BAD PRINCESS OF AQUALIORS

BAD PRINCESS OF AQUALIORS
33. Menuju Puncak


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA!


*


*


*


"Riasan apa yang anda inginkan? "


"Rias sesukamu saja. " ucapnya tersenyum


Luciana sekarang tengah berada di kediaman Lady Dellia. Beliau sendiri yang memintanya untuk meriasnya. Seperti permintaannya Luciana hanya bisa merias bagian rambutnya saja, menjadikan digerai dengan bagian sampingnya dikepang kemudian disatukan untuk digulung menyerupai bunga. Selama Luciana fokus mengerjakan tugasnya, Lady Dellia dengan senantiasa bercerita sehingga tidak terlalu membosankan.


"Sudah selesai. "


"Wahh cantik sekali.. " pujinya ketika melihat kearah cermin.


Luciana membalasnya dengan senyuman tipis.


"Lalu bagaimana dengan gaun ini, apa terlihat cocok? "


"Tentu saja, gaun ini sangat cocok di tubuh anda. " puji Luciana


"Baiklah.. " anggunnya puas


Terdengar suara ketukan pintu dan munculah Ratu cantik dari Kerajaan Callexius Yang mulia Ratu Aillen. Terlihat cantik dengan gaun mewahnya, walaupun begitu penampilan nya cukup menarik dan sangat cocok.


"Yang Mulia, ada apa? " tanya Lady Dellia


"Acara akan segera dimulai, aku mengajakmu untuk ruang pesta bersama, ohh siapa gadis ini? " tanya beliau


"Dia Lexia pelayan baru di kediaman sebelah.".


Luciana membungkukkan badannya memberikan salam penghormatan. Ratu Aillen menilai penampilan Luciana dari atas sampai bawah, kemudian kembali menatap Lady Dellia mengajaknya keluar sekarang.


Tepat pukul delapan pagi, acara perayaan dimulai. Dimulai dengan agenda penyampaian beberapa point kerja sama antar kedua kerajaan. Awal yang terlihat membosankan, siapa yang tertarik untuk menegakan nya? Para gadis bahkan sesekali menguap. Tentu saja mereka datang kesini bukan untuk mendengarkan sesi politik yang membosankan, mereka datang hanya ingin bisa berkenalan langsung dengan pangeran Leatan.


Acara yang cukup membosankan itu telah selesai dengan kedua raja yang saling berjabat tangan kemudian duduk di singgasana masing-masing.


Ini lah yang para gadis tunggu. Yaitu sesi perkenalan untuk menunjukan kelebihan mereka masing-masing.


Sementara sedari awal acara dimulai pangeran Leatan hanya diam dengan tatapan jenuh dan tidak tertarik.


Luciana yang memang sedari awal tidak tertarik pun lebih memilih untuk kembali memanjat pohon mangga , tidak lupa membawa sekantung wadah berisi makanan yang sempat ia curi.


Diatas sana Luciana terlihat santai memakan makanannya dengan sesekali melirik ke arah aula yang sedikit bisa terlihat dari atas sini. Para gadis tengah dipanggil satu persatu untuk menunjukkan apa yang mereka punya dan apa yang mereka banggakan. Tentu saja Raja tidak ingin memiliki menantu yang cacat sedikit pun.


Giliran putri Arabella maju kedepan, memberikan salam hormat. Terlihat raja Gilbert cukup terkejut dengan kehadiran putrinya itu. Namun, tidak urung mengangguk kan kepala ketika putri Arabella meminta izin untuk melakukan sesuatu.


"Perkenalkan saya putri Arabella dari Kerajaan Aqualiors yang akan menampilkan pertunjukan tari, mohon izinnya yang mulia. "


Putri Arabella mulai menari didiringi lantunan lagu yang sangat mendayu-dayu. Terlihat lemah gemulai di setiap gerakannya. Beberapa penari belakang atau back dancer mulai datang dan mengerumuninya yang tengah menari. Mereka mengikuti gerakan yang Arabella lakukan. Terlihat wajar.Mungkin saja putri Arabella yang sengaja membawanya.


