BAD PRINCESS OF AQUALIORS

BAD PRINCESS OF AQUALIORS
Bab 52


__ADS_3

...HAPPY READING 📖...


...*...


...*...


...*...


Mereka semua menolehkan pandangan nya kearah pintu masuk yang menampilkan sosok pria lain. Pria yang terlihat matang itu berjalan dengan gagahnya menuju kearah dimana keluarga nya berada . Sementara di samping kirinya terdapat seorang gadis dengan memakai gaun mewah berwarna pink yang berjalan bersamaan dengan pria itu.


Mereka semua terpana akan sosok kakak beradik yang dirumorkan sangat dekat itu sebagai anak dari seorang Ratu di negeri ini. Keduanya sangatlah menawan.



Putri Arabella terlihat seperti gadis seusinya dengan pakaian berwarna pink mudanya. Arabella tersenyum senang melihat semua orang menatapnya kagum. Ia sangat menyukai ketika semua orang memujinya dan terpukau akan kecantikannya. Ia berjalan kearah Ratu Adriana dengan senyuman manis dan langsung disambut uluran tangan olehnya.


"Putriku memang sangat cantik. "


"Aku tahu ibu. Aku tidak akan melewatkan momen ini sekecil apapun. " ucapnya antusias


Sementara Pangeran Altar berjalan menuju pojok ruangan dimana para teman-temannya berada. Ia sengaja tidak ikut bersama gerombolan adik lelakinya itu. Altar memang lebih tua setahun dari Albert itu sebabnya ia tidak terlalu patuh kepada dua saudara itu, ia menganggap bahwa justru mereka yang harus mematuhinya.


"Woahh lihatlah para wanita terus menatapmu." ujar Gabriel


Altar hanya tersenyum tipis dan mengambil gelas minuman lalu meneguknya.


Belum selesai mereka mengagumi kedua kakak adik itu, kini pandangan mereka semua dan seluruhnya tertuju kearah pintu masuk. Menampilkan dua orang gadis dengan penampilan yang menghipnotis mereka semua.


Ini yang para pria nantikan. Mereka menatap takjub kearah dua gadis itu. Tidak hanya para pria para wanita pun terpaku ditempat mereka sangat iri dengan apa yang mereka miliki.


Melihat semua orang menatap bak patunga kearah pintu masuk membuat Arabella mencebikkan bibirnya tak suka. Ia tidak suka ketika semua kekaguman itu berpusat kepada orang lain, karena seharusnya ia lah bintang di acara ini bukan dua wanita bodoh itu.


Ratu Adriana mengelus lengan putrinya, " Jaga emosimu , jangan sampai mempermalukan ibu dengan tingkah kekanakanmu." bisik Ratu Adriana membuat Arabella mendengus kesal.


Seluruh tamu undangan di aula istana yang luas dan megah itu benar-benar terpana akan kehadiran Luciana dan Lauren. Mereka memakai pakaian kontras namun sangatlah menyatu satu sama lain. Jika Putri Arabella adalah bintang maka mereka adalah Matahari dan Bulan.



__ADS_1


Luciana menggandeng tangan Lauren dengan memasang wajah datarnya namun terkesan sangat kuat dan menawan. Apalagi ia memakai pakaian merah menyala membuatnya seperti seorang penguasa yang sesungguhnya. Karakter kuat dan dewasa terpancar di penampilannya kali ini. Luciana adalah sang matahari kerajaan.


Lauren. Gadis itu memakai pakaian putih gading terlihat sangat menyatu dengan warna kulitnya yang seputih susu. Ia sangat menonjolkan seorang putri yang sangat lemah lembut, penuh kasih sayang dan murah hati. Lauren seperti Bulan di gelapnya malam.


Dari penampilan ketiganya, Luciana lah yang paling tampil berani. Seluruh tamu tidak ada yang memakai pakaian secerah dan seberani itu dalam acara ini dan itu yang membuat seluruh perhatian mereka terpusat kearahnya. Itulah yang sejak awal Luciana mau. Luciana adalah sang matahari, bintang dan bulan tidak akan bersinar jika tidak ada dirinya. Luciana adalah sang dominant itu yang ingin ia tunjukkan sekarang.


Acara dimulai dengan baik dan penuh hikmat. Dan hal yang sangat membuat Luciana senang adalah respon semua orang yang menanggapi kebebasan Lauren dengan sangat antusias. Raja telah mengumumkannya kepada seluruh tamu dan dapat dijamin berita itu akan tersebar keseluruh penjuru kerajaan dengan cepat.


Penyematan mahkota sebagai bentuk kedewasaan untuk menjadi bagian dari Kerajaan akan dilakukan. Mahkota itu akan dipakaian sebagai bentuk tanggungjawab baru yaitu putri kerajaan De Aqualiors yang sesungguhnya. Sementara untuk Liam, pria itu tidak melakukannya karena memang ini hanya khusus untuk seorang putri. Debutante pria dan wanita itu berbeda , wanita jauh lebih lama dan banyak persiapan. Sementara Liam sah menjadi seorang pangeran Calexcius setelah Raja Edward menyerahkan jubah kebangsaannya.


'Aku bosan. ' gerutu Luciana



Setelah selesai, acara selanjutnya adalah pesta dansa dan makan-makan. Lauren tengah berbincang dengan banyak gadis disana, mereka lebih tertarik untuk mendekati Lauren yang menurut mereka mudah untuk dikelabui. Ya para gadis itu tentu saja ingin mendapatkan teman seorang putri bukan? Terlepas dari keanehan pada tubuh Lauren yang berbeda dengan mereka.


