BAD PRINCESS OF AQUALIORS

BAD PRINCESS OF AQUALIORS
Bab 21 : Keras Kepala Adalah Sifatku


__ADS_3

...SELAMAT MEMBACA!...


...*...


...*...


...*...


"Pergi dari sini , cepat!!! "


"Baiklah-baiklah, tapi setelah... "


BRUGHHH


Luciana menarik tangan pria berotot itu kemudian menepis pedangnya hingga terjatuh ke lantai. Setelah itu Luciana memutar tangan pria itu hingga punggungnya menyentuh dada pria itu kemudian mengangkat nya memutar, membanting tubuh itu dengan kuat ke lantai. Hingga terdengar bunyi yang sangat keras. Semua orang yang melihatnya melotot kaget, mereka dapat melihat seberapa kuatnya gadis itu.



"Bagaimana paman, apa kau menyukainya? " tanya Luciana dengan senyuman manis, walaupun tidak terlihat karena tertutup cadar transparan.


Pria itu meringis kesakitan, "Tangkap gadis itu!!! " perintahnya


Sesuai perintah dari atasan, para bawahan pria tadi yang berjumlah tiga orang langsung menyandra kedua tangan Luciana. Bukannya panik, Luciana justru terlihat sangat santai.


Sementara orang-orang yang melihatnya justru terpekik takut ketika pria berotot itu kembali berdiri dengan menatap Luciana tajam.


"Kau salah memilih lawan gadis kecil. " ucapnya mengelus rambut Luciana yang tergerai tapi. Tidak lupa dengan masing-masing sisi dikepang kemudian disatukan dan diikat dibelakang. Anak rambut yang jatuh menjadikan wajah Luciana terkesan imut. Namun tidak dengan matanya yang tersirat arti pandangan yang orang lain sulit ditebak. Melihat respon pria itu yang tidak membalas memukulnya namun justru mengelus rambutnya, sontak membuat Luciana risih. Dirinya lebih baik dipukul daripada diperlakukan seperti ini!


"Lepas tangan paman dari rambut saya, sebelum saya mematahkan tangan paman sekarang ini juga. " tekan Luciana, dirinya sungguh tidak bermain-main.


"Ahahahha.. Kau mengancamku dengan kondisi kedua tanganmu yang tertahan?? " sinisnya , walaupun sedikit terintimidasi oleh tatapan tajamnya.


"Memang tanganku kalian tahan, namun tidak dengan kaki ku! "


Tangan yang tadi mengelus rambutnya kini berpindah hendak menyentuh penutup wajah miliknya," Hahaha.. Kau sang-"


Brughh!


Dugh!


Krek!


Lagi-lagi dengan kecepatan kilat, Luciana menendang tulang kering pria itu kemudian menarik tangannya dan memutarnya kearah yang berlawanan hingga terdengar suara petahana tulang yang membuat orang yang mendengarnya memekik ngilu.


Pria itu tersungkur sembari memegang tangannya yang hampir patah, "Kau!! "


Pria itu bangkit, hendak membalas ulah Luciana dengan mengangkat tangan satunya untuk menampar Luciana namun terhenti karena intruksi seseorang di belakang sana.


"Hentikan!! "


"Dengan bermain kasar dengan seorang gadis kecil?? Apa kau ingin aku mematahkan tanganmu yang satunya lagi Bord?? " ucapnya santai namun entah kenapa membuat para pria perusuh itu bergidik takut.


Mereka terlihat takut melihat pria itu.


"Cepat pergi dari sini!! Sebelum aku berubah pikiran!! " perintahnya tajam.


"Ba-baik."


"Ayo ki-kita pergi dari sini. "

__ADS_1


"Tunggu!! "


Sebelum para pria itu pergi, Luciana berjalan mendekat melemparkan segepok uang yang langsung ditangkap sempurna oleh pria itu, " Bawa uang ini, aku yang melunasi hutang kakek itu! Jadi jangan kalian usik lagi hidupnya!!! " ancam Luciana


"Silahkan pergi! " usir Luciana


Para pria menyeramkan itu langsung berlari terbirit-birit setelah menerima uang dari Luciana.


"Terimakasih nona!!! Terimakasih telah membantu hamba!!! " teriak kakek itu bersujud pada Luciana.


Luciana berdecak kesal, kemudian membantu kakek itu untuk berdiri, "Jangan bersujud padaku kakek, anggap saja aku adalah utusan dari Tuhan sebagai penolong Anda. "


"Terimakasih Tuhan!! Terimakasih juga untuk anda nona, terimakasih telah melunasi hutang hamba, saya berjanji akan menggantinya!! " ucap sang kakek


"Tidak perlu.. ini uang untuk kakek dan anak kakek, semoga bermanfaat. " Dengan penuh haru kakek itu menerima uang dari Luciana dengan tangan bergetar


"Terimakasih banyak nona. "


"Ini kembalian anda nona. " ucap sang kasir


"Tidak perlu, gunakan untuk mengganti kekacauan ini. "


Dengan segera Luciana berjalan keluar dari restoran itu yang mendadak membicarakan sosok Luciana. Mereka pasti akan terkejut nanti jika yang telah membantu kakek itu adalah putri Luciana yang terbuang.


Dengan langkah ringan, Luciana berjalan menyusuri pasar untuk kembali ke tempat dimana ia tadi berasal, hutan Eleusis.


"Tunggu nona!! " panggil pria yang baru saja membantunya.


Tenyata pria itu mengejarnya hingga kemari, namun Luciana pura-pura tidak mendengarnya dan terus berjalan.


"Hei nona bercadar!! " panggil nya


Luciana semakin mempercepat langkahnya, hingga..


