Badboy & The Beast

Badboy & The Beast
BBTB #09


__ADS_3

Hari yang paling sial untuk Gavin hari ini. Semua badan nya terasa sakit akibat tidur di lantai, belum lagi sang papa marah besar dan mengancam diri nya di coret dari daftar ahli waris. Tentu, Gavin tidak ingin menjadi gembel di jalanan yang tidak punya apa-apa. Ketika Gavin terpaksa harus masuk kesekolah, di tengah jalan Gavin di hadang oleh Nicko dan teman-teman nya. Bunyi tali gas yang menderu dan saling bersahutan, membuat Gavin berdecak malas.


Nicko memberhentikan motor cross nya di depan Gavin, membuka helm full face nya.


"Long time no see, Gavin ...." Nicho tersenyum miring.


"Ck, lo mau apa lagi Nicho ? uang ?" tanya Gavin yang masih duduk di atas motor ninja biru nya.


"Lo udah tahu mau gue apa Gavin. Mana janji lo ?"


"Gue bilang sabar ya sabar !" ketus Gavin.


"Lo jangan main-main Gavin Angkasa ! kalau lo sampai ingkar janji, video tak senonoh lo bakal gue sebar, kalau perlu gue kirim ke bokap lo," ancam Nicho santai.


Gavin memegang erat setang motor nya. Gavin menahan geraman nya, untuk tidak menyerang Nicho saat ini juga. Gavin tidak ingin, harta warisan papa nya jatuh ke tangan Diandra ataupun Zura.


"Kasih gue waktu 2 bulan lagi. Gue bakal kasih apa yang lo mau," tawar Gavin lagi.


"Cih, 2 bulan ? gue mau dua minggu !"


"Udah lah Gavin, lo nggak usah tawar menawar. Lo kira ini pasar !" celetuk Daniel, ikut menyahut yang di balas tertawa mengejek oleh teman-teman Nicho yang lain.


Gavin semakin menggeram kesal. Tanpa pikir panjang, Gavin masuk perangkap Nicko.


"Deal ! kalau gue bisa dapat dalam dua minggu, kalian semua cium kaki gue !" tukas Gavin.


Nicko menyeringai licik.


"Deal !"


Gavin menjalankan motor nya menuju sekolah dengan menarik tali gas motor nya dengan kencang meninggalkan asap yang mengepul.


"Nick, lo yakin rencana lo kali ini berhasil ?" tanya Azka salah satu teman Nicko.


"Gavin bodoh. Padahal, gue nggak punya video apa pun. But, dia seperti ketakutan. Apalagi soal Tasya si ***** itu, yang di kasih kepuasan mau aja membocorkan strategi balapan Gavin," balas Nicho santai.


"Ahahaha lo emang hebat Nick. Gue nggak sabar, siapa yang jadi tumbal ! ini semua belum cukup, untuk mengalahkan kesombongan si Gavin !" sambung Gerry teman Nicko yang lain.

__ADS_1


"Cabut !" perintah Nicko dengan tersenyum senang.


****


Gavin melempar tas nya di meja begitu saja. Geo dan Leo yang sedang sibuk bermain game terkejut.


"Anjay ! lo kenapa Vin ?" tanya Geo menilik ekspresi wajah Gavin yang terlihat menahan amarah.


Geo menyenggol lengan Leo yang masih sibuk bermain game di ponsel nya. Mereka saling pandang.


Gavin terduduk di bangku meja kelas nya. Gavin mengusap wajah nya frustasi.


"Eh, Gavin, lo kenapa ?" tanya Leo penasaran.


"Nicho ******* !" maki Gavin.


"Vin, lo jangan terpengaruh sama perkataan Nicho. Gue yakin, lo kalah balapan itu pasti ada sabotase," tandas Geo.


"Iya Vin. Gue juga sependapat sama Geo. Lagian, lo kenapa sih takut sama ancaman Nicho yang nggak bermutu itu ?" sambung Leo.


"Nggak bermutu ? lo bisa bicara, karena nggak di posisi gue ! kalau gue jadi gembel, lo mau berteman sama gembel ?


