BAD PRINCESS OF AQUALIORS

BAD PRINCESS OF AQUALIORS
Bab 10 : Kelinci Percobaan


__ADS_3

...Happy Reading...


...*...


...*...


...*...


"Salam yang mulia raja, semoga berkah Tuhan selalu menyertai anda."


"Ada gerangan apa yang mulia memanggil hamba?? "


"DIA!! Dialah yang tadi malam masuk kedalam ruangan ku! dia juga yang telah meracuni ku!!" tuduh ratu Adriana histeris.


Luciana yang melihat kondisi tubuh ratu jelek itu tersenyum tipis. Tubuh ratu Adriana terlihat memerah bengkak. Bahkan di tangannya terlihat lecet pasti karena menggaruk nya terus menerus.


"Ada apa yang mulia memanggil saya?? " tanya Luciana bingung


"Kau! Kau yang telah meracuni ku! "


"Hukum dia!!"


Raja Gilbert menghela napas sejenak kemudian menatap tepat dimata Luciana, "Apa kau yang membuatnya menjadi seperti ini?? "


"Apa?? Apa kalian sedang menuduhku?? "


Semua orang yang  berada disana diam. Memandang bingung.


"Menuduh!!? Jelas-jelas tadi malam kau datang ke kamarku. " tegas ratu Adriana


Luciana menunduk kemudian mengangkat kepalanya lagi, " Bagaimana bisa saya datang ke kediamanmu yang mulia?? Sedangkan saya masih berada di dalam penjara. "


Mulai terdengar bisikan  dari para pelayan disana, ada yang mengatakan hal itu benar namun ada juga yang mengatakan itu hanya alibinya.


"Tidak! Kau yang datang! "


"Maaf yang mulia, sebegitu bencinya anda terhadap saya sampai didalam penjara pun anda menuduh saya? " ucap Luciana sedih.


Ratu Adriana gelagapan saat melihat kesedihan Luciana, sejak kapan putri bodoh itu berani berekspresi seperti itu.


"Ibu!!!!!"


"Ibu kenapa bisa sampai seperti ini?! "


Putri Arabella yang sedang melakukan pembelajaran di sekolahnya langsung bergegas pulang saat mengetahui bahwa ibunya tengah sakit. Dan benar saja terlihat kondisi tubuh ibunya yang sampai bengkak.


Putri Arabella langsung menuju ranjang ratu Adriana sambil menangis, "Apa yang terjadi ibu?? "


"Ib-"


"Hentikan tangisanmu putri Arabella. " tegas raja Gilbert memotong ucapan ratu Adriana.


Putri Arabella segera menahan tangisannya sambil mengelus tangan ibunya lembut. Pangeran Altar juga datang bersamaan dengan putri Arabella. Dia diam melihat situasi namun pandanganya jatuh kearah gadis yang tengah menatap datar dengan pakaian kotornya.


"Walaupun berantakan dia tetap saja menggoda. "


Merasa diperhatikan Luciana menatap kearah pintu yang terdapat pria yang tengah menatap kearahnya dengan  pandangan yang membuat dirinya risih. Pangeran Altar tersenyum manis saat putri Luciana menatap datar kearahnya. Melihat tatapan itu Luciana mengabaikannya dan kembali menghadap kedepan.


"Kenapa dia menatapku seperti itu?? Dasar pria cabul! " batin Luciana

__ADS_1


Selama bertatapan dengan mata berwarna coklat itu, ia langsung mengetahui kepribadian pangeran Altar. Pria itu type lelaki yang pandai memikat hati perempuan dengan matanya dan mempermainkan nya demi kesenangan.


Melihat pandangan memuja dari pangeran Altar, Luciana harus berhati-hati dengan pria itu.


"Maaf sebelumnya yang mulia, saya ingin bertanya sesuatu kepada ratu Adriana." pinta tuan Richard


Raja hanya menanggapinya dengan anggukan halus tanpa bersuara. Merasa sudah diijinkan bertanya, ia langsung kembali menatap kearah ranjang ratu Adriana.


"Sebelumya,pa yang mulia mempunyai bukti jika putri Luciana yang meracuni anda? " tanya tuan Richard dengan  sopan.


"Saya melihatnya sendiri tadi malam! "


"Namun yang mulia, bukannya anda sedang dalam keadaan mabuk waktu itu?? " ucap Tuan Richard


"Benar, jika menurut saya anda terlalu banyak meminum wine yang mulia sehingga anda berhalusinasi melihat putri Luciana... serbuk alergen itu sepertinya memang sudah berada di minuman itu sejak lama, saya sarankan anda mengecek kemasan sebelum meminumnya yang mulia. " tutur dokter muda bernama Elard


Mendengar pembelaan itu membuat ia tersenyum tipis, ternyata tanpa Luciana meminta sudah ada orang yang membekingnya. Luciana menjadi tidak terlalu repot untuk membela dirinya.


"Apa kalian  membela putri itu tuan Richard dan dokter Elard??! " tanya yang mulia ratu Adriana.


