
SELAMAT MEMBACA
*
*
*
" Bagaimana ? " Tanya Raja Gilbert yang merasakan kehadiran Jack pemimpin prajurit bayangannya.
Jack pun menceritakan bagaimana kondisi yang terjadi pada Luciana, dirinya merasakan hatinya yang panas saat mendengar apa yang diceritakan oleh Jack.
" Baiklah kau bisa pergi " ucap raja Gilbert setelah selesai mendengarkan laporan Jack.
"Richard."
"Iya Tuan?"
Raja Gilbert pun bangkit mengenakan mantel hitam dan topi hitam yang lebar lalu membuka jendela.
"Tetap biasa saja jangan berperilaku mencurigakan. Kita harus menjadi orang yang seolah penurut pada mereka sebelum melakukan hal yang besar. "
"Baik tuan. "
Sebelum kepulangan Luciana dan Lauren tentu saja dirinya sudah terlebih dahulu pulang dan disambut langsung oleh kedua putranya.
Berita tentang kembalinya putri Lauren tentu saja sudah merebak keseluruhan istana. Bahkan sebelum keduanya pulang sekalipun dirinya sudah tau akan rencana anak perempuannya itu.
Gilbert memijat keningnya, Luciana sangatlah berbeda dari sedia kala. Gadis itu terus saja bertindak secara terang-terangan dan melakukan hal yang sangat di luar nalar. Walaupun sudah mengetahuinya, ia hanya bisa diam dan menunggu apa yang akan anak itu lakukan setelahnya. Melihat mata hitam Luciana, dirinya sudah dapat melihat jelas bagaimana ambisinya untuk menggulingkan kekuasaan ratu Adriana. Tentu itu bukanlah hal yang mudah.
"Apakah anda akan terus diam saja tuan? " tanya Richard
"Untuk saat ini. "
"Cukup pantau saja dan backup semuanya secara mulus. "
"Baik tuan. "
"Perintahkan Luciana dan semuanya untuk hadir di aula keluarga setengah jaman dari sekarang. Tanpa terkecuali. "
"Baik tuan. "
Richard langsung saja pamit undur diri dari ruangan raja. Membiarkan raja itu menyesap teh nya untuk menenangkan pikirannya.
Disisi lain
Mengintip diruangan peraduan ratu Adriana yang tengah mengamuk karena rencananya gagal. Sangat marah ketika berita bahwa Luciana datang ke istana bukanlah seorang diri melainkan bersama anak buangan itu. Ratu Adriana murka bahkan sampai membanting semua benda yang berada di atas meja.
PRANGG
"Arggghhhh sialan!! "
"Tenanglah Adriana. "
"Bagaimana aku bisa tenang bu! Anak siapa itu telah datang dengan selamat bahkan membawa kembarannya itu!! " teriaknya
"Jaga emosimu Adriana! Jangan sampai orang mendengarnya! "
"Buu.. aku harus bagaimana sekarang. Gadis itu semakin berani bertindak bahkan secara terang-terangan menentang ku! "
"Sudah ku bilang jaga emosimu, kau tidak akan bisa berpikir dengan emosi di kepalamu itu! "
"Maafkan aku. "
"Tenang lah nak, ibu akan selalu dibelakangmu. Kau tidak perlu khawatir. "
"Terimakasih bu. "
Ceklek
Pintu terbuka menampilkan putri Arabella yang terlihat panik, "ibu kau tau Luc-"
"Ibu sudah tau. "
__ADS_1
"Lalu bagaimana bu? " tanya nya
"Nenek? Sejak kapan nenek disini? " tanya putri Arabella mendekati Rose dan memeluknya singkat.
"Baru saja, sayang. "
"Yaampun, maaf karena Bella tidak mengetahuinya. "
"Tidak masalah. " senyumnya
"Buu... "
"Bella tenang saja ibu dan nenek tidak akan tinggal diam saja. "
Pintu terbuka menampilkan tuan Richard yang datang dan memberitahukannya bahwa mereka di suruh berkumpul di aula keluarga setengah jam lagi.
"Apa yang akan dia bicarakan? " gumam ratu Adriana
"Apakah ayah akan membahas acara debutante ku? Mah! Aku tidak mau acara itu harus digabung bersama dua kembar sialan itu! " tolak Arabella
"Kita liat saja nanti. "
Luciana yang tengah sibuk menatap kembali barang-barangnya , sedangkan Lauren tengah menatap balon kamar. Menikmati pemandangan di istana.
"Indah sekali. "
"Ternyata dunia luar sangatlah luas dan indah, berbeda dengan hutan. " puji nya
"Livi apa kau betah disini? " tanyanya sambil mengelus tubuh Livi yang berbentuk kucing.
"Hahaha kau pasti menyukainya, apalagi dengan makanan yang lebih lezat dari yang biasanya kita makan. " kekehnya
"Sedang apa kau? " tanya Luciana
"Menikmati pemandangan. "
"Ohh begitu.... "
Luciana membuka pintu kamar menadapati tuan Richard tengah berdiri di sana. Memberitahunya bahwa ia harus datang ke aula keluarga setengah jam dari sekarang. Cukup terkejut. Namun, Luciana hanya mengangguk singkat.
