BAD PRINCESS OF AQUALIORS

BAD PRINCESS OF AQUALIORS
Bab 20 : Tiba di Desa Weissa


__ADS_3

...SELAMAT MEMBACA...


...*...


...*...


...*...


Akhirnya setelah perjalanan lama dan sangat menguras tenaga dirinya sampai di perbatasan sebuah desa kecil di samping hutan. Jika dilihat dari peta desa ini memasuki bagian dari wilayah kerajaan Callexcius. Tepat di perbatasan kedua negara dimana sebagian wilayah desa juga masuk kedalam wilayah kerajaan Aqualiors.


Dengan pakaian yang sudah kotor dan sialnya dirinya tidak dapat memakai jubah buatannya itu dalam kondisi seperti ini. Luciana sangat menyayangkan hal itu.


Dengan pakaian sederhananya ia memasuki desa disana, walaupun desa ternyata disini mereka sudah menggunakan listrik. Tidak sesuai bayangannya. Luciana awalnya mengira penduduk desa akan terlihat sangat tradisional. Namun tidak, tetapi untuk segi ekonomi dan aktifitas mereka masih memanfaatkan kebun dan alam sekitar.


Luciana berjalan menyusuri perumahan sederhana disana untuk mencari toko pakaian.


Langkah kakinya membawa dirinya menuju sebuah pasar tradisional yang sangat ramai. Penduduk disini ternyata sangat banyak. Mereka masih menawarkan dagangan dengan berteriak meneriaki barang apa yang mereka jual.



Luciana menemukan sebuah toko pakaian di sebelah toko makanan. Berjalan dengan santai sambil menghindari beberapa orang yang berjalan agar tidak bertabrakan. Luciana masuk kedalam toko itu dan disambut ramah oleh petugas.


"Selamat datang nona, apa yang sedang anda cari?? " seperti itu lah pelayanan nya.


"Baju sederhana untukku. "


"Baiklah, mari ikut dengan saya nona. "


Luciana berjalan mengikuti petugas wanita itu, sampailah di ruangan khusus gaun wanita. Dari yang mewah sampai sederhana.


Luciana melihat gaun yang tertata rapi disana, mencari gaun yang sesuai dengan dirinya.


"Apa itu gaun? " tanya Luciana


Dirinya tertarik pada sebuah gaun sederhana berwarna biru tua dengan ornamen sederhana. Walaupun sederhana gaun itu adalah tipe yang Aurora suka.


"Iya nona, apa anda tertarik dengan gaun sederhana ini?? " tanyanya


"Ya."


"Apa anda serius nona? "


"Aku akan membeli dan mencobanya langsung. " ucap Luciana


Pelayan itu melepaskan gaun sederhana itu dari patung manekin kemudian mengerahkan kepada Luciana. Ia pergi menuju ruang ganti.


"Ini sangat pas dan sesuai dengan yang aku bayangkan. " ucap Luciana melihat di cermin kemudian memakai cadarnya transparan nya kembali.


"Sampai jumpa nona, terimakasih telah berkunjung kesini. "


Setelah selesai menyelesaikan pembayarannya, Luciana berkeliling pasar untuk membeli makanan. Sedari tadi cacing-cacing diperutnya terus berbunyi meminta dikasih makan.


"Sepertinya enak. "


Luciana berjalan mendekati sebuah restoran yang terlihat sedikit ramai. Dia tertarik ketika melihat papan menu didepan toko itu. Luciana ingin mencicipi mie pedas disana.


"Permisi nona, anda ingin memesan sesuatu?"


"Hidangkan semua makanan istimewa di restoran ini. " pinta Luciana

__ADS_1


"Ba-baiklah nona, anda bisa menunggu di meja nomor 21." ucap wanita yang bertugas sebagai kasir disana.


Setelah memesan Luciana berjalan menuju meja pojok bernomor 21.Sambik menunggu makanan yang sedang ia pesan , dirinya menyibukkan diri dengan kembali meneliti peta perjalanannya.


"Ibu berada di Istana dingin tempat pengasingan di sebelah barat daya kerajaan tepatnya di balik pedesaan yang bernama desa Weissa. Sementara Lauren dia berada di pedalaman hutan Eleusis yang berbatasan langsung dengan kerajaan Callexius. "


Itu adalah ucapan dari pangeran Emillio kemarin, Luciana masih mengingat betul dimana mereka berada.


Sekarang Luciana telah sampai di perkampungan bernama Weissa itu. Jika begitu makan tujuan perjalanannya sudah sangat dekat. Namun untuk letak dimana keberadaan Lauren dan ratu Adellia secara pasti ia belum tau. Namun itu akan mudah saja asal dirinya dapat mencari informasi selama berada di perkampungan ini.


Satu pertanyaan dalam benaknya, baru saja dirinya melewati hutan bernama hutan Eleusis namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan dimana tempat putri Lauren berada. Itu artinya dirinya masih belum terlalu dalam menjelajahi hutan itu.


Sementara untuk menuju tempat ratu Adellia berada dirinya harus berjalan kearah barat daya, sementara tempat Lauren berada itu di sebelah selatan.


Jika begitu, Luciana mungkin akan memasuki hutan terlebih dahulu untuk mencari putri Lauren setelah itu ia akan menuju kembali ke desa ini. Karena istana dingin berada di balik perkampungan Weissa dan berbatasan langsung dengan Kerajaan Callexius, maka Luciana perlu menjelajahi isi desa ini nantinya.


