Badboy & The Beast

Badboy & The Beast
BBTB #22


__ADS_3

"*Papa mau bicara penting sama kamu"


"Apa Pa ?"


"Kamu sama Mochi udah ketemu ?"


"Udah Pa, kenapa ?"


"Papa harap kamu nggak dekati Mochi lagi"


"Loh, emang nya ada apa sih Pa, Ma ?"


"Gavin, perusahaan A'corp berhasil memenangkan tender pembangunan resort baru di Bali"


"Lalu, apa hubungan nya sama Gavin Ma ?"


"Ada Kak. Ini untuk kelangsungan perusahaan Papa"


"Maksud lo Dek ?"


"Kamu tahu akibat nya Gavin"


"Hah, karena Mochi akan menikah dengan Gio ? dan kalau Gavin membiarkan Mochi menikah dengan Gio, perusahaan kita tetap aman ?"


"Saat ini saham terbesar di pegang oleh perusahaan A'corp Gavin. Papa tahu, Papa salah"


"Jadi Papa lebih memilih mementingkan perusahan ?"


"Bukan begitu Gavin. Maksud Papa kamu—"


"Ma. Itu kan inti nya ? Gavin disuruh untuk menjauhi Mochi ?"


"Gavin—kamu harus tahu, jika semua apa yang kita inginkan tidak dapat terwujud. Terkadang, apa yang kita rencanakan, bisa jadi berbelok dari rencana"


"Iya Gavin. Mama mengerti, ini semua sulit untuk kamu. Tapi—kamu pikirkan, bagaimana dengan masa depan kalian berdua nanti ? Mama nggak mau anak-anak Mama hidup susah"


"Gavin nggak tahu Ma harus gimana. Gavin nggak ingin memilih"


****


"Gavin, kamu kenapa ?" tanya Mochi memperhatikan Gavin yang melamun sejak mereka sampai di danau.


"Mo, seandai nya kamu diberi pilihan antara cinta atau keluarga, apa yang akan kamu pilih ?" tanya Gavin memandang Mochi yang menatap hamparan luas nya danau.


"Keluarga."


"Kenapa ?"


"Nggak ada yang bisa menggantikan keluarga Gavin. Cinta bisa tumbuh seiring berjalan nya waktu. Sedangkan cinta keluarga, nggak akan bisa terganti."


"Jika kamu memilih antara aku dan Gio, kamu lebih memilih siapa ?"


Mochi mengalihkan pandangan nya kesamping.


"Maksud kamu ?"


"Orang yang kamu cintai, atau orang yang sangat mencintai kamu."


"Aku—"


Mochi menunduk. Mochi bingung ingin menjawab.


"Itu berarti, kamu setuju menikah dengan Gio ?"


"Aku nggak bisa jawab Gavin. Aku sayang sama kamu, tapi aku nggak bisa menolak Gio. Aku banyak hutang budi sama Gio."

__ADS_1


Gavin hanya membalas tersenyum.


"Nggak usah bingung Mochi. Aku yakin, Gio laki-laki yang baik untuk kamu."


"Kamu nyerah Gavin ?"


"Bukan. Aku hanya berusaha menerima kenyataan. Toh, aku nggak kerja, nggak punya apa-apa untuk bersaing dengan Gio. Semua yang aku miliki punya Papa."


"Kenapa Gavin ?"


Air mata menggenang di pelupuk mata Mochi. Gavin yang tahu berusaha menghapus air mata Mochi sebelum jatuh menetes.


"Don't cry Mochi, apa yang kamu tangiskan ?"


Gavin memandang Mochi dengan memegang kedua pipi nya.


"Apa yang terjadi sebenarnya Gavin ?"


"Perusahaan Papa di ambang kebangkrutan. Perusahaan Gio memenangkan tender pembangunan resort di Bali. Saham terbesar dipegang oleh perusahaan A'corp. Perusahaan Papa mengalami kesulitan, karena banyak kolega nya yang menarik saham dari perusahaan Papa, karena ingin menjalin kerja sama dengan perusahaan A'corp."


"Gavin ...."


Gavin hanya mengusap pipi Mochi.


"Kamu jangan nangis. Aku yakin, seperti yang kamu bilang tadi. Jika cinta pasti bisa tumbuh seiring berjalan nya waktu. Beda dengan keluarga."


"Aku nggak mau jauh dari kamu Gavin. Aku sayang sama kamu."


Gavin mengecup kening Mochi dengan hangat.


"Aku akan selalu ada untuk kamu. Meski, kita berbeda. Aku janji, akan merebut kamu kembali dari Gio."


"Kamu menyetujui nya Gavin ? kenapa kamu tega hah ?"


"Mochi— Ada hal yang perlu aku lakukan untuk memperbaiki keadaan. Sebelum waktu nya tiba, aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah pernikahan kamu dengan Gio."


