BAD PRINCESS OF AQUALIORS

BAD PRINCESS OF AQUALIORS
Bab 31 : Pembebasan


__ADS_3

...SELAMAT MEMBACA!...


...*...


...*...


...*...


Malam harinya sesuai jadwal yang ada, dimana akan diadakan persidangan untuk pemuda Will itu. Dirinya belum tau seperti apa bentuk hukuman yang akan pemuda itu terima.


Beberapa tugas telah dibagi dan Luciana bertugas dalam acara besok hari. Luciana sempat memprotes agar dirinya ditugaskan waktu persidangan saja namun tidak bisa dirubah. Jika begini berarti dirinya harus berada disini sampai acara besok berakhir.


Tepat pukul 8 pintu ruangan tertutup dijaga ketat oleh pengawal. Sepertinya sidang hukuman itu terjadi secara tertutup, jika begini bagaimana dirinya bisa menyelinap masuk.


Akhirnya Luciana berjalan keluar dari istana melewati pintu belakang yang biasanya pelayan lewati untuk keluar masuk. Berjalan menuju sebuah kota untuk mencari seseorang.


"Bisakah anda membantuku? Jika anda mau, aku akan memborong seluruh dagangan anda. " ujar Luciana


" Benarkah nona? " tanyanya terkejut


"Tentu, siapa namamu dan apa margamu. " tanya Luciana pada gadis itu


"Saya Sefia dari bangsawan kelas bawah bermarga Yansen. " ucap gadis itu


Gadis bernama Sefia itu sempat menjelaskan padanya bahwa dirinya harus membuka butik kecil ini untuk membantu perekonomian keluarga nya yang hampir hancur. Gadis itu tidak bisa pulang sebelum membawa uang yang cukup untuk keluarga nya. Mendapatkan tawaran menggiurkan itu tentu saja dirinya tidak bisa menolak.


"Baiklah Sefia aku akan membeli semua daganganmu , namun dengan sebuah syarat."


"Syarat apa nona? "


Kini keduanya tengah berada di wilayah belakang istana tempat untuk para pelayan. Luciana sudah menceritakan apa yang perlu gadis itu lakukan dan beruntung dia menyanggupinya. Disini maupun di kehidupan sebelumnya manusia tetap sama, gila akan uang, dengan uang semua akan terselesaikan. Ya itu pikiran yang sangat primitif namun juga menjadi jalan terakhir pula.


"Permisi, apakah saya bisa masuk? "


"Anda siapa nona? Di dalam sedang ada persidangan yang penting tidak sembarangan orang bisa memasukinya. " ujar sang penjaga


"Saya keluarga dari salah satu pelaku, bisakah saya masuk?"


"Tunjukkan kartu pengenal Anda. "


Gadis itu memberikan kartu kebangsawanan nya yang bermarga Yansen. Penjaga itu percaya dengan mudah dan membuka pintu mengantarnya masuk kedalam.


"Permisi yang mulia raja yang Agung, disini hamba membawa salah satu keluarga dari terdakwa di sidang ini. " ujar nya kemudian undur diri


"Salam hormat yang mulia raja yang Agung. " ucapnya membungkuk hormat.


"Hamba datang kesini untuk mengajukan banding kepada Anda yang mulia, tanpa mengurangi rasa hormat perkenalkan saya Sefia Yansen dari bangsawan kelas bawah. "


"Banding apa yang Anda maksud. " intimidasi nya


"Saya memohon kepada Anda untuk tidak menghukum adik hamba, Will, yang mulia. Dengan banding ini saya berjanji akan menjaga adik hamba hingga tidak mencuri lagi. Jika ada salah satu prajurit yang melihatnya maka saya bersedia dihukum seberat-beratnya yang mulia, itupun jika dengan bukti yang sesuai. " ucapnya


"Adikmu telah mencuri berkali-kali, bagaimana bisa Anda berjanji seperti ini? " Raja ini terus menekan atmosfer di ruangan hingga beberapa pejabat yang melihat nya hanya diam tidak berani membuka mulutnya.


Sementara Luciana sendiri tetap diam dengan tenang. Ya, Luciana yang tengah berjongkok bertumpu pada salah satu kakinya, di depan singgasananya.


Luciana hanya menyewa kartu nama itu dan bersepakat untuk melakukan ini bersama gadis tadi. Sementara pakaiannya juga diganti dengan yang lebih baik layaknya putri bangsawan. Wajah? Luciana tidak memakai penutup wajah dan merias wajahnya agar tidak dikenali.

__ADS_1



" Saya berjanji yang mulia, nyawa saya taruhannya. "


Dengan susah payah dirinya menegosiasikan banding yang dirinya sampaikan. Walaupun raja Callexius terus saja mengintimidasi nya. Berusaha menggoyahkan banding yang ia sampaikan, dengan tenang dan pasti Luciana tidak terpengaruh. Situasi seperti ini sering ia alami jika bersama tetuanya dulu. Bertanya dengan aura intimidasi, memojokkan hingga mental dan keyakinan kita goyah.


"Baiklah."


Pemuda bernama Will itu terkejut mendengar keputusan raja. Dirinya saja tidak mengenali wanita yang tengah berjongkok di depan sana. Namun, argumentasi yang wanita itu sampaikan terlihat sangat meyakinkan hingga raja menyetujui nya.


"Siapa kau? " tanya Will


"Anggap saja aku malaikat mu. " sahut Luciana


"Anda nona waktu itu? "


"Ya. Memang siapa lagi?"


