
SELAMAT MEMBACA!
*
*
*
Disini kami berada, bersama dengan Lauren yang tengah menyiapkan minuman hangat untuk menghangatkan tubuh yang dingin. Luciana sudah selesai membersihkan dirinya dan kini hanya diam di kursi sembari menunggu Lauren selesai memasak.
"Minumlah obat herbal ini agar tubuhmu tidak dingin. "
"Terimakasih."
"Habiskanlah, minuman ini sedikit pahit namun sangat ampuh untuk menghangatkan tubuh. "
Luciana mengangguk saja dan meminum herbal buatan Lauren itu.
"Uhh.. "
Luciana terkejut akan rasanya yang memang pahit. Sebenarnya bukan itu masalahnya, Luciana sudah terbiasa meminum ramuan pahit bahkan lebih pahit dari ini. Namun yang membuat Luciana sedikit meringis karena mencium baunya. Rasa tidak masalah baginya namun jika bau, ini sedikit menyengat.
"Tutuplah hidungmu lalu minum dalam satu tegukan. " ujar Lauren terkekeh geli melihat ekspresi Luciana.
"Emm.. "
Dalam satu kali tenggak gelasnya langsung habis. Rasanya menyengat di lidahnya begitu juga bau herbalnya.
"Luci... "
"Ada apa? "
"Sepertinya aku tidak berani untuk kembali ke istana. " ucapnya menundukkan kepala.
"Kenapa? "
"Aku takut. "
Luciana menghela napas pelan. Sebenarnya apa yang ditakuti oleh Lauren? Bukankah hanya soal pangeran mesum itu?
"Apa yang membuatmu takut, Lauren. "
"Aku takut saja bercampur dengan orang-orang di istana, aku takut tidak terbiasa dengan banyak orang, aku juga tidak terlalu pandai bersosialisasi dengan orang lain. Bagaimana jika mereka menganggapku aneh? " ucap Lauren
"Hanya itu? "
"Iya." angguk Lauren
"Kau tau Lauren, Luciana juga pemalu dulunya dia tertekan batinnya dengan sikap orang disekitarnya yang selalu menganggapnya rendah. Bahkan Luciana pernah diberi racun hingga dia ma-" ucapan Luciana terhenti
"Ma? "
"Maksudku hingga masuk rumah sakit. " lanjutku
"Itu sebabnya, Luci, ak-"
"Aku belum selesai bercerita jangan mengambil kesimpulan jika aku belum selesai berbicara. " tegur Luciana
"Baiklah... aku minta maaf. "
"Sampai detik itu, Luciana bangun dan bertekad untuk menjadi orang yang berani hingga membasmi orang-orang yang menghinanya. Kau tau apa alasannya dia berubah? " jeda Luciana
"Dia berubah untuk mengembalikan keadilan keluarganya. " sambung Luciana
"Jangan terlalu overthinking, Lauren, kau saja belum mencobanya bagaimana bisa kau sudah menyerah dengan keadaan dan mengatakan dirimu tidak bisa? "
"Cobalah dulu kakakmu ini akan selalu membimbing mu. "
"Jadi semangat!!! Ayok! Kau pasti bisa Lauren! Demi keluarga kita kembali lagi! " semangat Luciana menggebu-gebu layaknya boomerang.
Lauren tersenyum melihatnya. Luciana mengatakan seperti itu persis seperti kakak yang tengah menasehati adiknya yang pemalas dan penakut. Namun, Lauren menyukai vibes yang Luciana bawa kepada dirinya saat ini. Terlihat penuh keyakinan.
"Baiklah! " putus Lauren
"Nah begitu dong.. " bangga Luciana
"Lalu bagaimana caranya? " tanya Lauren antusias
"Kau tau, sebenarnya aku belum memikirkannya. " ucap Luciana polos
"Heh? " loading Lauren
"Oleh karena itu, kita bisa bicarakan disini bersama-sama. " sahut Luciana yang dibalas anggukan oleh Lauren
Lauren terlihat sangat polos dan penurut. Luciana bahkan seperti tengah memberikan sebuah pelajaran kepada muridnya.