Lo mau, gue di coret dari daftar ahli waris bokap gue ? kalau sampai itu terjadi, gue akan bunuh lo !" tutur Gavin melepaskan kerah seragam Leo dengan kasar.


"Vin, lo yang tenang. Jangan gegabah ambil keputusan," sela Geo cepat sebelum kemarahan Gavin sedikit reda.


Gavin hanya diam dan meninggalkan Geo dan Leo yang berada di dalam kelas. Seisi kelas, tidak ada yang berani berbicara jika Gavin dan teman-teman nya sedang berbicara. Setelah Gavin keluar, baru lah mereka membicarakan perihal Gavin yang kalah balapan tempo hari dengan Nicho 'bad boy nya sekolah Bina Bangsa'.


Gavin memberhentikan langkah nya, ketika melihat kebersamaan Diandra dan seorang perempuan yang semalam hampir disentuh nya.


"Vin, lo kenapa berhenti di sini ?" tanya Geo yang melihat arah pandang Gavin ke lantai 2 yang berhadapan dengan kelas Gavin.


"Cewek yang di bully Tasya kan ?" sahut Leo.


"Jangan bilang kalau cewek udik itu, yang akan jadi tumbal Nicho," sambung Geo dengan pemikiran nya lagi.


"Menurut lo ?" tanya Gavin menyeringai menatap Geo dan Leo bergantian.

__ADS_1


"Uh, cewek udik itu lumayan juga kok. Kalau di poles sedikit, pasti cantik," seru Leo lagi dengan tatapan mesum.


"Hai, Gavin ...." Sapa Tasya dengan mengerling manja mendekati Gavin.


Gavin sebenarnya sangat malas berhubungan dengan Tasya. Tapi, Gavin butuh pelampiasan untuk amarah nya yang terpendam.


Gavin menyeringai menatap Tasya dengan penuh napsu. Tasya yang sudah bisa menebak pun, mendekati Gavin dengan melingkarkan kedua tangan nya di leher Gavin dengan manja dan berbisik," I want touch of you baby."


Gavin meremas bokong Tasya, membuat Tasya melenguh. Geo dan Leo yang melihat Gavin dan Tasya mengernyit jijik.


"Kata nya nggak napsu sama Tasya lagi. Nah, sekarang lo kayak gini," cibir Geo.


"Sok-sok an nolak, ujung-ujung nya mau juga," sindir Leo.


"Kita pergi," ajak Gavin singkat merangkul pinggang Tasya mesra.


Geo dan Leo terlihat mencibir sekaligus mendumel kesal.


Sedari tadi, pandangan Mochi tak luput dari Gavin dan Tasya. Diandra yang sedang meminta meminta pendapat dari buku yang dia baca, tidak di indahkan.


"Mo ! lo nggak dengar apa yang gue bilang tadi ?" tanya Diandra melihat arah pandang Mochi.


Diandra melihat Gavin dan Tasya yang berjalan menuju gudang belakang sekolah dengan berangkulan mesra. Diandra menepuk tangan Mochi.


"Eh." Mochi refleks mengalihkan pandangan nya ke arah Diandra.


"Lo lihat apa Mo ? sampai bola mata lo mau keluar tuh," sindir Diandra.


"Dian ... kamu apaan sih," jawab Mochi kikuk.


"Udah Mo. Lo jangan berharap sama Kak Gavin. Gue nggak mau nanti nya lo dalam masalah berhubungan sama Kak Gavin," peringat Diandra.


Mochi hanya terdiam. Perasaan Mochi yang sudah terpendam terlalu lama, semakin menyiksa diri nya.


"Eh, malah melamun. Masuk yuk Mo," ajak Diandra.


Mochi mengangguk. Diandra dan Mochi beranjak dari duduk mereka di kursi depan kelas yang sudah tersedia. Seperti kursi taman berwarna cokelat yang berukiran bunga ,menghadap langsung ke arah kelas XII.

__ADS_1


__ADS_2