BAD PRINCESS OF AQUALIORS

BAD PRINCESS OF AQUALIORS
Bab 54: Terungkap


__ADS_3

...SELAMAT MEMBACA...


Seperti dugaannya, semua yang terjadi dalam pesta itu langsung tersebar luas di seluruh penjuru Istana ,bahkan sampai ke Kerajaan Callexius. Semua tersebar dengan begitu cepatnya layaknya seperti angin berhembus.


Suasana kerajaan saat ini sangat kacau, akibat kejadian waktu pesta. Seluruh pelayan dan prajurit dikumpulkan, siapa yang lalai dia akan dihukum.


Emilio menatap seluruh barisan panjang seluruh prajurit dari kesatria sampai para jendral.


"Anda semua tau apa yang telah terjadi. Itu jelas karena kelalaian kalian semua. Tidak becus menjaga wilayah istana, bahkan serangga kecil seperti itu saja tidak bisa kalian deteksi." Emilio berucap lantang layaknya seorang pemimpin. Ia jauh lebih dewasa dan serius dari sebelumnya.


"Kesalahan sekecil apapun itu tetap kesalahan. Saya tidak pernah mentolerir kesalahan sekecil apapun. Raja memerintahkan saya untuk menghukum kalian semua dengan 100 cambukan secara merata. Itu adalah hukuman yang pantas untuk kelalaian kalian hingga melukai Putri Lauren. Kalian paham!! "


"Paham Yang Mulia!! " jawab mereka serempak


Mereka semua menunduk tidak berani membantah. Itu memang murni dari kelalaian mereka semua dan mereka menerima hukuman fisik seperti ini daripada harus diberhentikan sebagai prajurit.


"Bagaimana kondisinya sekarang? "


"Mohon maaf yang mulia. Putri Lauren terkena panah beracun dan beruntung belum terlalu luas menyebarnya. Saya berhasil menghentikan laju racun itu tetapi saya tidak bisa mengobatinya." jawab dokter Elard


"Apa yang diperlukan untuk mengobatinya."


"Yang mulia mohon maaf sekali lagi. Racun ganas ini hanya memerlukan darah dari tubuh tanpa jiwa. Darah itu sangatlah ajaib lebih dari apapun sehingga bisa menghentikan penyebaran dan menyembuhkannya secara langsung."


"Darah tubuh tanpa jiwa? Apa maksudnya." tanya Raja Gilbert penasaran


"Raga yang telah ditinggalkan oleh pemiliknya dan masih hidup dengan mengambil jiwa-jiwa lain. Itu sangat sulit mencarinya karena sekitar 1/10.000 orang saja yang mengalaminya." jelas dokter Elard


Mereka semua terdiam melihat kearah ranjang dimana Putri Lauren tertidur pucat.


Lady Adellia menangis dan terus mengusap lembut rambut silver putrinya. Ini tidak akan terjadi jika ia tidak datang terlambat. Lady Adellia mengalami penyerangan waktu hendak berangkat ke acara debuttante putrinya. Entah itu direncanakan atau tidak memang itu nyatanya.


Albert menatap wanita bersama Lauren dengan pandangan kosong. Dirinya mengetahui siapa sosok wanita itu bahkan ia masih sangat mengenalinya.


Beliau adalah Ibu kandungnya. Albert terdiam kaku.


Semua orang berpamitan keluar untuk membiarkan Lauren beristirahat. Raja telah menyuruh Tuan Richard untuk mencari orang-orang seperti itu dalam jangka waktu yang cepat, demi keselamatan Lauren.


"Albert nak.. "


Pangilan itu membuat langkah kakinya terhenti kaku di ambang pintu. Lantunan suara merdu yang sangat ia rindukan semasa waktu kecil. Lady Adellia berjalan mendekati putranya yang sangat gagah dan menawan.


"Kau tumbuh menjadi pria yang gagah. Ibu bangga padamu." ujar Lady Adellia berjalan menghadap kearah wajah Albert dan mengelusnya lembut.


"Kelak jadilah pemimpin yang bijaksana dan selalu mementingkan rakyatnya." nasehatnya tulus

__ADS_1


Tubuh Albert terdiam kaku dan merinding secara bersamaan. Lady Adellia menarik tubuh tegap Albert kedalam pelukannya dan menangis dalam diam.


"Tolong jaga adik-adikmu. Ibu harus tetap kembali ke Kerajaan Callexius untuk memenuhi tugas ibu disana. Sampaikan salam ibu kepada Lauren, Luciana dan Emillio." ucapnya menatap mata hitam anaknya


"Berikan ini kepada Lauren dan Luciana sebagai hadiah dari ibu untuk debutante mereka."


Sementara, Luciana kini tengah berdiam diri di atas pohon mangga. Ia sendirian. Pihak Kerajaan Callexius akan kembali hari ini juga, Liam yang memberitahukan padanya tadi.


"Kita semua diwajibkan untuk memberitahu dokter Elard jika menemukan orang jiwa berbeda itu dan hadiahnya sangatlah menggiurkan."