Lauren tersenyum canggung menghadapi mereka. Namun, ia mengingat pesan Luci untuk melatih dirinya bersosialisasi dengan orang lain itu membuatnya berusaha menanggapi mereka dengan sebaik mungkin.


Arabella terlihat berkumpul dengan Lauren, walaupun terkesan canggung namun ia berusaha sebaik mungkin bersikap. Namun ya Lauren tidak terlalu buruk dari pada Luciana. Lauren memang sangat polos dan mudah didekati justru itu yang membuat mereka semua ingin berkenalan dengannya.


Sementara tidak ada satu pun gadis yang mendekatinya.


Tidak ada yang bermain mengajaknya berbicara dan menyapanya. Itu justru membuat Luciana senang karena tidak perlu mengeluarkan banyak kata . Luciana pergi menuju meja makan yang tersaji disana.


"Serabi? "


Luciana teringat kakek penjual serabi ini. Dan teringat ia juga yang memberikan sebuah undangan untuk datang ke istana sebagai penyedia makanan, tidak disangka kakek itu benar menepati janjinya.


"Dimana orang pembuat kue ini? "


Para pelayan menunduk hormat dan mengatakan bahwa orang yang ia maksud tengah berada di dapur umum. Luciana hendak kesana namun tidak diperbolehkan oleh pelayan dan alhasil ia meminta pelayan itu untuk memanggilnya.


"Anda datang ternyata. "


"Yang mulia. Hamba tidak mungkin menghiraukan undangan terhormat dari Anda yang baik ini. " pria tua itu membungkuk hormat.


Pria tua itu menceritakan bahwa sempat ditolak memasuki istana namun setelah menunjukkan surat yang ia berikan pria itu berhasil masuk dan menghidangkan makanan yang ia bawa. Apa yang ia lakukan itu semuanya gratis itu yang membuat kepalanya pelayan menerimanya dengan senang hati.


"Hamba tidak masalah tidak dibayar yang mulia. Sebuah kehormatan yang luar biasa bisa datang ke istana dan menjamu keluarga kerajaan. " ujarnya tulus

__ADS_1


Luciana mengangguk dan sebelum pergi dari area pintu masuk dapur ia menemui kepala pelayan dan menyuruhnya untuk membayar kakek itu sama seperti para koki penyaji makanan acara ini.


Acara dansa dimulai.


Para pria dan wanita saling mencari pasangan untuk diajaknya berdansa sekaligus melakukan pendekatan. Mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas yang jarang sekali pihak Kerajaan laksanakan, bahkan acara tahunan pun belum tentu ada acara dansa seperti ini.


Lauren kini sendirian di tengah banyaknya tamu. Mengedarkan pandangannya mencari sosok Luciana namun tidak menemukannya.


Tiba-tiba sebuah tangan terulur di depan tubuhnya. Seseorang mengajaknya untuk berdansa bersama. Dia... dia adalah Pangeran Leatan. Lauren tidak tahu harus merespon seperti apa, ia tidak bisa berdansa.


"Ulurkan tanganmu."


Dengan ragu Lauren mengulurkan tangannya dan langsung disambut dengan tangan besar milik Leatan.



"A-aku tidak bisa berdansa." cicit Lauren


"Tidak masalah."


Keduanya berdansa dengan pelan. Lauren berusaha untuk mengikuti langkah kaki pria itu sebisa mungkin agar tidak menginjaknya. Leatan memegang pinggang Lauren dan menariknya mendekat membuat tubuh Lauren menegang kaku.


"Dimana Luciana? " tanya Leatan disamping telinganya.


"T-tidak tahu. "


Leatan sebenarnya melakukan ini karena terpaksa. Ibunya telah mengancamnya sejak awal bahwa ia harus berdansa bersama seorang gadis siapapun itu jika tidak ingin dijodohkan. Awalnya ia sudah menargetkan Luciana yang akan menjadi lawan mainnya namun gadis itu menghilang bak ditelan bumi. Ia hanya melihat keberadaan kembarannya saja yaitu Lauren yang seperti orang kebingungan mencari sesuatu ditengah banyaknya orang. Terpaksa ia mengajak Lauren daripada ia harus berdansa dengan Putri Arabella yang banyak tingkah itu. Ia jauh lebih baik bersama gadis ini yang pendiam.


Dansa kedua pasangan itu mendadak menjadi perbincangan banyak orang. Ratu Aillen tersenyum manis melihatnya.


Sementara disisi lain Putri Arabella tengah geram karena kalah start mengajak pangeran Leatan untuk berdansa bersama. Ia menatap keduanya dengan pandangan kesal dan tidak suka. Ia justru terjebak bersama teman kakaknya, pria bangswan kelas atas bernama Gabriel Caoz anak dari gubernur wilayah selatan Aqualiors.


BERSAMBUNG...


...HAI SEMUANYA. AKHIRNYA SETELAH BEBERAPA HARI NGGAK UP SEKARANG BISA UP. SEBAGAI GANTINYA AKU BAKAL DOUBLE UP YUHUUUU...


...MOHON BIASAKAN UNTUK MENINGGAL LIKE, KOMEN, VOTE, HADIAH DAN FOLLOW!...


...ILY<3...

__ADS_1


__ADS_2