
Morning ❤️❤️
Jaga kesehatan semuanya tetap ikuti panduan protokol kesehatan ,biar si Corona cepat hus hus...
*******
☀️
Saat sampai di rumah ternyata hari sudah hampir sore,Ana membantu Ibu mertuanya memasak yang katanya akan memasak menu spesial untuk makan malam nanti.
Tidak banyak yang Ana bantu hanya memotong-motong sayur,wortel dan memetik cabe,selebihnya seorang asisten di panggil untuk menghaluskannya.
"Mama mau masak apa? tanya ana yang sedari tadi sudah sangat penasaran.
"Opor Ayam dan kawan-kawannya " jawab mertuanya asal.
Ana yang tidak terlalu tau banyak cara mengolah ayam selain ayam goreng,rendang,dan di kari hanya ber oh saja.
"Ada yang bisa Ana bantu lagi Ma? tanya Ana bingung karena hanya jadi penonton saja di dapur.Dari pada kamu di sini mendingan kamu samperin suami kamu aja di kamar,jangan di anggurin segera buat cucu yang banyak untuk mama "Ucap mertuanya sambil tersenyum.
__ADS_1
Ana tersenyum canggung mendengar perkataan sang ibu mertua,"mama apaan sih? ucapnya dengan malu.
"Udah biar mama yang masak kamu ke kamar gih"usirnya.
Ana menurut dan pergi dari sana bukan langsung ke kamar mereka ,tetapi mencari pangeran tampannya yang entah sedang di mana.
Dia menemukan putranya di kamarnya dulu,yang sekarang sudah di sulap menjadi kamar laki-laki dengan dekor dan segala pernak-pernik kesukaannya.
Ternyata dia sedang bermain dengan sang kakak,kamar itu terlihat begitu indah dan rapi sekarang.Ada lemari kaca besar di kamar itu di khusus kan untuk tempat mobil-mobilan dan semua robot-robot milik putranya.Apalagi melihat walpapernya siapa pun akan jatuh cinta dan betah berlama-lama duduk di dalam sana.
Ana menghampiri keduanya,ikut bermain dengannya .Dan sekali-kali Ana mengajak sang kakak asuh mengobrol untuk menghilangkan kejenuhan.Jangan salah ya jaga anak yang sedang asik dengan mainannya sendiri bisa membuat kita yang menjaga mengantuk loh.
20 menit setelah keduanya terlelap ada yang memasuki kamar tersebut,masuk dengan cara mengendap-ngendap agar langkahnya tidak ketahuan.
Dia berjalan menuju Darren ,melambai-lambaikan tangannya untuk memastikan apakah bocah itu sudah lelap atau belum.Setelah melihatnya tidur lelap,orang tersebut berjalan kearah Ana tidur,memperhatikan orang yang sedang tidur itu dan ikut membaringkan tubuhnya di ranjang setelah menggeser tubuh Ana.
"Ternyata kau di sini sedari tadi, aku mencari mu apa kau tau itu?seharusnya sore ini waktu untuk kita berdua,omelnya dengan suara pelan sambil menunjuk-nunjuk kening Ana.
Setelah merasa puas karena sudah mengeluarkan unek-unek di hatinya walau tidak ada yang mendengar,akhirnya Daniel ikut terlelap sambil memeluk Ana dari samping.
__ADS_1
Seperti biasa tidak ada yang berubah,jam tujuh malam berarti saatnya makan malam.Semuanya sudah berkumpul dan duduk di kursi masing-masing termasuk si tampan Darren yang sudah duduk anteng di babycel nya.
Anak itu semakin mandiri saja,makan tidak mau di suapi lagi karena ingin makan sendiri.Dia mau di suapi makan jika dari tangan Ana saja,dia ingin terlihat keren di mata sang Momy dan tidak mau di sebut anak manja.
Jika ada yang menyebutnya manja dia akan marah dan menangis.Bahkan untuk mandi pun dia ingin mandi sendiri,tentu saja Ana tidak memberi ijin karena menurutnya kamar mandi adalah musuh paling berbahaya di dunia ini.Salah sedikit kita bisa terpleset,patah tulang,geger otak dan bahkan meninggal di tempat karena kamar mandi bisa saja licin.
"Ini hari keduamu menjadi putri ku,biarlah orang luar menganggap kamu menantuku saja,tapi bagiku kau adalah putriku.Ini makanan spesial khusus mama masak untukmu ,sok atuh di coba ucapnya mengikuti logat Jawa temannya.
"Iya ma "jawab Ana sambil- tertawa.Semua orang ikut tertawa mendengar logat langka tersebut yang hampir tak pernah mereka dengar,apalagi ini Mamanya sendiri yang mengucapkannya.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1