"Kenapa ada penari latar disini? " pikir putri Arabella

__ADS_1


"Ah, itu akan jauh lebih baik, sepertinya Kerajaan Callexius sudah mempersiapkan nya untukku. " pikirnya tersenyum lebar dan semakin semangat melanjutkan tarinya.


Luciana yang melihat lewat celah diatas, mengernyitkan dahinya . Kenapa tiba-tiba ada penari latar? Apa putri Arabella yang menyiapkannya?


Namun rasa penasaran itu lenyap ketika, matanya menangkap sesuatu yang ganjal. Luciana memasukkan makanannya yang tersisa dan berdiri diatas pohon untuk menajamkan pandangannya.


Dapat Luciana lihat, seorang pemanah berpakaian serba hitam tengah bersiap membidik dari arah lumayan dekat. Dan mengedarkan pandangannya ke atas menara pemancar, dapat dilihat seorang sneper tengah memegang sebuah tembakan mengarahkan nya sama kedalam aula.


"Siapa yang mereka bidik? " gumam Luciana


Luciana menelitinya bagaimana posisi dari masing-masing orang serba hitam itu. Dan kemudian membelalak kaget ketika mengetahui siapa yang tengah mereka targetkan.


Dia raja Gilbert, ayah Luciana!


"Wah gawat.. "


Luciana segera melompat turun dari atas pohon. Berjalan merayap berusaha mendekati pemanah yang jauh lebih bisa ia jangkau daripada sniper itu.


Luciana tau strategi yang mereka rancang. Pemanah akan meluncurkan panahnya secara acak untuk membuat semua orang panik, dan disaat itu perhatian semua orang akan terpecah belah, dengan begitu Sniper akan jauh lebih mudah untuk membidik sang target.


Puk


"Ap-"


Brukk


Pemanah yang tengah bersembunyi dibalik semak-semak terlihat kaget dengan kehadiran seseorang dibelakangnya. Sebelum selesai berbicara Luciana sudah lebih dahulu memukul tengkuknya mematikan beberapa syaraf di sana untuk membuatnya pingsan sementara.


Luciana segera berlari menuju tempat penjemuran baju untuk mengambil jubah khususnya kemudian berlari menuju aula. Bisa dilihat sniper diatas sana terlihat sedikit lelah karena sang pemanah belum saja memberikannya tanda. Orang dalam kondisi seperti ini biasanya akan mengambil keputusan yang salah. Terlihat mulai memegang pelatuk yang membuat Luciana semakin mempercepat larinya.


"Awasss ayahhhh!! " teriak Luciana berlari menyelamatkan Raja Gilbert


Luciana sempat bertekad, tidak ada seorang pun yang boleh menyakiti keluarga kerajaan Aqualiors sebelum mereka menangis darah karena menyesal dengan perbuatan mereka. Penyesalan yang akan sangat membekas dan menyakitkan. Itu artinya hanya Luciana lah yang boleh menyakiti mereka, tidak dengan orang lain!


Semua orang terkejut melihat seorang pelayan berlari memasuki aula dan langsung melompa kesinggasana untuk mendorong tubuh raja Gilbert.


Bertepatan dengan itu terdengar suara letupan senjata. Mereka semua terpekik ketika tembakan itu mengenai pilar disamping raja duduk. Jika saja Luciana tidak datang tepat waktu makan raja Gilbert kah yang akan terkena.


Semua orang mendadak panik, suasana semakin tidak kondusif. Mereka yang berada di dalam ruangan terlihat panik.


Sementara, karena saking kencangnya Luciana mendorong tubuh raja Gilbert membuat pria tua itu terjatuh cukup mengenaskan. Namun lebih baik bukan daripada mati tertembak?


Hahaha.. pria tua itu berhutang budi padanya!