Tidak semudah itu Mochi. Gio tidak akan rela melepas orang yang dicintai nya begitu saja ! Batin Gavin.


"Terkadang, kamu harus bisa mengartikan setiap kata-kata yang kamu dengar Mochi. Itu hanya tak-tik. Aku minta, kamu mengulur waktu jika tiba-tiba saja Gio berubah."


"Gio nggak seburuk itu Gavin. Gio baik, dia nggak mungkin ada niat sejahat itu. Bukti nya, dia merelakan aku bersama dengan kamu."


"Mochi. Kamu nggak berubah, dari dulu sama aja. Jangan terlalu polos dan baik Mochi. Tanpa sadar, orang yang berbuat baik bisa menyakiti kita."


"Iya. Kayak dulu ada orang yang sok cool, suka bully dan mesum !"


Mochi mencebik dengan melepaskan tangan Gavin dari pipi nya.


"Oh ya ? siapa ? aku kenal nggak ?"


Gavin tersenyum tipis menilik raut wajah Mochi yang seperti jeruk purut.


"Iya. Kata nya sih, badboy Pelita Bangsa yang mesum. Kalau lihat cewek dikit aja, langsung mata nya jelalatan !"


"Mesum ? aku nggak mesum kok."


"Yakin ? bukan nya dulu kamu suka mempermainkan cewek ? terus, ada cewek genit menggayut manja sama kamu, kamu mau aja tuh," cerocos Mochi.


Gavin terkekeh, membuat Mochi semakin kesal.


"Cemburu hum ? sejak kapan kamu menyukai Gavin ?"


"Sejak pertama kali masuk Pelita Bangsa. Lihat cowok sama kedua teman nya sering duduk di kantin, cari mangsa."


Lagi. Gavin tergelak mendengar celotehan Mochi.

__ADS_1


"Terus, kok kamu bisa suka ? padahal dia mesum, suka permainkan cewek."


"Nggak tahu. Mungkin karena tampan, dan gaya nya yang sok cool. Berharap kayak di ******* bisa punya cowok sekeren itu."


"Ha-ha-ha ! Mochi, kamu lucu banget. Kamu masih aja polos," kata Gavin sembari mengacak-acak rambut Mochi.


Mochi mendelik sinis.


"Gavin ! aku bukan anak kecil lagi !"


"I know. You're my princess."


Mochi menatap Gavin lekat.


"Gavin, apa kita nanti masih bisa bersama ? bagaimana jika nanti pada akhirnya kita berpisah ?"


"Takdir selalu mempermainkan kita Mochi.Kamu harus tahu, kapan waktu nya harus bangkit, dan kapan waktu nya kamu melawan. Kamu paham kan ?"


Mochi mengangguk.


"Si kembar kabar nya gimana ?"


"Mo, kamu selalu perusak suasana."


Mochi terkekeh melihat raut wajah Gavin yang tertekuk.


"Aku kan cuma tanya."


"Kamu nanya diwaktu yang nggak tepat sayang."


"Belum resmi. Jangan panggil sayang," balas Mochi dengan menahan senyuman nya.


"Cie, blushing. Si kembar baik kok. Kamu tahu ? Diandra dan salah satu si kembar terlibat cinta."


"Really ? Geo pasti."


"Bukan. Tapi, Leo."


Mochi menautkan alis nya.


"Kok bisa ?"


"Iya bisa lah Mochi. Kamu tahu sendiri, yang paling waras cuma Leo meski dia mesum, tapi dia paling dewasa. Leo udah berubah, tapi Diandra belum bisa nerima."


"Hah ? jangan bilang Diandra nggak suka sama Leo."


"Nggak tahu. Kamu mau ketemu si kembar ? kalau mau, besok aku ajak kamu sama Diandra ketemu deh."


"Mau-mau ! sekarang mereka kerja apa masih kuliah ?"


"Kerja di perusahaan orang tua nya. Terakhir kali aku dengar begitu. Udah lama nggak ketemu. Soal nya aku selalu mikirin kamu."


"Ish, gombal kamu !"


"Eh, aku nggak gombal ya."


"Tetap aja, kamu masih Gavin yang dulu."


Mochi menekuk wajah nya sembari melipat tangan di dada. Gavin hanya tersenyum.


"Gavin menggeser duduk nya merapat dengan Mochi. Gavin memegang kedua pipi Mochi menghadap nya sembari mengelus bibir mungil Mochi.


"May i kiss you ?"


Mochi mengedipkan mata nya berulang kali. Gavin mendekatkan wajah nya. Mochi memejamkan mata nya rapat-rapat. Pagutan mesra yang diberikan Gavin membuat seseorang disana mencengkeram setir mobil, hingga buku-buku jari nya memutih.

__ADS_1


Kritik dan Saran 🤗


__ADS_2