"Siapa nenek lampir yang kau maksud ,Luci?"
__ADS_1
Lauren memberanikan dirinya untuk bertanya ketika Lucina yang tengah asik menyuarakan apa yang akan ia lakukan selanjutnya.Luciana terus saja menyebut nenek lampir membuatnya bingung.
""Siapa lagi kalau bukan wanita jelek itu."
"Lalu,siapa wanita jelek yang kau maksud itu?"
"Tentu saja ratu yang menguasai kerajaan Aqualiors saat ini."
"Memangnya siapa?"
"Aku sangat malas menyebut namanya,dia wanita yang menyebalkan dan songong,penuh dengan tipu daya."
"Lalu ,siapa?"
"Raru Adriana."
"Dia yang menjadi ratu saat ini?" pertanyaan itu hanya mendapat anggukan oleh Luciana
Sementara ditempat lain,Putri Arabella telah sampai di kerajaan bersama rombonganyna.Dia langsung turun dari dalam mobil dan disambut oeleh beberapa pelayan serta pengawal yang sudah stand bay disana.
"Selamat datang yang mulia putri Arabella."
Tidak menjawabnya ,Bella langsung saja berjalan kearah ibunya.
"Dimana ayahmu ,Bella?" tanya ratu Adriana
"Ayah masih berada disana."
"Lalu,bagaimana dengan acara itu,apa kau berhasil mendapatkan hati pangeran Leatan?" tanya ibunya antusias
"Semuanya kacau."
"Kacau?"
"Ada kejadian menegangkan disana, hingga sebelum selesai acara sudah terlebih dahulu di bubarkan.Aku ada berita penting untuk ibu!"
Putri Arabella menggandeng tangan ibunya menuju ruangan khusus.Dengan penasaran ratu Adriana pun berusaha menyamakan langkahnya denga langkah putrinya."
Brak!
"Ibu aku ada berita yang sangat penting!"
"Berita apa?"
"Kau tau ibu,Luciana berada di kerajaan Callexius dan menyamar menjadi seorang pelayan."
"Ibu percaya padaku."
"Mungkin saja pelayan itu disuruh berbohong oleh Luciana agar semua orang tidak mencurigainya pergi." ucap Arabella yakin
"Baiklah ayo kita cek sekarang."
"Tunggu bu! Ada satu berita yang pastinya akan membuat ibu sangat terkejut."
"Berita apa itu,cepat katakan!" tegasnya
"Lady Dellia yang terkenal akan penasihat pribadi milik ratu Aillen ternyata dia adalah mantan ratu Adellia."
"APA?!"
"Kau tidak bercanda?"
"Tidak ibu! Aku sungguh mengatakan yang sebenarnya," ucap Arabella dengan pasti
Ratu Adriana terdiam.
"Anak itu sudah terlalu jauh berjalan." geramnya
Ratu Adriana beranjak keluar menuju kearah kediaman awan diikuti oleh putri Arabella dibelakangnya.Arabella tersenyum bahagia membayangkan Luciana akan mendapatkan hukuman dari ibunya.
"Hormat saya yang mulia ratu kerajaan Aqualiors." salam pelayan Elis
"Minggir,aku akan mengecek sesuatu!"
"Tapi yang mul-"
BYUR
Belum saja selesai mengatakan sesuatu ,tepat ketika ratu Adriana menerobos masuk kedalam kamar langsung saja disambut dengan siraman tepung hingga menutupi seluruh tubuhnya.
"Ibu kau tid-"
SHUTT
JLEB
Karena terkejut putri Arabella masuk kedalam dan tidak sengaja menyentuh pegangan pintu hingga sebuah panah meluncur tepat disamping kepalanya.Panah itu tidak mengenai tubuhnya , namun melesat tipis melewati wajahnya hingga menancap di pintu kayu tepat dibelakangnya.
__ADS_1
Putri Arabella langsung terdiam bagai patung .Terlihat jelas wajah shoknya.
