
Senja terbangun dalam keadaan tubuh polos yang hanya dibalut selimut tebal, sekujur tubuhnya dipenuhi memar merah kebiruan Aby benar benar menghabisnya tanpa ampun.
Senja sempat menangis namun Aby terus membujuknya hingga iapun larut dalam aktivitas yang sangat asing dan memalukan bagi dirinya itu.
Sebelum benar benar hilang kesadaran Senja sempat melihat Aby keluar mungkin untuk menidurkan Kaila dikamarnya, dan sampai saat ini pria itu belum kembali.
Senja ingin membersihkan diri namun ia sama sekali tak bisa menggerakkan tubuhnya hingga membuatnya hanya bisa menangis merutuki aktivitas menyakitkan yang baru saja ia lakukan, tetiba Senja merasa takut ia baru saja menyerahkan harta berharganya namun belum bisa memastikan Apakah Aby benar benar akan hidup bersamanya atau tidak. Mungkin Aby sudah mengatakannya dengan Jelas tapi bagaimana dengan Laras? Selama wanita itu masih mengejar Aby hidup Senja tak akan tenang ia merasa jika suatu waktu ia akan menyandang status janda.
Hiks.....Tangisan Senja semakin nyaring ia kesakitan dan kehilangan kehor8matannya disaat bersaamaan. ia tak melihat Aby yang baru saja masuk kedalam kamar, Pria itu tersenyum jahil melihat bahu polos istrinya yang tengah membelakang sedangkan tubuhnya ditutupi selimut hingga dada.
Aby benar benar bangga pada dirinya dan Senja. Ini adalah hal pertama bagi senja dan pertama pula bagi dirinya mendapatkan gadis yang masih tersegel rapi. Berbeda dengan Laras dulu namun karena dibutakan Cinta Aby tak pernah memikirkan hal tersebut.
"Kenapa Menangis? Hemm" Aby berbaring dan mengusap bahu Senja. "Apa sangat sakit?"
Senja yang masih sesegukan sempat menggeleng namun ia segera mengangguk.
Aby tersenyum melihat tingkah Senja, ia baru sadar perempuan yang ia nikahi adalah gadis 18 tahun yang masih sangat polos. Baru kalu ini Aby melihat tingkah lucu Senja.
"Ya udah, Mas lihat ya nanti diobati" Bujuk Aby serius, namun Senja semakin menggeleng kuat.
Apa apaan perkataan suaminya itu mengapa Aby terdengar semakin mesum, tanpa Sadar Senja mendecakkan lidah kesal.
"Kau mendecak? Apa perkataanku membuatmu kesal?" Aby ingin memeluk Senja dari belakang, ia tahu Senja Sangat malu karena berfikir ia akan berbuat Mesum lagi.
__ADS_1
"Senja kau lupa ya kalau suamimu ini seorang Dokter"
"Tidak perlu mas, tolong jangan membuatku semakin malu" Senja menarik selimut hingga nenutup seluruh wajah cantiknya yang masih dipenuhi peluh.
"Hahahah....Lucunya istriku jadi kau malu? Kenapa Malu padahal kan kita barusan "
"Mas...." Senja memelas "Jangan diungkit mas Aku ingin membersihkan tubuhku" Senja menjauhkan tangan Aby dan bergegas untuk bangun sambil menarik selimut agar tetap menutup seluruh tubuhnya, Namun saat ia hendak duduk area bawahnya benar benar terasa perih sehingga membuatnya meringis kesakitan.
"Mas gendong ya...." Tanpa menunggu persetujuan Senja, Aby mengangkat tubuh Senja menuju kamar mandi, meski mendapat penolakan saat ia hendak membantu Istrinya untuk mandi namun Aby tak peduli ia tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang suami sekaligus Dokter.
"Kapan ulang tahunmu?" Aby mengusap rambut Senja lembut membantu wanita itu untuk keramas, sementara Senja berusaha mengumpulkan busa yang mengapung agar menutupi dadanya.
"Dua bulan lagi mas"
"Ah syukurlah"
"Aku hanya tidak sabar melihat usiamu bertambah, rasanya aku ingin menghentikan usiaku agar kita bisa sepadan"
"Ma-mas awet muda koq" Jujur Senja, suaminya iti memang masih terlihat berusia 27 tahunan, meski Aby tak bisa menyembunyikan aura kedewasaannya
"Iya tapi bisa kau bayangkan saat usiamu 30 tahun aku sudah 45 tahun, lima tahun lagi sudah setengah abad sedangkan wanita ketika berusia 30an maka akan semakin mempesona"
"Seperti mbak Laras ya mas" Entah mengapa Senja malah mengaitkan pembicaraan Aby dengan sang mantan. Ia terbayang wajah Laras yang memang mempesona diusianya yang ke 32 tahun.
__ADS_1
Aby menghela nafas panjang dan berhenti sejenak mengusap kepala Senja.
Cup...
Dari atas Aby mengecup pucuk kepala Senja.
"Aku takut mas, mas berbicara masalah usia. Apa iya kita masih akan tetap bersama saat usiaku 30 tahun"
"Aku berjanji untuk mati dipangkuanmu"
"Mas!!" Sentak Senja, ia tak suka Aby berbicara masalah kematian
"Aku tak tahu harus berjanji seperti apalagi padamu agar kau benar benar percaya pada suamimu ini senja, Aku Abyansah benar benar jatuh cinta dan jatuh hati kepadamu. Aku mencintaimu!"
"Berhenti berkata seperti itu, jangan lagi mengungkit masa laluku bersama Laras, jika suatu saat hal buruk itu memang terjadi aku jamin bukan Aku yang menginginkan perpisahan tapi kamu!" Ada rasa kesal yang tersirat dari nada bicara Aby.
"Mas, aku gak akan meninggalkan Mas, itu tidak mungkin" Senja berbalik dan memeluk tubuh Aby hingga membuat piyama tidur suaminya itu ikut basah. Senja tidak sadar jika ia sedang tidak menggunakan apa apa.
Aby membalas pelukan sang istri tak kalah eratnya sambil tersenyum nakal.
"Apa kau menggodaku lagi?"
"Astaga" Senja kembali membenamkan tubuh hingga setengah mukanya kedalam air.
__ADS_1
"Mas...sudah jangan membantuku lagi, aku bisa sendiri please keluar dulu mas aku malu sekali"
"Iya sayang, panggil mas kalau ada apa apa" Aby mengecup kepala Senja sebelum keluar.