
...Happy Reading...
...*...
...*...
...*...
Suasana paviliun yang sepi sangat menguntungkan Luciana, ia tak akan sulit untuk menjalankan misinya. Dengan langkah tegas dan penuh keberanian Luciana berjalan menuju tempat dimana kamar utama berada.
Dengan ditangannya terdapat sebuah teko perak yang akan ia jadikan sebagai objek misinya.
Luciana menghentikan langkah dan bersembunyi dibalik pilar besar berwarna putih gading saat beberapa prajurit melakukan ronda.
Setelah tak ada ia kembali melanjutkan langkahnya dengan penuh kehati-hatian agar tidak membangunkan penjaga yang berjaga di depan pintu.
Pintu kamar terbuka dan Luciana kembali menutupnya. Terlihat disana terdapat seorang wanita yang tengah tertidur lelap di atas ranjang. Dengan langkah perlahan Luciana berjalan mendekat.
Luciana mengambil gelas yang berada diatas nakas dan mencium baunya.
"Ternyata dia baru saja meminumnya, bersenang-senang karena berhasil memenjarakanku heh? " ucap Luciana dingin.
Tanpa banyak tingkah, ia menuang wine dari dalam teko yang sudah ia berikan sesuatu kedalam gelas kecil itu
"Ini sangat menyenangkan. " bisik Luciana
Jika benar dugaan Luciana bahwa ratu Adriana baru saja berpesta minuman, maka bisa dipastikan dia sekarang tertidur karena mabuk berat. Luciana tersenyum miring, tanpa ia minta keadaan memang sudah mendukungnya.
Ia menenteng teko berisi sedikit wine itu, dan berjalan menuju tepi ranjang dimana ratu Adriana tengah tertidur pulas.
Luciana mengangkat teko itu dan menuangkan sisa wine ke mulut ratu Adriana.
"Ughuk ughuk! " batuk ratu ditengah tidurnya.
Luciana terlalu banyak menuangkan wine sehingga membuat ratu Adriana terbangun dengan wajah basah, tanpa diminta ia langsung menyentuh nakas mengambil minum untuk mencegah batuknya.
Ratu Adriana terbatuk.
"Kau?!! Bagaimana bisa berada disini?!"
Ratu Adriana berusaha menahan kesadarannya dengan meminum lagi gelas wine yang telah Luciana campur sesuatu.
"Dasar jal- Brukk! "
Sebelum selesai mengatakan umpatannya, tubuh ratu Adriana sudah terlebih dahulu jatuh diatas ranjang dan tertidur kembali.
Luciana tersenyum miring melihat itu. Ia hanya perlu menunggu esok hari untuk melihat bagaimana hasil dari serbuk yang sengaja ia buat sendiri sebelum dirinya dipenjara.
Bisa dikatakan ratu Adriana adalah kelinci percobaannya.
"Mimpi buruk ratu ku. "
Setelah itu, Luciana segera menghilang kan segala kejanggalan agar dirinya tidak dicurigai. Mudah saja baginya.
Selepas itu ia langsung keluar dari kamar ratu Adriana dengan mudah seperti pertama kali ia masuk kedalam. Luciana kembali mengendap-endap berjalan menuju sel jeruji besi tempat semula ia ditahan.
Mengembalikan kunci ketempat semula , beruntung prajurit yang ia hipnotis masih tidur dengan nyenyak.
__ADS_1
Luciana berbaring dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut pemberian pangeran Albert dan tertidur karena lelah. Namun di dalam hatinya ia sungguh tidak sabar melihat esok hari.
Dipagi hari dimana memasuki hari ketiga dirinya dikurung dibalik jeruji besi.
"Eunghh.. bagaimana bisa kita tidur disini? "
"Akupun tidak tahu.. Jangan-jangan... " prajurit itu merogoh celananya yang terdapat segerombol kunci.
Dan kuncinya masih terpasang utuh di sana, lalu mereka melihat kearah seorang gadis yang masih tertidur dibalik jeruji.
"Mungkin kita terlalu lelah hingga tertidur disini. "
"Mungkin saja. Ayo kita lanjutkan berjaga di depan. "
Tanpa rasa curiga dia prajurit itu melenggang pergi dari sel bawah tanah. Luciana yang sudah terjaga sedari tadi berpura-pura masih tidur, setelah kepergian mereka ia langsung mendudukkan tubuhnya.
"Aku tidak sabar menunggunya.. " ucap Luciana tersenyum tipis.
Sementara pagi harinya, di paviliun Bintang Terjadi keributan di kamar yang ditempati ratu Adriana. Para pelayan sibuk mondar-mandir karena ingin melihat kondisi ratu yang terlihat berantakan.
"Ap-apa yang terjadi dengan tubuhku!! Kenapa bisa gatal begini!! " teriak Ratu Adriana sambil menggosok-gosok tubuhnya.
"Yaampun yang mulia bagaimana bisa,... " pelayan tua itu juga ikut khawatir.
"Jangan digaruk yang mulia... " pelayan berusaha menghentikan Ratu Adriana yang terus menggaruk tangannya karena gatal.
"Panggil dokter sekarang!!! " perintahnya.
