
" Momy" Seru Darren langsung menghampiri dan memeluk Ana.
"Ana sebenarnya shock melihat kehadiran Darren yang tiba-tiba ada di tempat kerjanya.Abang kok bisa di sini? tanya nya setelah pulih dari rasa terkejutnya.
"Abang di antar sama wawak supir " jawabnya sambil tersenyum.
"Terus yang mengantarkan Abang kesini siapa? tanya Ana lagi,dalam hatinya tidak mungkin kan Darren datang sendiri mencarinya?
"Sendiri jawabnya.
"Sendiri? bagaimna bisa? wawak mana? tanya ana sedikit panik .
"Abang tinggal di atas sama Daddy,soalnya Daddy lagi marah-marah sama hmm..Abang gak tau siapa itu pokoknya Dady sedang merepet tadi di atas ,jadi Abang cari Momy jawabnya panjang lebar.
"Apa Abang turun menggunakan life yang disana? tanya Ana menelan air liurnya.
"Iya ,Abang masuk diam-diam terus Abang turun.Tidak ada orang kok di dalam,tapi tadi di depan life ada Abang satpam jadi Abang tanya aja apa Momy ada di sini.
"Orang-orang yang berada di dekat Ana dan mendengar penjelasan bocah itu secara rinci merasa sangat ngeri ,membayangkan hal yang baru saja di lakukan nya .Apalagi melihat umurnya yang masih kecil,apa dia tidak merasa takut? batin mereka.
"Diantara rasa panik dan keterkejutan Ana dia langsung menggendong Darren dan menciumi ubun-ubun kepalanya dengan sepenuh cinta.
"Melihat Ana yang menciumi nya membuat Darren langsung menangis tersedu-sedu hiks..hiks,Momy......
"Its ok,tidak apa-apa jangan menangis " ucap Ana menenangkannya sambil mengelus-elus punggungnya.Karena dia pikir Darren menangis karena ketakutan mungkin terjadi sesuatu padanya saat di dalam life tadi.
__ADS_1
Tapi bukannya mereda tangisan Daren bahkan semakin kencang saja saat ini.
"Kenapa menangis? tanya Ana bingung.
"Momy kemana saja sudah dua hari gak pulang?,apa Momy tau Abang sangat rindu sekali pada Momy? Abang tidak bisa tidur tiap malam,kumohon jangan pergi lagi jangan tinggalin Abang mom Pinta Darren.
"Ana jadi bingung sendiri harus menjawab apa.Tante gak kemana-mana ,Tante selalu disini jadi Abang jangan nangis lagi ya pinta Ana.
Darren menganggukkan kepalanya ,masih terdengar sesunggukan walau pun dia sudah berhenti menangis.
"Apa Daddy tau jika Abang pergi ke sini?.
"Daddy tidak tau" jawabnya.
Ana menghela nafas panjang mendengar jawaban Darren barusan,pasti sebentar lagi dia akan data g dan masalah pasti akan rumit.
hosh ...hosh...nafas keduanya memburu karena rasa takut saat melihat Darren menghilang dari pandangan mereka.
"Abang! syukurlah kamu ada di sini,lain kali jangan di ulangi lagi" ucap Daniel merasa sedikit lega.
Lega karena putranya baik-baik saja dan yang kedua putranya ternyata hanya mencari Ana.
Darren sangat takut pada dadynya saat melihat ekspresi wajahnya barusan,jadi dia menyembunyikan wajahnya di dada Ana karena dia masih berada di pangkuan Ana.
"Hussst,jangan memarahinya secara berlebihan tegur Ana pada Daniel.
__ADS_1
"Baiklah jawab Daniel mengalah saat melihat peringatan dari Ana,sebenarnya dia sangat ingin marah pada putranya yang kelewat nakal itu saat ini tapi dia akan menahannya dulu dan akan menegurnya di rumah nanti malam.
"Lima menit lagi jam istirahat makan siang,jika kamu tidak sibuk ayo makan siang bersama" ajak Daniel pada Ana.
"Tanpa penolakan ana langsung menjawab ,Iya pak .
Lima menit kemudian mereka sudah berjalan menuju life yang akan mengantarkan mereka ke loby kantor.Sepanjang ana melewati rekan- rekannya Ana mendengar banyak kasak kusuk mempertanyakan bagaimana dia bisa mengenal Daniel sang direktur yang memiliki sifat sedingin es salju itu.Bahkan sepertinya Ana begitu dekat dengan putranya.
Ada juga beberapa yang mengatakan jika mereka cocok satu sama lain,pasangan yang serasi aku sangat iri ucap mereka .Apalagi saat melihat Darren di tengah-tengah mereka dan bocah itu menggandeng tangan dadynya dan juga tangan Ana membuat formasi yang langsung membuat patah hati para wanita di sana.
.
.
.
.
.
.
Up dua bab ya hari ini,
jangan lupa tinggalkan jejak like ,jika ada yang salah dalam penulisannya berikan komentar kalian biar outhor tau memperbaikinya.
__ADS_1
Salam sayang lopelope dari author@Evianna.