
...SELAMAT MEMBACA!...
...*...
...*...
...*...
Kini tinggal dirinya seorang diri.
Luciana menaiki perahu kecil itu dengan hati-hati. Dirinya sempat menjatuhkan sebuah batu besar kearah danau dan terdengar suara bahwa batu itu telah mengenai dasar danau. Hanya berselang beberapa detik saja, itu artinya danau ini tidaklah dalam hanya berkisar 3 meter. Walaupun begitu tetap saja jika seseorang yang tidak bisa berenang maka akan langsung tenggelam.
Setelah memastikan danau itu aman dan tidak ada hewan buas seperti buaya dan ikan pemangsa lainnya. Luciana bisa bernapas dengan tenang. Mendayung perahu kecil itu dengan pelan hingga berhasil menepi dengan selamat.
Luciana turun dari perahu dan melihat bangunan kecil itu. Jika dari luar terlihat tidak terawat. Namun dari celah jendela Luciana dapat melihat sebuah cahaya putih dari dalam sana. Itu artinya bangunan ini berpenghuni. Manusia bukan hantu.
Luciana mendengar suara seseorang dari belakang bangunan itu. Dengan langkah penasaran ia berjalan mengitari bangunan kecil itu.
Terlihat lah pemandangan hamparan rumput dan pepohonan yang luas. Bukan itu yang menjadi titik utama pandangan matanya tertuju. Luciana tengah menatap seorang gadis dengan rambut panjang tergerai tengah bermain dengan seekor kuda.
"Livi ayo ambil bola itu dan tendang kearah sini.. "
"Nah begitu, kau sangat pandai Livi. " ucapnya memeluk kuda dengan ekor panjang, bertubuh gagah, tidak lupa rambut dikepalanya yang berwarna abu-abu mengkilap.
Kuda itu seperti Unicorn namun tidak ada tanduk, seperti Pegasus namun tidak memiliki sayap. Sangat cantik.
"Cantik sekali. " puji Luciana dalam hati saat melihat wajah gadis kecil itu. Dia sangat cantik dengan rambut, alis dan kulitnya yang putih. Bola mata cokelat itu menjadi daya tarik tersendiri.
Cantik sangat cantik.
Tersadar akan kehadiran seseorang, gadis kecil itu membalikkan badannya menatap persis kearah Luciana.
Deg
Pandangan keduanya terkunci. Ada perasaan membuncah dalam diri Luciana yang tidak dapat ia utarakan lewat kata-kata. Mata cokelat itu memandang Luciana dengan ekspresi takut namun juga tidak dapat diindahkan bahwa terpatri jelas dimatanya bahwa dia tengah menahan haru.
Gadis itu menyembunyikan kuda putih miliknya dibelakang tubuh kecilnya. Jelas masih terlihat jelas oleh Luciana karena perbedaan tubuh keduanya.
"Apa dia Lauren? "
Setitik air mata terjatuh dari mata indahnya. Perasaan apa ini?? Apa benar dia Lauren?
Gadis itu terlihat mundur waspada sembari melindungi kuda miliknya.
"Siapa anda!! " teriaknya
Luciana tersadar dari lamunan dan memandang gadis itu dengan mata memerah menahan air mata. Jujur saja sedari tadi matanya ingin terus menangis namun Luciana tahan. Air mata adalah benda yang berharga bagi Lexia. Jika air mata sampai jatuh dari kelopak matanya itu tandanya ia tengah menangis sosok yang sangat berharga.
"Lauren.. " panggil Luciana lirih
Gadis itu terdiam ditempat dengan pandangan kosong, namun dapat dilihat tubuh itu mendadak kaku saat Luciana memanggil namanya.
"S-siap kau! "
"Kau pasti orang suruhan bajing*n itu kan!! " teriaknya bergetar takut
"Bajingan siapa yang gadis itu maksud?"
__ADS_1
Luciana tidak menyangka Lauren tidak mengenalinya, ah Luciana melupakan sesuatu. Dirinya masih memakai cadar transparan, pantas saja Lauren tidak mengenali wajahnya. Luciana melepas penutup itu.
"Lauren... "
"K-kau kenapa wajahmu mirip denganku?! "
Sungguh tidak disangka reaksi Lauren akan seperti itu. Luciana kira Lauren akan langsung mengenali wajahnya. Jika begini berarti gadis itu tidak mengetahui siapa Luciana sebenarnya. Atau yang lebih parah, Lauren tidak tahu bahwa dirinya memiliki kembaran.
"Jawab!! "
"Tenanglah Lauren, aku adalah kakak kembarmu Luciana.Kau tidak mengenaliku? "
"Kakak? Kembar? "
"Iya."
"Aku datang kesini untuk menjemputmu, jangan takut padaku, aku mohon. "
Luciana berjalan mendekat namun langkahnya terhenti ketika air matanya luruh begitu saja. Sungguh Luciana tidak tahu kenapa air mata itu terus jatuh dari kelopak matanya. Luciana sudah terlalu banyak berekspektasi, nyatanya Lauren tidak mengenalinya.
Sakit
Apa yang pihak Kerajaan perbuat hingga Lauren tidak mengetahui bahwa dirinya memiliki kembaran. Lauren Terdiam saat melihat Luciana menangis, gadis itu bahkan sibuk untuk menghapus air matanya. Dalam hati Lauren tiba-tiba tergerak untuk mendekati gadis itu.
"Kenapa hatiku sakit ketika melihat gadis itu menangis. " batin Lauren
"Apa benar dia kembaranku yang pernah dikatakan oleh ibu Mary?"
Hiksss hiksss..
Semakin ia menyeka air matanya, semakin ia tidak kuasa menahan tangis. Seperti ada ribuan jarum yang menusuk hatinya.