Hampir saja dirinya terjerembab kedalam lubang jalan jika saja pria dibelakang nya tidak segera menarik tangannya dan menahan pinggang Luciana dengan cepat.



"Berhati-hatilah nona. "


Luciana segera mundur untuk menjaga jarak.


"Terimakasih tuan. " ucap Luciana membungkuk berterimakasih.


Setelah mengatakan itu, Luciana segera kembali melanjutkan jalannya karena hari sudah mulai sore dirinya harus segera mempercepat langkahnya. Jika tidak salah sebelum menjelang malam seluruh penduduk maupun pengunjung tidak diperkenankan keluar dari desa. Perbatasan dengan hutan Eleusis akan ditutup dan dijaga dengan ketat ketika malam hari untuk menjaga keamanan desa. Oleh karena itu Luciana harus segera keluar dari desa ini secepatnya.


Jika dirinya menunggu sampai esok hari maka akan banyak waktu yang terbuang sia-sia.


"Nona belati anda ter-"


Luciana sontak menghentikan langkah kakinya, kemudian mengecek barang bawaannya yang berada di tas kecil nya.


Belatinya tidak ada!!


Luciana panik, itu adalah belati pemberian dari Emillio.


Melihat gadis didepannya yang tengah kebingungan mencari belatinya,pria itu berjalan mendekat.


"Ini punya anda bukan? "

__ADS_1


Lelaki itu menyodorkan belati bulan miliknya dengan sigap Luciana mengambilnya dan memasukkan kembali kedalam tas.


"Siapa kau? Kenapa bisa mendapatkan belati bulan khusus milik keluarga kerajaan Aqualiors?? " selidik pria itu


Luciana melirik pria itu, " Bukan urusanmu tuan! "


Luciana kembali berjalan dengan terburu-buru agar bisa terhindar dari pertanyaan lanjutan dari pria tadi.


"Tunggu , nona!! "


"Beritahu siapa dirimu sebenarnya!! "


"Jika tidak aku akan terus mengikutimu . " ucap pria itu terus berjalan mengikuti langkah kaki Luciana.


Luciana semakin mempercepat langkah kakinya untuk menghindar. Kenapa selama perjalanan ini dirinya selalu bertemu dengan pria aneh yang mengintilinya seperti seorang anak itik dan dirinya ibarat induknya.


Pria itu benar-benar masih mengikutinya. Luciana menghela napas kasar.


Sampailah di perbatasan desa dengan hutan Eleusis. Belum ada prajurit atau penjaga disana sehingga dirinya bisa keluar melewati nya begitu saja.


Grep*


Luciana tersentak saat tangan kanan nya tiba-tiba ditahan oleh pria yang sedari tadi mengejarnya, "Hutan ini berbahaya nona, hari sudah hampir menjelang sore tidak baik jika anda keluar dari desa seorang diri. " ucapnya


Luciana memutar wajahnya untuk menatap pria dengan berambut silver abu-abu itu. Kulitnya sangat putih cocok dengan warna rambutnya. Mata berwarna cokelat dengan bulu mata lentik, terlihat sangat manis apalagi dipadukan dengan gigi taringnya disebelah kiri. Manis namun terkesan menjebak.


"Lepaskan tanganmu tuan! Kita tidak saling mengenal jadi anda tidak berhak untuk menasehatiku. " ucap Luciana tajam


"Baiklah jika begitu, namaku Liam. Jika begitu siapa namamu? " ucapnya memperkenalkan diri


"Bukan urusanmu! "


Luciana berjalan memasuki hutan namun lagi-lagi tangannya ditahan kembali, "Jika begitu izinkan saya menemani nona hingga sampai tujuan, malam hari sangat berbahaya apalagi didalam hutan, anda bisa saja tersesat. " ucapnya


"Aku bisa menjaga diri sendiri! "


Pria bernama Liam itu bedecak gemas melihat sifat keras kepala gadis didepannya ini. Sangat keras kepala dan sulit untuk didekati. Biasanya gadis kecil seusianya dimalam hari akan tidur atau memanjakan dirinya dengan bersantai namun mengapa gadis itu berbeda. Dia justru berkelana seorang diri dengan memasuki hutan.


"Anda memang bisa menjaga diri dengan ilmu bela diri anda, namun apabila anda tersesat dan tidak bisa keluar dari hutan? Ilmu bela diri anda tidak akan berfungsi. " ucap Liam mencoba mencairkan sifat keras kepala gadis bergaun biru tua itu.


Luciana terdiam, benar, apa yang lelaki bernama Liam itu katakan sangat benar. Dirinya bisa tersesat walaupun telah membawa peta sekalipun. Luciana menimbang tawaran pria itu.


"Aku tahu seluruh isi hutan ini dan bisa menjamin nona keluar dari dalam hutan dengan selamat. " ucapnya


"Aku tida meminta bantuanmu, kau sendiri yang menawarkannya, jadi jika ada sesuatu hal yang terjadi jangan salahkan aku! " ucap Luciana


"Tidak masalah. "


"Ayo! " ajak Luciana berjalan memasuki hutan kembali.


Pria bernama Liam itu mengikuti Luciana dari belakang, "Lalu siapa namamu nona? " tanyanya


"Lexia."


Pria itu mengangguk paham tanpa rasa curiga sedikitpun, " Namamu sangat cantik. "


"Aku tau, terimakasih pujiannya. " sahut Luciana dengan terus berjalan.


Liam tersenyum tipis mendengar ucapan percaya diri gadis itu. Sekian keras kepala dia ternyata memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi.

__ADS_1


...To be continued.......


...SEBELUM PINDAH CHAPTER, LIKE DAN KOMENTAR DULU YA...


__ADS_2