Dirinya tidak bisa membayangkan jika panah itu menggores wajahnya yang cantik dan mulus itu.
"Apa anda baik-baik saja yang mulia?" tanya pelayan Elis khawatir
"KURANGAJARRRRR!" teriak ratu Adriana
"Dimana anak itu hah!!Berani sekali kau membohongiku!!." geram rau Adriana menyeret tubuh pelayan Elis dan membantingnya ketanah," Kurung dia!" perintahnya kepada pengawal
"Ampun yang mulai ,jangan kurung hamba." mohon pelayan Elis
"Aku akan menhukumu hingga membuat tuan tersayangmu itu terkejut dan menangis ketika melihat keadaanmu!"
"CEPAT BAWA PERGI!"
"Baik yang mulia." menyeret pelayan Elis pergi
Ratu Adriana menatap kedepan denga tatapan tajamnya bersama dengan geraman rendah.Ini tidak bisa dibirkan,semakin ia biarkan anak itu semakin nekat .Itu sangat mengancam keberadaannya.Ia tidak bisa tinggal diam dan menganggap Luciana enteng.
Gadis itu semakin berani berbuat, hingga menyelinap pergi dari istana tanpa izin. Bahkan membawa pengawal pun tidak.
Jika begini makan bisa saja semua rahasianya terbongkar, ia tidak akan membiarkannya.
"Wexsi, kau tau diamanatkan keberadaan Luciana? "
"Tunggu sebentar. "
"Bagaimana? "
"Aku tidak bisa melihatnya disini seperti ada yang menghalangi, namun sepertinya gadis itu akan pulang kesini besok hari dengan membawa kejutan yang sangat besar. " ucap Wexsi
"Kirim pembunuh bayaran dan cegat dia, jangan biarkan dia kembali ke istana dengan selamat. Bunuh saja sekalian, aku tidak peduli. "
"Baik."
"Jangan sampai gagal, jika gagal kau tau bukan apa konsekuensi nya Wexsi? "
"Tentu saja aku tau. "
Ratu Adriana membuka matanya dan terpampang senyum licik disana. Seperti iblis yang bersiap untuk menumbangkan musuhnya.
"Ibu... " panggil Arabella berjalan mendekat
"Ini tidak bisa dibiarkan! Aku baru saja hendak seperti dibunuh jika saja panah itu tidak mengenai wajahku. " adunya
"Kau tenang saja, ibu sudah merencanakan semuanya. "
"Kita tinggal menunggu esok hari dimana seseorang membawa potongan kepala gadis itu. " ucapnya tersenyum miring
"Itu luar biasa! "
"Apa anda tengah merencanakan sesuatu ? "
Pangeran Altar berjalan mendekati keduanya.
"Tentu saja, ibu akan menghabisi Luciana tanpa harus mengotori tangan. "
"Bisakah ditunda saja? "
"Apa maksudmu Altar? " menatap anaknya tajam
"Aku belum berhasil mendapatkan tubuhnya, biarkan aku merasakannya terleb dahulu dan begitu anda bisa membunuhnya, Bagaimana? " tawarnya
"Tidak bisa!" tolak ratu Adriana
"Ibu sudah mendukungmu untuk melakukan hal bejat itu kepada adiknya. Untuk sekarang biarkan ibu mengeksekusi satunya lagi. "
"Tap-"
"Diamlah Altar! Jangan pernah berbuat sesuatu yang akan merugikan kita semua!! " tegas ratu Adriana
"Benar kak, turuti saja permintaan ibu. Lagi pula banyak wanita cantik selain dia. Apa yang menarik darinya? Bahkan dia terlihat biasa saja. " sahut Arabella
Pangeran Altar hanya melirik nya sekilas kemudian melenggang pergi dari sana.
"Ingat perkataan ibu, Altar!! "
_____________________________________
Hai Hai Hai...
Sebentar lagi udah mau Desember hemm..
Nggak kerasa juga mau ganti tahun, semoga tahun depan jauh lebih baik dari tahun ini..
See you>
__ADS_1