"Luciana... "
Luciana hanya mengangguk tidak bisa mengucapkan sepatah kata apapun. Jiwa Lexia tengah sibuk untuk menahan tangis namun raga Luciana terus saja menangis.
Grep
Lauren memeluk tubuh Luciana dengan hangat, sementara Luciana terdiam kaku. Luciana tidak tahu harus merespon seperti apa. Dirinya yakin jika ini adalah sebuah cerita novel maka dirinya tengah memerankan scane adegan haru dan memilukan yaitu pertemuan saudara kandung yang lama berpisah.
Bukan Luciana yang memeluk Lauren, justru Lauren yang memeluk Luciana.
"Maaf karena tidak mengenalimu, Luciana.. " ucap Lauren mengusap sudut matanya yang berair.
"Ak-aku tidak tau jika kau adalah kakak kembarku, setelah ibu Mery menceritakannya kemarin aku baru saja tau jika aku memiliki kembaran yang tinggal di istana. " ujarnya
"Maaf.. "
Luciana terdiam dan mengusap air matanya yang sudah mulai berhenti mengalir. Luciana menatap wajah itu dengan intens.
"Aku senang bisa menemukan mu. " ucap Luciana tersenyum tipis
"Aku juga... " Lauren kembali memeluk Luciana, kini bergantian gadis itu yang menangis sampai sesenggukan.
Luciana hanya diam menatap kedepan memandang kuda cantik diseberang sana , yang seolah tengah menikmati adegan kami berdua. Kuda itu tersenyum??
Apa tersenyum??!!
"Hahaha sepertinya mata ku sudah tidak berfungsi dengan baik.. "
Benar kuda itu melengkungkan mulutnya dengan mata memandang kearah Luciana.
__ADS_1
Ini bukan ilusi! Ini nyata! Beruntung saja kuda cantik itu tersenyum tidak menampilkan giginya, jika sampai tersenyum dengan gigi tonggosnya Luciana pasti akan tertawa terbahak-bahak.
"Sudah jangan menangis, kau akan aman, karena sekarang aku sudah berada disini bersamamu. " ucap Luciana tersenyum mengelus rambut putih yang sangat halus itu.
Lexia seperti tengah menenangkan seorang adik perempuan. Bagaimanapun umur Lexia jauh lebih tua dari Lauren maupun Luciana.
"Baiklah.. Luci bagaimana kabarmu? " tanya Lauren tersenyum manis
"Tidak terlalu baik. "
"Kenapa? Bukannya hidup di istana akan sangat menyenangkan? Semua kebutuhan mu akan terpenuhi. " ucap Lauren heran
"Itu menurutmu. "
"Ohh apa itu kuda milikmu? " tanya Luciana menunjuk kuda itu.
"Iya, namanya Livi, dia seorang gadis yang pemberani, ayo berkenalan dengannya! " dengan riang Lauren menarik tangan Luciana mendekati kuda itu.
Gerakan tubuh dan ekspresi Lauren sudah berbeda, sekarang gadis itu terlihat sudah menerima Luciana dengan senang hati. Tidak seperti waktu beberapa menit yang lalu.
"Nah, Livi perkenalkan dia kembaran Uren namanya Luci. " ucap Lauren pada kuda itu.
Ngikkkk Ngikkkk (suara kuda meringkik) sambil menaikkan kedua kaki depannya.
"Livi sepertinya senang bisa bertemu denganmu Luci, dia bersikap seperti ini sebagai tanda perkenalan, Livi akan bertingkah manis seperti ini jika menyukai seseorang. Namun jika ia tidak menyukai kehadiran orang itu Livi akan mengejar dan menyeruduk nya seperti seekor banteng. " ucapnya tersenyum manis disertai kekehan kecil.
"Dia sangat cantik sepertimu. " puji Luciana
"T-terimakasih." ucapnya malu
"Lauren, apa kuda mu bisa tersenyum? Dia baru saja tersenyum padaku. " ucap Luciana polos
"Senyum?? Livi seekor kuda, bagaimana bisa tersenyum? " ucap Lauren bingung
"Entahlah mungkin aku salah lihat. "
"Dia adalah sosok yang selalu menjagaku selama tinggal disini dari bayi sampai sekarang, aku sangat menyanyangi Livi melebihi apapun. " ujar Lauren
"Kau menyembunyikan sesuatu? " tanya Luciana tiba-tiba, dirinya terlalu peka terhadap ekspresi seseorang.
"Livi adalah seekor Pegasus. " ucap Lauren
Luciana tekejut mendengarnya, jika kuda itu seekor Pegasus berarti benar cerita yang pelayan Elis ceritakan padanya. Pegasus selalu bersama tuannya. Luciana sama seperti anak raja yang ke-3, berambut putih. Tidak salah lagi.
"Tapi dia terlihat seperti kuda biasa. " ujar Luciana
"Sayapnya bisa menghilang dan kembali sesuai situasi, Luci. " jelas Lauren
"Begitu?! Wow, sangat menakjubkan. "
"Ayo kita berbicara di dalam rumahku!! " Lauren menarik tangan Luciana untuk masuk kedalam bangunan berlumut tadi.
Luciana menyempatkan menoleh kearah belakang, kuda itu tersenyum padanya lagi!! Luciana tidak mungkin salah lihat!!
"Lama-lama aku bisa gila, jika terus membayangkan kuda tersenyum. " ucap Luciana dalam hati
...To be continued... ...
...TINGGALKAN JEJAK YAK!! WAJIB!!...
__ADS_1
Maaf lama, padahal tadi malam udh up tapi belum lulus review:( sabar yak😵