Dengan tergopoh-gopoh pelayan keluar dari ruangan itu untuk memanggil dokter sesuai perintah. Tak berselang lama dokter khusus untuk paviliun Bintang telah tiba.
Ratu Adriana diperintahkan untuk berbaring dan menghentikan menggaruk karena itu akan membuat kulitnya lecet.
"Apa anda baru saja meminum wine yang mulia? "
"Sepertinya anda terkena alergi yang mulia. " hormat sang dokter
"Bagaimana bisa?!"
"Saya tidak bisa mendeteksi sakit seperti apa yang anda alami, saya sarankan yang mulia untuk memanggil dokter Elard karena beliau jauh lebih mahir dari saya... " pesan dari dokter itu.
Dokter Elard adalah dokter khusus untuk raja saja, tidak ada dokter sehebat itu selain dokter Elard bahkan secara tidak langsung beliau telah dipercaya sebagai dokter sang raja Gilbert.
"Yasudah panggilkan dia segera! " perintah ratu Adriana
"Baik yang mulia. " pelayan Sumbi segera berlari untuk menuju istana utama.
"Sial*n ini pasti perbuatan anak jal*ng itu!! " batin ratu Adriana
Tak berselang lama dokter Elard datang bersama yang mulia raja Gilbert sebagai pemimpin. Dengan pandangan matanya, raja Gilbert menyuruh dokter Elard untuk memeriksa sang ratu. Raja Gilbert melihat itu dengan datar.
"Sepertinya yang mulia ratu terkena racun. " ucap Elard
"Apaa?!! Mak-maksudkku bagaimana bisa?? "
"Hamba tidak tahu yang mulia, namun setelah mengecek darah anda saya mendapati racun alergen disana yang bercampur dengan wine." jelas dokter Elard
"Kau baru saja minum? " tanya raja Gilbert berjalan mendekati ranjang.
Ratu Adriana bungkam.
__ADS_1
"Lalu bagaimana? "
"Saya sudah menyuntikkan penawaran nya dan anda akan sembuh yang mulia. " jelas Elard
"Baiklah."
"Bagaimana bisa ada racun disana? " selidik raja Gilbert
Ini adalah waktu yang tepat...
Dengan ekspresi wajah yang dibuat sesedih mungkin ratu Adriana mendudukkan tubuh nya di ranjang.
"Ta-tadi malam waktu saya tidur, put-putri Luciana datang dan menuangkan wine di gelas yang mulia dia bahkan menyiram wajah saya dengan wine " jelas ratu Adriana
"Jadi saya yakin dia yang melakukannya. "
Raja Gilbert mengernyitkan dahinya mendengar tuturan itu.
"Kau tidak berbohong? "
"Bagaimana bisa saya berbohong kepada anda yang mulia. "
"Bawa putri Luciana kemari." perintah raja Gilbert
Sebagai tangan kanan raja Gilbert, panglima besar tuan Richard mengangguk patuh dan berjalan keluar.
"Buka pintunya. "
Terdengar suara gesekan antar jeruji besi membuat Luciana terbangun dari tidurnya.
"Ada apa ini? " tanya Luciana lemah
Melihat kondisi Luciana yang terlihat lemas dan berantakan membuat pikiran tuan Richard tertuju pada pernyataan ratu Adriana. Bagaimana bisa putri Luciana keluar dari dalam sel dengan kondisi lemah seperti ini??
"Anda diperintahkan yang mulia raja untuk menghadap putri. " hormat tuan Richard
"Maaf?? Apa maksudmu aku dibebaskan? "
"Sayangnya bukan yang mulia, anda dipanggil karena terdapat masalah yang membuat nama anda tersangkut pautkan. "
"Masalah apa tuan? " tanya Luciana lemah
"Anda disangka menjadi pelaku yang meracuni yang mulia ratu Adriana. " jelas tuan Richard
"Apa? Bagaimana bisa? " kaget Luciana
"Aku di penjara saja masih banyak yang mencelaku. " ucap Luciana dengan tatapan sedih.
"Kasihan sekali putri ini. " batin tuan Richard
"Jika anda tidak bersalah, mohon ikutlah dengan hamba , jelaskan semuanya di depan yang mulia raja. " ucap Tuan Richard dengan penuh kelembutan.
Selama dirinya mengabdi sebagai tangan kanan yang mulia raja Gilbert, ia jarang bertemu dengan putri Luciana. Namun dari berita yang baru terdengar, putri Luciana merupakan putri yang sombong dan keras kepala. Setelah melihat secara langsung ternyata itu hanya rumor, putri didepannya ini sangat lemah lembut.
"Baiklah.. "
Luciana diiringi beberapa prajurit sampai di kediaman paviliun Bintang yang sangat sudah ramai oleh pelayan dan beberapa pekerja istana yang kepo dengan kondisi ratu.
"Sepertinya rencanaku berhasil.. " senyum miring tercetak jelas dibibirnya. Tidak masalah jika ia dihukum lagi yang terpenting ia bisa membuatnya menderita.
__ADS_1
...To be Continued... ...
...TINGGALKAN JEJAK'>...