"Maaf jika menyinggung yang mulia. " hormat dokter Elard


"Maaf yang mulia, namun apa yang dikatakan dokter Elard itu juga benar. " sahut tuan Richard


"Bagaimana pun keputusan berada di tangan yang mulia Raja Gilbert. "


"Hari ini putri Luciana dibebaskan dan akan mendiami paviliun Awan." putus raja Gilbert


Ratu Adriana melorot tak percaya mendengar keputusan dari suaminya itu. Seharusnya putri bodoh itu mendapat hukuman lebih berat namun kenapa justru dibebaskan! Jelas ia tak terima.


"Jangan membuat keributan dengan alasan sepele jika kalian tidak ingin dihukum. "  tegasnya


"Ibu tidak apa-apa? " tanya putri Arabella


"Ibu baik-baik saja. "


Luciana langsung meninggalkan peraduan ratu Adriana melangkah kan kakinya menuju paviliun Bulan untuk menemui pelayan Elis yang pasti menghawatirkan nya.


Namun sayang, langkahnya terhenti di lorong sepi saat pria tidak lain pangeran Altar mencegatnya.



"Anda sangat hebat. "


"Jangan menghalangi jalanku. " tegas Luciana kembali melanjutkan jalannya.


"Apa kau tak ingin bertemu dengan Lauren? " ucap pangeran Altar berhasil membuat langkahnya terhenti.


"Ohoo.. seperti yang kau minta kemarin, aku akan memberitahumu dimana putri Lauren berada.. "


"Cepat katakan dimana dia. " tegas Luciana yang mulai tertarik mendengar nya.


"Tidak ada yang gratis putri yang terhormat. " ucap pangeran Altar tersenyum miring.


"Apa yang kau mau? " Luciana menatap manik mata coklat itu tajam.


"Jadilah teman ranjang ku. " ucap pangeran Altar menggoda.


Luciana berdecih pelan bahkan ia sampai tertawa kecil mendengar ucapan tak senonoh dari seorang pangeran ini.

__ADS_1


"Kenapa kau tertawa? "


"Kau ini sangat bodoh pangeran Altar. " ejek Luciana


"Maksudmu? "


" Anda pikir aku akan setuju begitu saja dengan tawaranmu itu?? Tanpa kau memberitahu keberadaan Lauren padaku, aku bahkan bisa saja mencari taunya sendiri dengan mudah.. " jelas Luciana remeh


"Kau terlalu angkuh putri. " senyum Pangeran Altar


"Kau hanya anak dari seorang ****** , seharusnya tawaran itu sangat menggiurkan untukmu. "


"Jangan mencela ibuku!! "


"Kau sangat malang putri Luciana, dengan sikapmu yang semakin menarik membuatku ingin mencicipi tubuhmu.. " tawa Pangeran Altar


"Pria bajingan seperti mu seharusnya di kebiri. Agar tidak sembarangan mempermainkan wanita!! "


"Hustt! Jaga ucapanmu putri, jika sampai ada yang mendengarnya maka kau akan dihukum hahhaha.. " dia tertawa


"Kita akan bertemu kembali putri Luciana. " pangeran Altar pergi dan sempat mencolek dagu Luciana dengan ekspresi menggodanya.


Luciana tak menghiraukan perkataan unfaedah dari pangeran bodoh itu dan kembali melanjutkan langkahnya. Luciana berjalan memasuki kamarnya  dan melihat pelayan Elis sedang menangis sambil memeluk bantal gulingnya.


"Apa yang sedang kau lakukan? "


Pelayan Elis tersentak kaget dan berhambur memeluk Luciana. Tubuh Luciana sedikit limbung kebelakang karena serangan mendadak itu. Setelah sadar akan kebodohannya ia langsung melepaskan pelukanya dan bersujud meminta maaf.


"Maaf yang mulai atas kelancangan saya! Anda bisa menghukum saya yang mulia!!"


Luciana berdecak kesal, " Sudah kubilang jangan pernah bersujud padaku!! Aku bukan tuhan!" tegas Luciana


"Ma-maafkan saya nona. "


"Sudahlah, sekarang bantu aku membereskan barang-barang. " pinta Luciana


"Apa nona akan pergi?? Jika iya tolong bawa hamba juga. " mohon nya


"Kita akan pindah ke paviliun Awan jadi jangan banyak tanya! "


"Apa?? Ba-baiklah. "


Keduanya membereskan barang-barang, Luciana hanya membawa beberapa barang saja yang menurutnya penting.


Sementara pelayan Elis mengemasi baju yang masih layak dipakai dan beberapa aksesoris milik Luciana.


Saat sedang membereskan barang-barang mereka terdengar suara ketukan pintu. Luciana menyuruh pelayan Elis untuk membukanya.


"Yang mulia anda diperintahkan untuk segera membenahi diri dan berpindah di kediaman Awan. " hormat salah satu prajurit.


"Ya! Kita sudah selesai berkemas, antarkan kami kesana sekarang! "


"Baik yang mulia. "


Selama perjalanan menuju paviliun Awan ia bertemu dengan beberapa pelayan yang menatap kearahnya sinis dan jijik. Namun ada juga yang memberikan hormat padanya, namun hanya beberapa saja membuat Luciana jengkel.


"Sepertinya aku harus merebut kembali kekuasaan Luciana yang semestinya. "


...To be Continued......

__ADS_1


...TINGGALKAN JEJAK LIKE, VOTE!! FAVORIT! BERI HADIAH😉...


__ADS_2