Ayah Aku Mau Ibu

Ayah Aku Mau Ibu
Kenapa Nasibku Begini


__ADS_3

Seiring berjalannya waktu,tak terasa ternyata sudah enam bulan usia pernikahan Ana dan Daniel.Tapi seperti ada yang kurang di hati Ana,bagaimana tidak? dia sudah menikah tetapi seperti seorang wanita tanpa suami saja.


Miriiss!


Satu kata yang pas di sematkan untuknya menurut Ana.Sudah lama menikah,bahkan mereka sudah bersama selama enam bulan ini tetapi hingga saat ini Daniel bahkan belum menyentuhnya.


Hal ini cukup membuat Ana kepikiran dan mengganggu mentalnya hingga berpengaruh pada kesehatannya .Tubuhnya sedikit lebih kurus dibandingkan dulu,beban dihatinya yang terlalu berat membuat batinnya tersiksa.


Dia melayani segala kebutuhan Daniel setiap hari layaknya seorang istri pada umumnya.Menyiapkan segala kebutuhan mandinya,pakaian kantor sebelum dia bekerja ,memakaikan dasinya,menemaninya ke acara-acara pesta kantor maupun teman-temannya.Dan menunggunya pulang dari kantor sekali pun Daniel lembur hingga larut malam,dia tidak akan bisa tidur sebelum suaminya kembali.


Apakah Ana bahagia melakukan semua itu bersama sang suami? jawabannya ya ,Ana bahagia karena bisa menjalankan tugasnya sebagai seorang istri dengan baik .Tidak ada yang kurang dalam dirinya,lalu apa kesalahannya?.


Sebulan setelah mereka menikah waktu itu ,Daniel memintanya untuk berhenti bekerja di kantor.Biar lah dirinya saja yang bekerja dan Ana fokus menjaga dan memperhatikan putra mereka Darren.


Waktu itu biar pun rasanya berat tetap,Ana mengabulkan permintaan suaminya dan resign dari kantor dan memilih menjadi Ibu rumah tangga saja dan fokus pada putra mereka.Ternyata lambat lain Ana merasa bosan hanya duduk hengkang di rumah saja sepanjang hari.Jujur bersantai bukanlah tipenya kecuali di hari libur,terbiasa dengan kesibukan bekerja membuatnya tak betah dengan kondisinya saat ini.


Ana sempat berpikir yang enggak-enggak tentang suaminya di kantor, pikiran negatifnya tiba-tiba muncul apakah Daniel ada bermain serong dengan perempuan lain atau lebih parahnya dengan sekretarisnya sendiri.


Memikirkannya saja membuat batinnya semakin drop.Apalagi mengingat sikap Daniel yang sepertinya enggan sekali menyentuhnya.Wajar bukan jika dia berpikir seperti itu? Bagaimana tidak mereka sepasang suami istri tetapi sampai sekarang mereka belum melakukan malam pertama yang seharusnya sudah mereka lakukan 6 bulan yang lalu.


Ana meremas dadanya yang semakin terasa sakit saat memikirkannya."Bahkan suamiku sendiri sepertinya tidak tertarik sedikit pun dengan tubuh ini" ucapnya sambil terisak di dalam kamar mandi.


Entah sudah berapa lama dia berada di kamar mandi sambil menangis,menangisi nasibnya,pernikahannya,yang di impikan nya sejak dulu menjadi wanita yang akan bahagia dengan pasangannya kelak.

__ADS_1


Tapi apa yang di alaminya sekarang?,apakah mimpinya sudah terwujud? tidak!.


Sambil menangis,Ana memutar-mutar tubuhnya di kaca full body di dalam kamar mandi mereka.


Ana memeriksa setiap inci bagian tubuhnya,apa ada yang salah? apa yang kurang? kenapa suaminya tidak tertarik menyentuhnya?.Entah berapa banyak sudah bulir air mata yang keluar,ternyata belum cukup puas meredakan emosi di dadanya.


Dia masih mengingat dulu awal pernikahan mereka ,Setiap malam Ana selalu menggunakan lingerie **** ala pengantin saat mereka tidur.Siapa tau suaminya menginginkan haknya sewaktu-waktu,tapi seiring berjalannya waktu semua yang Ana lakukan ternyata hanya sia-sia saja dan Daniel tidak pernah menyentuh tubuhnya selain memeluknya saat mereka akan tidur.


Sejak saat itu dia sangat cuek dengan pakaian tidurnya,memakai piama kedodoran,daster yang kebesaran dan segala jenis lagi.Toh suaminya tidak tertarik bahkan tidak mau melirik tubuhnya,lalu untuk apa dia bersusah payah?


Hati Ana terasa hancur saat itu,bahkan sangat!Dia berpikir apa tubuhnya begitu jelek dan tidak menarik sama sekali sehingga tidak bisa meruntuhkan pertahanan Daniel selama ini.


Atau memang dirinya tidak pernah diinginkan selama ini ,selain menjadi ibu untuk putranya.


kenapa?


kenapa kau lakukan ini padaku?


tanyanya terisak kembali sambil menelungkup kan seluruh wajahnya pada kedua lututnya .Tubuhnya terguncang dan bergetar menahan Isak,mungkin karena sudah terlalu lama menangis mengasihani dirinya sendiri di sini.


Setelah merasa cukup dan sedikit lega di hatinya,Ana kembali mengguyur tubuhnya untuk yang kedua kalinya.Setelah selesai mandi dia bersiap-siap dengan pakaian rapinya karena akan berangkat ke salonnya.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


Maacih bagi yang udah mampir baca ,


kalau suka dengan ceritanya jangan lupa tekan jempol nya yahhhh.


kasih masukan banyak-banyak ,menampung kok.


Dan maaf Up nya lama karena ada beberapa masalah beberapa hari ini..


.


.

__ADS_1


di tunggu ya next nya.


__ADS_2