BAD PRINCESS OF AQUALIORS

BAD PRINCESS OF AQUALIORS
32. Kedatangan Tamu


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA!


*


*


*


Air yang tidak terlalu dingin itu berhasil menyentuh permukaan kulit Luciana. Baru saja memejamkan matanya tiba-tiba terdengar suara gemericik air. Luciana langsung memepetkan tubuhnya ke pinggir, waspada.


Matanya melotot kaget..


"AAAAAAAAAA.. " teriak Luciana tertahan saat melihat seseorang muncul dari dalam kolam itu.


Wajahnya tidak terlihat karena di pojok sana memang tidak ada pencahayaan. Hanya lampu remang-remang.


Leatan tidak menyadari ada seseorang yang tengah bersamanya. Pria itu merendam tubuhnya selama setengah jam untuk mendinginkan kepalanya. Namun saat mendengar suara jeritan tertahan dari arah bersebrangan, ia langsung sama terkejutnya.


"Bagaimana bisa ada seorang gadis disini?!! " pekiknya


Keduanya sama sama menenggelamkan tubuhnya di bawah air.


"Kau yang sejak kapan berada disini! "


"Tenang aku tidak akan macam-macam nona, aku disini hanya ingin merilekskan pikiran ku sambil berendam air dingin. "


"Apa kau perempuan yang diundang raja untuk acara ini?? Tetapi maaf aku tidak tertarik dengan perempuan mana pun. " ucapnya


"Kau mabuk? " tanya Luciana pelan


"Sepertinya begitu.. "


"Aku ingin sakit agar acara nanti batal.Aku belum siap untuk bertemu dengan para perempuan itu. Jangankan bertemu membahasnya saja aku muak. Namun, ayahku memaksaku. "


"Anggap saja ucapanku adalah bualan. " ucap pangeran Leatan kembali memasukkan tubuhnya kedalam air.


Melihat itu, Luciana memanfaatkan untuk keluar dari dalam kolam, berbalik untuk memakai pakaiannya kembali serta memakai cadar seperti biasa.


Saat hendak keluar langkah kaki Luciana terhenti menatap kearah kolam itu dan belum melihat pria tadi menyembulkan kepalanya untuk mengambil napas.


"Apa pria itu ingin mati kehabisan napas hanya karena tidak ingin dijodohkan?? " ujar Luciana


Luciana berbalik berniat tidak peduli namun, sampai dirinya sampai diambang pintu pun pria itu masih belum muncul di permukaan. Luciana mulai berpikir buruk, bagaimana jika pria itu meninggal? Itu akan menjadi berita buruk untuknya yang sempat bertegur sapa bahkan satu kolam dengannya. Nama baik Luciana akan tercoreng lagi.


"Ck."


Luciana berjalan menuju pinggir kolam itu dengan membawa lentera, sudah hampir 2 menit, manusia biasa hanya bisa menahan napas sekitar 30 detik hingga 1 menit saja.


"Hei!!! " panggil Luciana dengan mengkecipak air disana


"KAU MASIH HIDUP KAN??? " teriak Luciana


"Jika masih tol-"


"Apa yang pelayan lakukan disini?? "


Mendengar suara dari belakang hampir saja dirinya terjun bebas dari atas kolam karena terkejut. Dengan sigap pria itu menahan tangan Luciana dan menyeret menjauh dari kolam.


"Bagaimana bisa?!"

__ADS_1


"Apanya yang bagaimana bisa? " ulangnya


"Bukankah kau ah maksudku,bukankah Anda masih berada di dalam kolam?? "


Pangeran Leatan menatap wajah Luciana dengan intens nan tajam, " kau mengintipku? " selidik nya


Luciana terdiam.


"Maaf saya harus pergi. "


"Tunggu, kau pelayan yang mencuci jubah ku bukan? dimana jubah itu sekarang. " tanyanya datar


"Dibuang." ketusnya


Setelah mengatakan itu, Luciana bergegas keluar dengan membawa barang bawaannya.


Selama perjalanan Luciana hanya bisa diam. Entah apa yang baru saja terjadi, ia tidak peduli. Mungkin saja pria itu keluar ketika dirinya berbalik untuk memakai pakaian sehingga tidak melihatnya.


Luciana kembali ke kamarnya dan berbenah. Jam sudah menunjukan pukul setengah enam pagi. Para pelayan benar-benar sibuk mempersiapkan sesuatu.


Dilihatnya banyak bangsawan yang sudah tiba disana. Mereka tengah berkumpul di salah satu taman sambil berbincang dan ada beberapa yang tengah merias wajahnya.


Luciana memperhatikannya dari atas pohon mangga. Sambil bersantai memakan kue yang sempat ia curi untuk sarapan. Luciana menatap kebawah dengan datar, bagaimana gadis-gadis disana berbincang dan saling memuji satu sama lain.