Pandangan Richard melirik sekilas pada ballon kamarnya dan melihat sosok gadis berambut putih itu tengah berdiri kedepan menatap hamparan pemandangan disana. Dirinya tidak bisa melihat wajahnya, hanya rambut seputih salju yang sangat cantik.
"Apakah masih ada yang ingin anda sampaikan tuan Richard? "
"Ah tidak. Jika begitu saya permisi nona. "
Luciana menutup pintu dan berjalan kearah Lauren. Menepuk pundaknya membuat gadis itu berbalik.
"Ada apa Luci?"
"Kita harus bersiap sekarang. "
"Bersiap untuk? " bingungnya
"Menemui seluruh anggota keluarga. " jawab Luciana santai
"A-apa? " gagapnya
"Ini waktu yang tepat untuk membebaskanmu dari hukuman pengasingan Lauren. Jadi kau harus datang, aku tidak menerima penolakan." tegas Luciana
"Luci.... " lirihnya
"Percaya padaku, Lauren. " pinta Luciana memohon.
"Huum."
"Ayo bersiap waktunya hanya setengah jam saja. " ajak Lauren
"Untuk apa terburu-buru?" tanya Luciana menaikkan sebelah alisnya
"Bukankah katamu kita harus kesana sekarang? " ulang Lauren bingung saat melihat wajah santai Luciana.
"Kita memang akan kesana tapi tidak tepat waktu. Lagian jika kita terlalu bersemangat datang nanti ada yang mencibir, daripada kita yang menunggu lebih baik mereka saja yang menunggu. " ujar Luciana
__ADS_1
Lauren menepuk dahinya pelan. Selama beberapa hari bersama Luciana, ternyata sifatnya jauh lebih sulit ditebak. Lauren belum terlalu tau mendalam tentang karakternya namun dari perkataan dan tingkahnya sudah bisa ditebak. Luciana sangat lah pede dan santai dalam menghadapi sesuatu.
"Aku baru saja datang kesini. Dan apakah akan langsung mendapatkan hukuman karena terlambat? " ujar Lauren
"Ah kau betul juga. "
"Kau dulu saja yang bersiap, aku akan menyusul nya nanti, pakailah baju dan papan yang berada di lemari sesekamu Lauren. "
"Baiklah.. "
Sepeninggal Lauren yang tengah mempersiapkan diri, kini bergantian dengan Luciana yang melamun di pagar balkon kamarnya.
Ia mencoba mengingat kembali percakapannya dengan La Carolus.
Flashback
"Hanya itu? " sinisnya
"Tuan Xander atau biasa orang sebut La Carolus, tentu saja bukan itu saja, kau akan mendapatkan keuntungan yang sangat banyak jika bekerjasama denganku. "
"Sudah ku bilang bahwa saya datang kesini untuk melakukan penawaran bukan mengajak anda bertarung. " ucap Luciana ketika pria itu kembali menodongkan senjatanya.
"Menghindar lah dari tembakan timah panas ini, jika kau berhasil makan aku bersedia membantu. Bagaimana apa kau mau? "
"Itu sangat mudah. " sahut Luciana
"Jangan sombong nona. Itu jika kau berhasil menghindarinya dan apabila kau gagal makan kau akan terkena tembakan dan terliluka parah atau bahkan mati. " ucapnya dengan seriangainya
"Sudah saya bilang bahwa itu hal yang mudah. " ujar Luciana santai
"Kau memang sangat pemberani. " puji nya
"Of Course. "
Tembakan demi tembakan dilemparkan menuju Luciana yang tengah bergerak kesana-kemari hanya untuk menghindari peluru. Sekitar sepuluh tembakan sudah dilontarkan. Janji mereka adalah 20 peluru aktif. Tersisa sepuluh tembakan lagi. Tidak hanya Luciana yang gesit menghindar namun begitu pun dengan pria itu yang mengarahkan tembakan selalu tepat sasaran. Namun hanya kurang akurat saja.
"Cukup lincah juga. "
"Terbiasa satu peluru lagi. "
"Bagaimana jika kau menembakkan nya pada lenganku ini. " tawar Luciana mengarah pada lengan tangannya yang tertutup jubah buatannya.
"Aku akan diam disini. "
"Apa kau gila! " kaget pria itu saat mendengar kalimat gila gadis didepannya itu.
"Lakukan saja. "
"Tentu saja waras."
"Tidak . "
Namun..
DOR!
Tidak sejalan dengan ucapannya, pria itu menembak kan peluru terakhir kearah Luciana dan mengenai bahunya.
Luciana terdiam melihat bahunya tidak mengalirkan setetes darah pun. Ia tersenyum penuh arti sambil menatap kearah pria itu.
"Ini adalah jubah khusus buatanku dengan di disain anti peluru dan benda tajam.Sekarang saya menang tuan La Carolus, jadi jangan anda mengingkarinya. "
"Apa maumu. " tanyanya tajam
"Simpel saja, datanglah kesini . "
Flashback of
"Luci! Cepat bersiap! Akun sudah selesai! " panggil Lauren membuat Luciana tersadar dan beranjak pergi dari balkon kamar.
______________________
TINGGALKAN JEJAK YUK!! MAAF NIH UDAH SIBUK LAGIđŠUDAH MAU UTS. BANYAK TUGAS. TAPI BAKAL UP KOK. JADI AYO BERIKAN DUKUNGAN>
__ADS_1