Pangeran Leatan dan Raja Callexius langsung membantu raja Gilbert untuk berdiri.


"Yang mulai maafkan hamba yang lancang, namun sebaiknya acara ini segera dibubarkan saja. Suasana akan jauh lebih buruk terjadi jika semua orang terus berada disini. " pintar Luciana


"Siapa kau? Kau hanya pelayan biasa! " tegur Ratu Aillen


"Lexia apa yang kau lakukan disini? " tanya Lady Dellia


"Tolong yang mulia, anda harus seg-"


Dor!!

__ADS_1


Suara tembakan lagi membuat suasana semakin mengeruh. Tiba-tiba pintu terbuka lebar, masuklah pasukan berpakaian serba hitam sambil membawa pedang. Terlihat sekitar 20 orang. Mereka masuk dan langsung menyudutkan semua orang.


"Kan.. " decak Luciana


"Ada apa ini?! Kenapa kalian dengan seenaknya masuk dan merusak acara!! "


"Siapa kalian!! " tegar raja Callexius


"Anda tidak perlua tau yang mulai, kami datang kesini untuk meminta anda dan raja Gilbert agar menghapus semua kerjasama itu!! " ucapan salah seorang dari mereka


"Menghapus? "


"Ya, jika anda ingin selamat, maka hapuslah kebijakan tentang pelarangan eksploitasi laut dan hutan!!" tuntut mereka


"Apa kalian adalah para pemburu liar itu? " kaget Raja Gilbert


"Ya!! "


"Baikl-"


"Tunggu! " potong Luciana berjalan mendekati sekelompok berbaju hitam itu dengan tatapan tajamnya.


Luciana cukup terkejut saat raja Callexius dengan mudah menyetujuinya. Jelas eksploitasi alam secara sembarangan akan sangat merugikan semua orang untuk jangka panjang. Apa semua raja dan penghuni dimensi itu memiliki kebodohan yang mengakar?


Raja nya saja bodoh dengan mudah mengiyakan hanya untuk keselamatan dan keamanan nyawanya sendiri! Luciana tau para pengawal dan prajurit telah dilumpuhkan dengan menggunakan obat tidur. Luciana melihatnya ketika tengah mengambil jubahnya tadi.


"Siapa kau! Jangan ikut campur! " sentak mereka dengan menodong pedang kearah Luciana.


"Apa disini ada pihak istana yang memberontak? "


"Apa maksudmu! " teriak orang di depannya


"Apa anda tersinggung tuan? " tanya Luciana


Terlihat dari matanya bahwa orang itu sedikit panik walaupun sebagian wajahnya tertutup cadar hitam.


"Jangan mencoba menjadi seorang pahlawan!! "


"Siapa yang ingin menjadi pahlawan? Aku hanya bertanya dan hendak keluar dari ruangan ini. " ujar Luciana berjalan melewati 20 orang itu dengan santai.


Merasakan aura kepemimpinan dari Luciana semua orang seolah tidak berani berkutik.


"Bagaimana bisa seorang pelayan memiliki aura kepemimpinan melebihi ayah? " batin pangeran Leatan yang seperti sudah tidak asing lagi ketika merasakannya.


Jleb!


Luciana berhenti saat berada disamping orang yang terlihat sangat mencurigakan, orang ini tidak memiliki bayangan. Luciana menusuk dadanya menggunakan sebuah belati kesayangannya. Terlihat tubuh itu luruh menjadi abu.


Semua orang terpekik kaget melihatnya, sebab sudah tidak terlihat lagi ilmu yang bisa mengendalikan roh seperti ini! Itu adalah ilmu hitam dan penggunaan ilmu itu sangat ilegal digunakan ,penggunanya akan langsung mendapatkan hukuman mati.


"Bukankah ini terlihat keterlaluan? Memberontak dengan menggunakan ilmu semacam ini? " tanya Luciana


"Bagaimana bisa.. "


"Menteri atau pejabat keuangan? "

__ADS_1


__ADS_2