Itulah rencana Luciana untuk kali ini.


"Permisi nona. "


Makanan yang ia pesan telah datang. Padahal dirinya hanya memesan makanan paling istimewa di restoran ini namun terdapat 5 jenis makanan yang tersaji di mejanya.


"Terimakasih."


"Sama-sama nona, selamat menikmati hidangan anda. "


Melihat banyak makanan yang tersaji di depan matanya membuat cacing di perutnya mendadak tidak sabaran untuk segera menyantapnya.


Jika Rei berada disini pasti dia akan menegur Lebih karena makan terlalu banyak hingga saat waktu nya berlatih dirinya terasa mengantuk. Luciana merindukan lelaki itu. Jujur saja waktu pria itu menyatakan kalimat cinta padanya, dirinya sangat kaget, karena Lebih sudah menganggap Rei sebagai kakak laki-laki.


Ah sudahlah..


Luciana memakan makannya dengan semangat, hingga beberapa pengunjung menatap kearahnya dengan tatapan kagum saking cepatnya ia makan. Luciana lapar.


"Lihatlah badan kecil tapi makannya sangat banyak.. "


"Astaga cepat sekali makannya.. "


"Sepertinya dia menikmati hidangannya. "


Luciana menghiaraukan komentar mereka, lagi pula dirinya yang makan kenapa mereka justru yang sibuk berkomentar.


"Uhhhh..Kenyang."


"Tenagaku terasa pulih menjadi 100kali lipat. "


Piring dan mangkok yang tadinya berisi banyak makanan sekarang telah habis tidak tersisa. Luciana menyenderkan tubuhnya kebelakang untuk merilekskan perutnya yang terasa sedikit penuh. Luciana tidak punya banyak waktu kemudian berjalan menuju meja kasir untuk membayar semua makanannya.


Luciana menyerahkan uang , namun harus menunggu kembaliannya.


BRAK!!


"Hei kau!! Segera bayar utangmu!!! "


"Enak sekali, belum melunasi hutang, kau


justru enak-enak makan disini!! "


Terjadi keributan dimeja pengunjung. Mereka yang berada disana memekik kaget ketika meja yang berisi makanan dibalik begitu saja oleh sekelompok orang itu hingga semua makanan dan minumannya terjatuh berceceran.

__ADS_1


"Aaaaaa....Ayo cepat menyingkir sebelum kita terkena imbasnya! " Pengunjung yang berada disamping meja itu langsung mundur untuk menjauh. Tidak ada yang berani mendekat.


"Ayo bayar!! Cepat!! "


"Jika kau tidak membayarnya sekarang aku akan membunuhmu!! " gertaknya


Terlihat pria berumur yang tengah mereka kerubungi menunduk takut hingga seluruh badannya bergetar, " Maafkan saya tuan, tolong beri saya waktu lagi. "


"Halah!!! Cepat mana uangmu!! "


"J-jangan tuan, uang ini untuk membayar makanan anak saya... " tangsi nya


"Halah! Aku tidak percaya!"


"Be-benar tuan, saya kesini hanya untuk memesan makanan untuk anak saya yang menginginkan makanan enak tuan.. "


"Aku tidak peduli! "


"Tolong kembalikan uang saya tuan. " kakek tua itu bersimpuh didepan pria berotot itu.


Terlihat memohon namun beberapa kali tubuhnha ditendang dengan kasar. Walaupun begitu kakek itu terus saja bersimpuh dan memohon. Anehnya tidak ada yang mau menolong sang kakek.


"Uangmu ini tidak cukup untuk melunasi utangmu!! " bentaknya


"Mati saja kau kakek tua! Agar seluruh organ dalam tubuhmu bisa aku jual untuk melunasi utangmu itu!! "


Pria itu mengambil pedang yang berada disamping tubuhnya, mengangkat nya tinggi. Sementara kakek itu bersimpuh dengan tubuh bergetar menangis.


Pengunjung yang menyaksikan hanya bisa menutup matanya takut. Pedang itu diayunkan dan..


Prak!


Slinggghh!


"Jangan membuat kekacauan di tempat umum tuan. "


Luciana menepis pedang pria itu dengan belati kecil miliknya sebelum berhasil mengenai tubuh sang kakek.



"Jangan membuat kekacauan di tempat umum tuan. "


"Gadis kecil tidak usah ikut campur!!! " bentaknya marah


"Maaf paman, saya hanya ingin memberi anda saran. Jika anda ingin membunuh seseorang carilah tempat lain, jangan sampai kau mengotori restoran orang lain! " ucap Luciana memberi pengarahan.


"Apa paman tidak takut jika sampai pihak kerajaan melihatnya?? Paman bisa saja di penjara saat itu juga. "


"Ohhh..Berapa besar hutang yang bapak ini punya hingga paman ingin membunuhnya?? Jika paman ingin tau, nyawa jauh lebih berharga daripada jumlah nominal yang kakek ini utang kepada paman. "


"Kau jangan belagu!! Aku tidak butuh nasehatmu! " bentaknya


"Pergi dari sini , cepat!!! "


"Baiklah-baiklah, tapi setelah... "


BRUGHHH


...To be continued......

__ADS_1


...TINGGALKAN KOMENTAR DAN JEJAK DULU. KASIH HADIAH DONG <3...


__ADS_2