
POV Daniel
Dikamar nya Daniel sedang berbaring,ya Tuhan
apa yang ku lakukan tadi? apa tadi aku terlalu kasar padanya? apakah sekarang tangannya sakit? berbicara sendiri karena kegalauannya.
Dia benar aku bukan siapa-siapanya ,kami tidak menjalin hubungan tapi kenapa rasanya aku sangat marah melihatnya bersama pria lain?.
Apakah ciuman panas antara kami waktu itu tidak berarti apa-apa baginya? padahal sampai sekarang aku masih mengingatnya tidak bisa melupakan kejadian itu barang sedikit pun.Memori itu masih tersimpan rapi di dalam ingatanku,tapi dia apakah sudah melupakannya? melupakanku?.
Tidak! ini tidak boleh terjadi,dia tidak boleh menjalin hubungan dengan pria itu atau pria manapun aku tidak rela.
Enak saja dia ingin bersenang-senang dengan pria itu sementara aku...?
Dia harus bertanggung jawab padaku,dia telah menciumku malam itu rutuknya dengan kesal.
Setelah lelah berpikir dan merutuki Ana dalam hening ya malam akhirnya Daniel bisa memejamkan kedua matanya menuju dunia lain.
...****************...
*Esok paginya
Ana terbangun karena merasakan kehadiran seseorang di kamarnya yang sedang menatap tajam dirinya layaknya hewan buas yang sedang kelaparan siap memakan tubuhnya*.
__ADS_1
Semakin lama perasaannya itu semakin nyata dan alam bawah sadarnya menyuruh nya untuk membuka mata dan lekas bangkit dari tempat tidur karena mangsa telah tiba.
Dalam mimpinya Ana sangat ketakutan dan langsung duduk di atas tempat tidurnya melihat sekelilingnya.
"Hufh ...Aman tidak ada macan ucap nya menggosok-gosok dadanya untuk mengusir ketakutannya,syukurlah hanya mimpi ucap nya masih ngos-ngosan.
saat dia kembali menoleh ke sisi sebelah nya barulah dia tersadar sepenuhnya bahwa apa yang dia mimpikan itu sekarang menjadi nyata.
Bagaimana tidak saat Ini Darren sedang menatapnya tanpa berkedip,tatapan matanya penuh dengan kemarahan ke arahnya.
Kemarahan yang entah apa penyebabnya Ana pun tidak tau,kalau biasanya bocah itu akan langsung menyapanya dan naik di pangkuannya pagi ini tidak ada sapaan,pelukan bahkan raut wajah ceria yang biasa di tunjukkan .
"Masih berdiri ditempatnya dan bertanya dengan tatapan tajam setajam silet baru beli."Siapa yang mengantarkan Tante semalam?.
"Sayang kemarilah Tante sangat merindukanmu beberapa hari ini ajak Ana membentangkan tangannya berpikir akan memeluk bocah itu.
"Bohong!sergah Darren ,Tante tidak merindukanku.Jawab tanya ku siapa yang mengantarkan Tante semalam aku melihatnya melambaikan tangan padamu dan dia laki-laki seperti dad ucap nya dengan mata berkaca-kaca.
"Hanya teman memangnya kenapa Bang?.
"Kenapa Tante mau diantarkan olehnya?.
"Karena Tante butuh bantuan dan kami berteman jadi dia menolongku,kemarilah sayang.
__ADS_1
"Apa Tante tidak menyayangi ku lagi?
Tess...air mata bocah itu sudah turun.
"Sayang,tentu saja sayang memangnya ada apa? kenapa Abang menangis?.
"Kurasa Tante tidak lagi sayang aku,apa Tante akan pelgi meninggalkanku bersama om itu seperti mommy ku?.
"Hei Abang bicara apa tanya Ana langsung bangkit dari tempat tidur dan memeluk bocah yang sudah dianggap anaknya sendiri.
Darren memeluknya sangat erat dan menangis sesenggukan dalam pelukan Ana,kumohon jangan tinggalkan Aku aku sayang mommy ucapnya di sela Isak tangisnya .
Daniel racun apa yang kau berikan pada putraku ini,awas kau teriak Ana dalam hatinya.
.
.
.
.
#Pantau terus sampai akhir ya
__ADS_1
Like,koment