai,rasanya terlalu mahal untuk gadis miskin seperti ku ini.Mas Tenang saja baju nya masih bagus kok,utuh tidak lecet sama sekali.Mungkin itulah kenapa dulu aku tidak jadi membuang paperbag nya ,mungkin baju itu juga tau bukan aku pemiliknya, ucap Ana dengan suara serak.


"Mas benar,mungkin aku memang tidak pantas menjadi ibunya ucap Ana mengalihkan pandangannya pada Darren,itu sebabnya aku mengembalikan baju ini dan juga ini ucapnya lagi sambil menyerahkan kotak cincin yang ada di genggamannya.

__ADS_1


"Semoga Mas Daniel selalu bahagia,dan bisa menemukan sosok seorang ibu yang akan sangat menyayangi putramu nantinya".


"Apa kau akan pergi? kenapa?.


"Bukan kah itu yang mas inginkan?Jangan menghawatirkan ku aku akan baik-baik saja,walau pun aku tau jika kau takkan pernah memikirkan ku potong Ana.


Dia berjalan menghampiri Darren,"Bang?


Apa Abang mau berjanji satu hal pada Momy?.


"Yes mom jawabnya sambil tersenyum.


Ana sekuat tenaga menahan sesak di dadanya yang seolah ingin meledak."Berjanji lah pada ku jika kamu akan selalu menjadi anak yang baik dan penurut,jangan nakal pesan Ana dan di angguki oleh Darren".


Kamu tau bang? Tante sangat menyayangimu,sangat! tapi Tante juga tau jika Tante bukan lah wanita yang baik,Tante bukan momy yang baik untuk Abang.


"Tante mommy terbaik jawab bocah itu dengan cepat dan langsung mencium pipi Ana,aku berjanji akan selalu jadi putramu yang terbaik.


"Air mata ana meluncur sudah membasahi wajahnya,Tante bukan momy yang baik untuk Abang masih ada yang lebih baik.Tante akan selalu berdoa semoga kelak akan ada sosok seorang ibu yang sangat menyayangimu seperti keinginanmu selama ini doa ana dengan tulus mengusap kedua pipi darren.


"Kau adalah Momy ku jawabnya.


"Bukan,aku bukan momy mu dan tidak akan pernah jadi Momy mu jawab Ana.Aku akan pergi melanjutkan hidupku begitu pun denganmu, sayang berbahagialah selalu,tetap tersenyum seperti biasa jangan bersedih ya?.


"Kenapa Momy pergi? apa karena tadi pagi aku nakal? mom,maaf Abang janji tidak akan nakal lagi seterusnya ucapnya menangis saat mendengar Ana akan pergi meninggalkannya.Abang janji hiks....hiks.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Part termewek,karena pas ngetik kata-katanya aouthornya ikut nangis ini melihat kesedihan Abang Darren kita.


__ADS_2