
*selamat membaca......
Selesai* makan mereka langsung kembali ke kantor,Darren pulang kerumah di antar sang supir setelah membuat janji dengan sang Momy.
Selain Darren yang memintanya untuk pulang ke rumah,sebenarnya hari ini dia juga berniat kembali kerumah kosannya.
Sesaat Ana melamun di meja kerjanya dengan pikiran yang entah kemana,tiba-tiba terdengar bunyi..
ting
💬Sebuah pesan masuk yang berbunyi"pulang bersama".
Ana sama sekali tidak berniat membalas pesan tersebut,hanya membacanya saja karena dia tau siapa orang yang mengirim pesan tersebut.
Dilain tempat "Sial,berani-beraninya dia mengabaikan pesanku bahkan cuma membacanya"geram Daniel di ruangannya.
Pada saat jam pulang kantor Ana menuruti perkataan Daniel dan mereka pulang bersama kerumah.Sebelum pulang Ana menyuruh Daniel terlebih dahulu singgah di kos temannya untuk mengambilkan pakaiannya yang masih tertinggal di sana.
Selama perjalanan hanya keheningan yang tercipta,tidak ada suara musik yang biasanya terdengar dari radio .Kini suasana benar-benar sunyi hanya deru mobil yang terdengar.
Tidak ada yang memulai pembicaraan ,sebenarnya mulut Daniel sudah gatal ingin mengatakan banyak hal dan butuh penjelasan dari Ana,tapi begitu melihat Ana yang hanya diam saja dia pun mengurungkan niatnya itu.
Entah kenapa sore ini jalanan terlihat begitu macet sore ini lebih macet dari hari-hari biasanya.Karena terlalu lama di mobil Daniel berinisiatif memulai topik pembicaraan.
"Ana"Panggilnya dengan suara pelan agar Ana melihat ke arahnya.
"Iya"jawab Ana spontan.
"Kenapa kamu ingin membatalkan rencana yang telah kita susun dengan rapi? tanya Daniel to the point.
"Aku hanya merasa kurang beruntung dan tidak pantas bersanding denganmu "jawabnya.
"Tapi kenapa tiba-tiba?
__ADS_1
Ana berpikir dalam hati,apa pria ini lupa bahwa dia sendiri yang ingin mengakhiri hubungan mereka ini dengan mengatakan bahwa dirinya tidak pantas.Lalu kenapa sekarang dia meminta kejelasan seolah-olah aku yang paling jahat di sini?
"Kenapa? tanya Ana kembali pada Daniel."Mas sendiri yang bilang jika aku tidak pantas menjadi ibu untuk putramu Darren,padahal aku menyetujui semua ini karena nya .
Saat aku mendengarkan kata-kata mu pagi itu aku menjadi sadar akan posisi diriku,mungkin selama ini aku membuat mimpi terlalu tinggi.Setidaknya jika sekarang kita berpisah tidak akan berakibat fatal bagi Darren nantinya jawab ana dengan jujur.
Setelahnya keduanya kembali hening sampai di rumah.
********
Malam hari seperti biasa semuanya akan berkumpul di meja makan,ana termasuk salah satunya yang ikut bergabung dalam keluarga tersebut.
Seperti biasa semuanya makan dengan tenang tanpa ada suara yang berkomentar ini dan itu,hanya bunyi sendok dan garpu yang saling beradu.
Ana tidak melayani Daniel lagi seperti biasanya ,dan itu semua tidak luput dari penglihatan pasangan suami istri itu.Mereka memilih diam membiarkan mereka sendiri yang akan mengatakan masalah mereka dengan sendirinya tanpa paksaan.
Ana tidak berniat sama sekali memberitahukan rencananya pada mantan calon mertuanya itu malam ini,dia akan mengatakannya besok pagi saja.
Dia juga menyusun barang-barang lainnya yang sekiranya penting yang akan dia angkut pergi besok .
☀️
Pagi ini sepertinya suasana di meja makan ada yang berubah,suasana yang tiba-tiba dingin membuat bulu kuduk langsung bergidik.Dan wajah-wajah orang yang ada disana terlihat masam tidak seperti biasanya.
Tentu saja semuanya berubah setelah mendengarkan perkataan Ana barusan,bahkan dirinya belum sempat makan lebih tepatnya tidak sanggup makan bersama dengan orang-orang terpandang seperti mereka.
"Buk ,pak sebelumnya ana minta maaf jika selama ana tinggal di sini pernah melakukan kesalahan dan bahkan merepotkan kalian"ucapnya menuturkan kata demi kata.
"Tidak repot sama sekali jawab sang Ibu dengan cepat dan bahkan wajahnya masih memancarkan senyuman ketulusan.
"Sekarang hubungan Ana dan mas Daniel sudah berakhir,diantara kami berdua sudah tidak ada hubungan apa pun.
Deggg
__ADS_1
kedua orang tua Daniel sangat terkejut mendengar berita itu,bagaimana bisa pikir mereka dengan penuh pertanyaan.
"Oleh sebab itu Ana mau pamit,mungkin nanti sore sepulang kerja Ana akan pindah dari rumah ini,itu pun kalau sempat kalau tidak mungkin besoknya lagi.Ucapnya sambil menghela nafas.
****
Darren yang mendengarkan perkataan Ana barusan merasa sangat terpukul,dia langsung turun dari kursinya dan berlari menuju kamar dadynya.Dia masuk dan langsung mengunci pintu,dia berjalan menuju tempat tidur dan mengambil boneka pemberian Ana,setelah mendapatkannya dia kembali berjalan menuju deretan mainannya dan mengambil mobilan kecil yang pernah Ana belikan untuknya.
Setelah mendapatkan barang tersebut dia berjalan kesudut kamar ,duduk di lantai dan menangis.
"Aku salah aku salah,Momy maaf ,aku anak nakal huhuuuu tangisnya sambil memukuli kepalanya sendiri dan mencubiti tangannya.Kumohon jangan pergi hiks...hiks....
Kembali ke meja makan
"Apa? kenapa teriak sang ibu tiba-tiba.
Sejenak Ana ragu apakah harus mengungkapkan yang sebenarnya atau mencari alasan lain."Kami merasa tidak cocok satu sama lain jawab Ana pada akhirnya.
"Tidak mungkin!selama ini hubungan kalian baik-baik saja,aku selalu memperhatikannya ada apa sebenarnya?Serunya,Daniel apa kau tidak ingin menjelaskan apa pun pada mama mu ini?.
Sebelum Daniel menjawab Ana menyela,buk sudah lah mungkin seharusnya kami memang harus begini saja."Mas Daniel mengatakan padaku jika aku tidak cocok menjadi ibunya Darren,mungkin dia benar ditambah umurku yang masih muda mungkin memang belum cocok menjadi seorang ibu .Apalagi kalau sampai bisa bersanding dengannya ,ucap Ana menjelaskan.
.
.
.
.
Part-nya udah panjang semoga terhibur
jangan bosan memberikan like ya.
__ADS_1