
Siang semuanya author yang baik hati up nih,sorry to sorry dua hari hilang gak ada kabar.Sengaja ngilang siapa tau ada yang merasa kehilangan hahahaha
( Rasa percaya outhor tinggi) kalau gak gitu mana mungkin bisa nulis novel iya gak?
iya kan aja dech biar akunya Sonang.
Lanjut baca....
Hari-hari berganti Minggu ,Minggu berganti bulan,asyyik ngikutin kata-kata orang dulu akh.
Saat ini Ana dan Daniel sedang di sibukkan dengan persiapan pernikahan mereka yang akan di gelar beberapa Minggu lagi.
Keputusan keduanya untuk menikah dan membentuk sebuah keluarga kecil yang bahagia sudah bulat. Mereka berhasil melewati rintangan yang hampir memisahkan mereka,keluarga dua belah pihak juga turut bahagia mendengar kabar tersebut.
__ADS_1
Darren putranya sangat antusias menyambut sang mommy,banyak hal yang sudah di rencanakan otak kecilnya itu.Dia sangat bersemangat dan selalu ceria setiap harinya,di sekolah dia sangat aktif dan rajin.Tidak ada lagi murid seumurannya yang mengejeknya tidak punya Ibu karena setiap hari Ana dan Daniel yang selalu mengantarnya kesekolah.Bahkan sering kali Ana ikut masuk ke kelasnya saat mengantarnya setiap pagi,berbincang sebentar dengan Miss nya tentang perkembangan Darren di sekolah dan tentu saja semua murid di kelas itu melihatnya.
Skipp ya.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Keluarga Ana yang hadir tidak banyak,hanya keluarga inti dan sedikit kerabat.Selain karena jauh juga terhalang biaya ongkos,sebenarnya kedatangan mereka sudah di perkirakan Daniel dan dia sudah mempersiapkan segalanya jauh - jauh hari.Tiket sudah di pesan beberapa bulan yang lalu ,dan kebetulan saat itu ada tiket penerbangan Medan-Batam yang lagi promo jadi sekalian saja Daniel beli.
Jumlah keluarga yang hadir di hitung dari jumlah tiket yang di beli,ada juga sebagian tiket bayar sendiri.Itu dari kerabat Ana yang cukup berada,banyak yang ingin menyaksikan pernikahan tersebut tapi apalah daya ongkos mahal jadi hanya bisa menitip kado dan salam.
__ADS_1
Semua anggota keluarga sudah sampai di Batam semalam siang,mereka di tempatkan di i hotel yang sudah Daniel pesan dan dibagi menjadi beberapa kamar .Ayah dan ibu Ana tinggal di rumah Daniel atas permintaan ibunya sebagai tuan rumah yang menyambut.
Kedua orang tua Ana mengiakan permintaan sang nyonya tersebut,mereka juga sangat bahagia karena bisa dekat dengan putri mereka.Mungkin hari ini adalah hari terakhir mereka bisa bebas dengan Ana,karena setelah ini waktu ana akan dia berikan untuk keluarga kecilnya.
Memikirkan hal itu sepasang suami istri itu sangat sedih,tapi mereka juga sangat bahagia melihat Ana bahagia.Ana yang mereka besarkan sejak bayi hingga sebesar ini sebentar lagi akan menikah dan meninggalkan mereka,ada keharuan di hati keduanya.Perasaan berat melepaskan sang putri tercinta untuk pria yang akan mendampinginya mulai sekarang dan seterusnya,perasaan takut apakah putri mereka akan bahagia dengan pernikahannya nanti.Apakah pasangannya akan mencintai Ana seperti cinta sang ayah untuk putrinya,menjaga dan melindungi nya melebihi dirinya kelak.
Tapi kembali mereka memanjatkan doa dan harapan untuk kebahagiaan dan keharmonisan rumah tangga Ana nantinya.
"Jangan nangis Mak,ana bahagia di sini jadi Mamak nggak usah khawatir .Doakan keluarga Ana ya Mak,pak agar selalu berada dalam lindungan Tuhan "Pinta Ana sambil memeluk sang ibu,dan sang ibu menciumi seluruh wajah Ana dengan sayang .
"Kami akan selalu mendoakanmu nak begitu pun dengan keluargamu nanti,jadilah istri yang penurut terhadap suamimu.Kalau ada masalah selesaikan baik-baik dengan kepala dingin,jangan langsung emosi apalagi lari dari masalah.Dan saat hati mu gundah bawa semuanya kedalam doa ya nak ,maka kamu akan mendapatkan jawaban dan ketenangan di sana.
Bapak tau kamu akan berpindah keyakinan tapi jangan pernah meninggalkan keyakinan mu pada Tuhan ,tetapkan dia di jiwamu karena dia akan selalu di sisimu.
__ADS_1
Itulah pesan Ayah Ana tadi malam.
Ana memeluk sang Ayah dengan erat dan sang ayah mengelus rambut Ana dengan berurai air mata.Sosok ayah yang jarang di peluknya setelah dia besar dan hari ini dia kembali memeluknya saat mereka akan berpisah cukup lama nantinya.