Ayah Aku Mau Ibu

Ayah Aku Mau Ibu
Mimpi Itu


__ADS_3

Heii kamu,iya kamu makasih masih stay di cerita akang Daniel dan neng Aliana.


"Eh kaget Daniel saat berpapasan dengan Ana di depan pintu,apalagi saat melihat penampilan Ana jantung Daniel behhhh.


Apa ada yang bisa ku bantu tanya Daniel salah tingkah.


"Tidak ada mas terimakasih jawab Ana sopan.


"Tunggu ,sepertinya kamu membutuhkan bantuan ku sanggahnya meyakinkan ana.


"Apa? tanya Ana bingung.


Daniel tidak mengatakan apapun lagi tapi langsung menarik tangan Ana dan mendudukanya di depan meja rias.Dimana pengering rambutmu biar ku bantu keringkan agar cepat siap dan kamu bisa cepat istirahat .


"Di dalam koper yang Mas bawa tadi jawab Ana.


"Tunggu disini biar ku ambilkan titah Daniel dan langsung mengambil koper Ana ingin membuka nya,lupa tanya pin nya berapa?.


Setelah Ana memberitahu PINnya Daniel dengan cepat membuka koper itu dan mencari hairdryer di dalamnya dan ya dia pun menemukannya dan langsung berdiri menghampiri Ana.


"Tidak usah Mas Ana bisa sendiri kok,Ana merasa tidak enak dengan bantuan Daniel.


"Duduk dan diam saja lah,nikmati pelayanan khusus dari ku ucapnya terkekeh sendiri.


"Tapi kan mas.....


"Sudah ya jangan mendebat lagi!.


Ana pun akhirnya diam dan mengalah membiarkan Daniel melakukan apa yang ingin dilakukan olehnya.


Dalam diamnya Ana sering tersenyum sendiri sambil mencuri-curi pandang wajah pria rupawan yang ada di belakangnya dan jangan tanyakan bagaimana perasaan Ana saat ini dia sangat menikmati perlakuan manis Daniel saat ini.


"Apa wajahku sangat tampan ucapnya begitu narsisnya dengan ekspresi mengedip-ngedipkan matanya,kulihat dari tadi kau terus memandangku.

__ADS_1


" Apaan sih gajee ucap Ana tersipu malu,ketahuan mencuri pandang Daniel.


"Iya atau tidak? bertanya sekali lagi.


"Apanya tanya balik Ana yang belum engeh.


"Aku tampan atau tidak?.


"Biasa aja jawab Ana membuang muka agar Daniel tidak melihat wajah nya dari kaca.


"Sudah kuduga kau ingin mengatakan aku sangat tampan .


"Sudah ku bilang biasa saja kekeh Ana.


Dan acara mengeringkan rambut pun selesai dengan cepat,Daniel berdiri dan merapikan hairdryer yang ada di tangannya ."Sekarang istirahatlah aku akan keluar".


"Emmuahh Ana mengecup pipi kanan Daniel dengan cepat,sebagai tanda terimakasih ucap Ana cepat.


"Iya memangnya apalagi? .


"Boleh Aku mengatakan sesuatu padamu Ana?Entah kenapa beberapa hari berpisah denganmu aku sangat merindukanmu ucapnya memandang manik mata coklat Ana.


Dan entah siapa yang memulai maju duluan saat ini bibir mereka sudah menyatu dan saling memagut satu sama lain seolah ingin mengungkapkan betapa besar kerinduan keduanya selama berpisah.Pagutan keduanya terlepas saat keduanya kehabisan nafas dan ingin mengambil oksigen sebanyak -bantaknya.


"Istirahat lah mas akan keluar ucapnya mengelus kepala Ana dan mencium keningnya sekilas setelah itu langsung keluar dari kamar Ana.


Malam nya pukul tujuh semua orang sudah berkumpul di meja makan kecuali Ana.


"Dimana nak Ana tanya sang ibu mencari sosok Ana yang sangat dirindukannya itu.


"Mungkin masih di kamar jawab Daniel.


"Biar ibu panggilkan ucap ibunya berdiri dari kursi.

__ADS_1


"Tidak usah Mam biar Daniel aja ,mama duduk saja biar Daniel yang panggilkan.


Di kamar Ana ,Daniel langsung masuk setelah mengetuk pintu satu kali tapi tak ada jawaban sementara pemilik kamar itu masih terlelap di atas kasur dengan posisi kaki mengangkang.


Daniel tersenyum sendiri melihatnya apalagi melihat paha mulusnya yang tidak tertutup apapun hanya hotpan yang sangat pendek,hanya menutup seperempat pahanya.


Daniel duduk di samping Ana dan menundukkan tubuhnya,hei putri tidur ini sudah malam bangunlah ucapnya sambil menyentuh dan menepuk pundak Ana.


Ana hanya menggeliat dan meracau tidak jelas


"Ini masih malam bang kita tidur lagi ya cup cup cup ucapnya memeluk tubuh yang ada di sampingnya seolah menenangkan anak yang terbangun.


Daniel mengelus rambutnya turun ke pipi mulusnya sambil memandangi wajah Ana yang tertidur pulas,tiba-tiba terukir senyum misterius di bibirnya.Sepertinya kalau ku kerjai enak ini batinnya,Daniel mencium bibir Ana sekilas tapi berkali-kali masih nihil tak ada pergerakan .Hingga Daniel pun menciumnya dengan agresif membuat birahi lelakinya naik dan berhasil Ana menggeliat karena merasa terganggu,buru-buru Daniel duduk agar tidak ketahuan .


"Mas disini tanya Ana dengan suara khas bangun tidur ,dan di telinga Daniel suara itu begitu manja seperti menuntut lebih.


"Iya ,aku datang membangunkan mu untuk makan malam udah jam 7 malam soalnya .


"Hahhh udah jam tujuh perasaan aku baru tidur deh.


"Bangunlah mama menunggumu katanya rindu.


.


.


.


.


yeeeeeeyyy tambah satu bab


jangan lupa dukungannya ya ok ok ok.

__ADS_1


__ADS_2