"Benar. Semoga saja aku bisa menemukannya, pasti aku akan kaya raya."


"Aishh.. mencari orang seperti itu sangatlah sulit. Kita saja tidak tahu bagaimana ciri-ciri nya."


Luciana terdiam merenung. Apa yang mereka cari adalah orang seperti dirinya?


Luciana melompat turun dari atas pohon. Ia akan menemui dokter Elard langsung untuk menanyakan perihal ini secara langsung.


Luciana memasuki ruangan yang merupakan tempat dokter Elard bekerja. Terdapat banyak sekali kumpulan peralatan medis di ruangannya.


"Apa yang membuat anda datang berkunjung tuan putri?"


Suara itu mengejutkan Luciana.


"Maafkan hamba karena telah mengejutkan anda." hormatnya


Dokter Elard mengajak Luciana untuk duduk di sofa yang sudah tersedia disana.


"Apa gerangan anda bertanya seperti ini putri?"


"Aku hanya ingin menyelamatkan kembaranku."


Dokter Elard menghela napas sejenak, " Dari dari orang dengan jiwa berbeda. Atau darah dari raga yang kosong namun masih hidup karena terisi oleh jiwa lain." jelasnya


Aurora termenung. Itu artinya ia bisa menggunakan darahnya untuk menyembuhkan Lauren.


"Pakailah darahaku."


Dokter Elard justru tertawa pelan.


"Itu tidak akan berfungsi. Karena darah manusia biasa tidaklah bisa menyembunyikan nya."


"Aku adalah darah yang Anda cari tuan Elard."


Tawanya langsung terhenti seketika, ia langsung menatap Luciana dengan tatapan penuh selidik.

__ADS_1


"Anda tidak bisa bermain-main dengan nyawa kembaran Anda sendiri tuan putri." pria itu terlihat masih tidak percaya padanya


"Kau bisa mengeceknya sendiri bahwa aku tidak berbohong." ujar Luciana serius


Melihat keseriusan dari kata-kata Luciana membuatnya terdiam.


"Baiklah. Mari ikut saya."


Luciana berbaring diatas sebuah brankar layaknya rumah sakit. Darahnya tengah di cek oleh dokter Elard. Sudah hampir satu jam lamanya ia menunggu namun dia belum kunjung keluar dari ruangan pojok itu.


Pintu terbuka lebar. Dokter Elard menatap Luciana bergetar seperti menahan ketakutan. Luciana merubah posisinya menjadi duduk dan menunggu apa yang akan dokter istana itu katakan.


"D-darah a-anda .... " ucapnya bergetar


"Kenapa dengan darahku?" Luciana penasaran


"Darah Anda memiliki ciri-ciri seperti yang dimaksud dalam buku ini. Itu artinya anda bukanlah put_"


"Ya. Aku bukan putri Luciana." jawab Luciana enteng


Dokter Elard menatap Luciana bergetar, meneguk ludahnya dengan susah payah sebelum kembali bertanya lebih dalam.


"Lalu Anda s-siapa?"


"Itu bukanlah urusan Anda. Sekarang yang ingin saya lakukan adalah memberikan darahku kepada Lauren. Namun, karena Anda telah mengetahui bahwa saya bukalah Luciana asli, saya ingin memberikan Anda sebuah perjanjian."


"P-perjanjian apa? "


"Simpan rahasia ini rapat-rapat. Katakan jika kau mendapatkan darah ini dari seorang relawan terkenal di kota ini. Jika identitas saya terbongkar, maka Anda adalah orang yang pertama akan saya cari sampai ke ujung dunia pun." tegas Luciana


"B-baiklah saya mengerti."


Setelah mengambil lebih banyak darah dari tubuh Luciana, gadis itu langsung pergi begitu saja seperti tidak merasakan sakitnya suntikan.


Tubuh Elard masih bergetar, saking tidak menyangkanya. Jadi ini adalah alasan mengapa sikap Putri Luciana berubah setelah kematiannya. Luciana nampak lebih berani dan jauh menawan dibandingkan sebelumnya, karena memang itu bukanlah jiwanya.


Elard harus benar-benar menjaga ini demi kenyamanan seluruh dunia. Ia juga tidak ingin Putri Luciana mengalami banyak tekanan jika sampai berita ini bocor.


...BERSAMBUNG...


...AKU HADIR KEMBALI GUYSSS...


...MAAF SEMPAT NGEHILANG KARENA EMANG LAGI BANYAK KEGIATAN DI KAMPUS DAN ADA UAS JUGA. AKU SEMPAT UNINSTALL APLIKASI INI KARENA HP KU MEMBUTUHKAN BANYAK RUANG UNTUK TUGAS DLL. SEKARANG UDAH KEMBALI DAN BAKAL UP LAGI SAMPAI TAMAT....


...**DO'AIN YA GUYSS...

__ADS_1


...BISA SAMPAI TAMAT**...


...MAKASIH UDAH SPAM PERMINTAAN UPDATE DAN MAKASIH SUDAH SETIA SAMA CERITA INIšŸ˜­ā¤...


__ADS_2