"Kau sangat cantik putri Arabella. "


"Terimakasih atas pujiannya Lady Yasmine. "


"Gaunmu pasti sangat mahal. "


"Tentu saja, ibuku yang membelikannya sebagai hadiah. " ucapnya tersenyum


Salah seorang gadis tengah terduduk seorang diri disana namun tiba-tiba dikerubungi oleh gadis lainnya.


"Apa kau berharap dipilih menjadi pasangan pangeran Leatan?? "


"Dia terlalu bermimpi. " ejek mereka


Luciana menatap mereka sambil menggigit kue kering. Disana ada adik tiri Luciana, putri Arabella, untuk apa gadis itu kesini?


Lalu berpindah menatap kearah gadis yang tengah dikerubungi itu, dia adalah Lady Sefia yang pernah dimintai bantuan olehnya. Tidak disangka ia mengikutinya. Apa gadis itu disuruh oleh orang tuanya?


"Omong kosong macam apa yang tengah mereka katakan. " ucap Luciana


"Ada apa ini? " putri Arabella mendatangi kerumunan itu seperti seorang pahlawan.


Ya pahlawan kesiangan. Pftt...


"Yang mulia putri Arabella. " sapa mereka


"Apa yang terjadi? "


"Tidak ada putri, hanya ingin menyapa Lady Sefia saja. Kasihan sekali harus datang dengan pakaian menyedihkan seperti ini. Oh ya apa kalian tau? keluarga nya tengah mengalami kebangkrutan, aku pikir dirinya datang kesini untuk merayu pangeran Leatan untuk meminangnya sehingga membuat keluarga nya mendapatkan keuntungan yang luar biasa. " sindirnya


"Jangan seperti itu, tapi apa yang kau katakan memang benar, Anda tidak dapat mengikuti acara ini hanya dengan memakai pakaian lusuh ini, Lady Sefia. " ucap Putri Arabella sedih, namun jika didengar kata itu seperti menyindir juga.


"Hahaha.. Anda terlalu baik putri. "


Luciana dapat melihat Sefia terlihat tidak nyaman berada diantara para bangsawan kelas atas itu. Luciana melahap semua kue yang tersisa dan bersiap untuk meloncat turun.

__ADS_1


Bruk!


Suara itu langsung mengalihkan perhatian gadis-gadis itu. Mereka menatap terkejut kearah Luciana yang tengah mengibaskan roknya.


"Apa dia baru saja lompat dari atas pohon itu?"


"Seperti nya begitu. "


Luciana berjalan mendekati mereka.


"Selamat pagi yang mulia semuanya, maaf mengagetkan Anda semua, saya disini hanya ingin memperingatkan sesuatu untuk tetap menjaga sikap selama acara nanti dimulai. "


"Pelayan sepertimu tidak pantas mengatur kami! "


"Benar!Kau tidak bisa mengatur kami. "


"Saya adalah pelayan yang bertugas khusus menjaga ketertiban, jika nona sekalian ingin memprotes nya bisa langsung sampaikan kepada yang mulia raja." ucapan itu membuat para gadis terdiam


"Oh ya, Lady Sefia bisa Anda ikut bersama saya sebentar? "


Sebelum pergi dari taman itu, Luciana sepatu bersitatap dengan putri Arabella.Luciana tersenyum miring kemudian melanjutkan langkahnya.


"Bukankah dia putri terbuang itu??Tidak mungkin dia berada disini, mungkin hanya mirip. " ucap Arabella menepis pikiran nya


Luciana membawa Lady Sefia menuju kamarnya. Dia sempat bertanya untuk apa ketika Luciana memberinya sebuah gaun yang ia ambil dari butik kecilnya sendiri.


"Aku sempat membeli seluruh isi butikmu sehingga kau tidak bisa memakainya, jadi pakailah baju rancanganmu ini sendiri. " menyerahkan baju itu


"Tapi ini sudah anda beli nona. " tolaknya tidak enak


"Tidak masalah, pakai saja. "


"T-terimakasih."


"Hm."


Dirinya berganti pakaian di kamar kecil yang Luciana tempati. Luciana juga sempat memberikan beberapa hiasan seperti jepitan rambut berbentuk mutiara untuk dipakai. Terlihat jauh lebih baik.


"Saya akan mengembalikan jepitan ini kepada anda nanti. " ucap Sefia, Luciana mengangguk.


Setelah kepergiannya, Luciana hendaklah kembali masuk kedalam kamar namun terhenti ketika seseorang memanggilnya.


"Lexia."


"Lady Dellia? "


"Saya mencarimu diseluruh ruangan ternyata kau berada disini. " ucapnya tersenyum hangat


"Ada yang bisa saya bantu? "


"Emm.. maukah kau membantuku untuk merias diri? " tanyanya


"Merias?"


"Jika kau sibuk itu tidak perlu. "


"Ah saya tidak sibuk, baiklah. " angguk Luciana


________________________________

__ADS_1


Anyeong!


Sabar ya, harus sabar sebelum menuju puncaknya👀, Kira-kira apa yang bakal terjadi nanti?? TINGGALKAN JEJAK!!!! tutuk nih kalau enggak


__ADS_2