"Anda seorang bangsawan? "


"Tidak.Ini hanya kartu penyamaran saja. " jawab Luciana datar


"Terimakasih telah mengeluarkan ku nona. " ucapnya baik


"Itu tidak gratis. "


Will merubah wajahnya menjadi dingin, hal seperti ini sering ia duga. Bagaimanapun wanita tetap saja sama. Tidak pernah membantu dengan ikhlas. Pasti ada timbal baliknya.


"Apa maumu. " tanya Will datar


"Aku ingin menjadikanmu sebagai prajurit istana. "


"Kenapa? " tanya Luciana menaikkan sebelah alisnya bingung


"Aku benci semua yang berkaitan dengan Kerajaan. "


"Maksudmu? "


"Bagiku istana adalah neraka dunia yang ditempati oleh manusia egois dan gila kekuasaan, siapapun yang sudah memasukinya tidak akan bisa keluar, mereka akan menjadi orang yang jahat dan tunduk pada kejahatan Kerajaan. Uang, jabatan, wanita itu sangat mengerikan. " ucapnya sambil mengepalkan tangan dengan sorot mata tajam.


"Bukankah dengan mencuri kau juga tengah melakukan kejahatan? " pertanyaan itu berhasil membungkam pemuda itu.


Luciana tersenyum kecil. Ternyata pemuda bernama Will ini sangat sulit didekati dan sedikit songong.


"Sama denganmu yang harus melakukan kejahatan untuk sebuah alasan, mereka yang berada di istana juga melakukan hal yang sama. Untuk mengatasinya kau hanya perlu teguh pendirian.Persaingan tentu dimanapun akan tetap ada, semua itu tergantung pada individu itu sendiri. Kau lengah maka dengan mudah terjerumus kedalam kejahatan."


"Kita memiliki kejahatannya masing-masing hanya berbeda tempat dan kondisi.. "


"Aku tidak peduli. " sahut Will memalingkan wajahnya


"Dan tetap akan menjadi pencuri? Memberi adik-adikmu dengan uang haram? " tanya Luciana yang berhasil menohok hati Will


"Sebenarnya siapa Anda, sampai berani menawari pekerjaan sebagai prajurit?! " tegasnya menatap wajah Luciana yang tersorot lampu taman.


Luciana menyerahkan kartu Identitas nya.


"Kau! " kagett Will

__ADS_1


"Putri Luciana dari Kerajaan Aqualiors??!! "


"Kau mengenalku? " tanya Luciana


"Tidak." geleng nya polos


Luciana tersenyum getir, padahal dirinya sempat akan memuji pemuda itu karena mengetahuinya.


"Maafkan hamba yang sudah berperilaku sembrono kepada Anda yang mulia. " hormatnya dengan tiba-tiba.


"Tidak usah formal, dimana sifatmu yang songong itu? aku lebih menyukainya. "


"Songong? " ulang Will


"Ya! Tetaplah songong karena itu keren.." ujar Luciana dengan ekspresi ddata.


Ujung bibir Will berkedut mendengarnya. Baru pertama dirinya berjumpa dengan seorang putri se aneh ini.


"Bawalah!! Jika kau butuh pekerjaan itu datanglah ke istana dan tunjukan kartu ini. "


"Aku sangat mengantuk. "


Luciana melemparkan beberapa uang dan kartu pengenal kemudian berjalan pergi menuju kamarnya untuk beristirahat. Malam hari yang cukup melelahkan.


Keesokan Paginya......


Luciana yang tentu tertidur di kamar pelayan pun terbangun. Waktu baru saja pukul 4 pagi namun sudah terdengar langkah kaki bersahutan seolah tengah sibuk melakukan sesuatu.


"SEMUANYA BANGUN DAN CEPAT BERSIHKAN DIRI KALIAN UNTUK MENYIAPKAN ACARA PAGI INII!!! " teriaknya itu berasal dari luar, ya Madam itu pasti tengah membangunkan para pelayan.


"CEPAT BERKEMAS!! "


Suara langkah kaki itu sepertinya langkah para pelayan yang tengah bergegas menuju kamar mandi umum. Luciana melangkah keluar dan melihatnya. Udara pagi ini sangat dingin, apa mereka tidak keringan harus mandi pukul 4 pagi??


Luciana berjalan menuju pemandian umum itu dan terlihat sangat penuh dengan antrian. Mereka mandi atau mau mengantri sembako??


Dengan malas, ia berbalik untuk berjalan -jalan mengelilingi isi kediaman ini. Sambil menunggu gilirannya mandi.


Luciana membawa lentera bulat miliknya berserta baju pelayan yang sudah disiapkan untuk acara pagi ini. Dirinya berniat untuk mandi di tempat lain daripada lama menunggu.


Dari kaca di sampingnya Luciana bisa melihat ada sebuah kolam pemandian didalam sana dan bergegas masuk tanpa memperdulikan apapun disekitarnya. Kolam ini cukup luas dengan suasana terbukanya.



Luciana menatap kolam itu dan tersenyum puas. Disini jauh lebih baik daripada harus mengantri. Ia meletakkan lentera dan bajunya itu dipinggir kolam. Kemudian melepaskan semua pakaiannya dan masuk kedalam kolam.


Disini sedikit gelap hanya ada beberapa lampu gantung bulat kecil beserta cahaya dari lenteranya.


"Hangat.. " gumam Luciana memejamkan matanya



Air yang tidak terlalu dingin itu berhasil menyentuh permukaan kulit Luciana. Baru saja memejamkan matanya tiba-tiba terdengar suara gemericik air. Luciana langsung memepetkan tubuhnya ke pinggir, waspada.


Matanya melotot kaget..


"KYAAA..."

__ADS_1


...To be continued.....


...TINGGALKAN KOMENTAR DAN JEJAK DULU YA...


__ADS_2