
Brak.....
Aby membuka pintu ruangan Risya dengan kasar.
"Kamu keluar dulu ya nanti kita lanjutkan lagi" ucap Risya pada sang asisten yang sedang berbincang dengannya.
"Iya Dok" balas Perawat berbaju putih itu dengan patuh, saat melewati tubuh kekar Aby perawat tersebut tak berani menoleh, ia menebak Dokter berusia 33 tahun itu pasti dalam keadaan mode bad mood.
"Duduk By, ada apa lagi? Urat leher mengang begitu" Ledek Risya.
"Berikan kontak dan alamat tempat kerja Nata"
"Loh bukannya kalian sudah berkomunikasi?aku memberikan kontakmu minggu lalu kepadanya"
Abi semakin mengerutkan Alis, jadi Nata mendapatkan nomornya dari Risya.
"Dia bekerja di Midnight club" Lanjut Risya lagi.
Aby segera keluar setelah mendapatkan apa yang diinginkannya,meninggalkan Risya yang hanya bisa menghela nafas melihat tempramen sahabatnya yang seperti roler coaster kadang naik dan kadang turun.
.
.
.
Laras mengembalikan Kaila dalam keadaan selamat, ia tak banyak bicara saat bertemu dengan Senja padahal tadinya ia ingin memanas manasi Istri Aby itu dengan mengatakan jika mereka baru saja makan siang keluarga.
Laras takut hal itu akan kembali mamancing kemarahan Aby dan semakin membencinya. Ia saja masih sangat syok dengan bentakan Aby mana hampir lima puluh persen pengunjung restoran itu adalah staf medis dari rumah sakit tempatnya bekerja dan belajar, mau ditaruh dimana Muka Laras besok, tentu berita tentang Aby yang memarahinya sudah tersebar di Rumah sakit.
"Kaila Senang jalan sama mama?"Tanya Senja sambil membuka baju Kaila, ia ingin menggantinya dengan dress kaos rumahan.
Senja mendudukkan Kaila di tepi ranjangnya yang bergambar Keroppi.
__ADS_1
Gadis kecil itu menggeleng lalu mengalungkan kedua tangannya pada leher Senja, Namun saat Senja ingin membalasnya ia menghirup aroma tajam yang melekat pada tubuh Kaila yang ia yakini wangi farfum Laras dan itu membuatnya mual tapi Sebisa mungkin Senja menahannya.
"Harus Senang donk, kan Mama itu mamanya Kaila, tapi nanti jalan jalannya sama mami lagi ya kita kepanti ada teman baru disana namanya Dimas" Ujar Senja mengusap lembut pipi putri sambungnya. "Mami kekamar mandi dulu ya, Kaila disini aja nanti mami pakaiakan Baju" Pamit Senja ia lalu berlari menuju kamar mandi sambil menutup mulutnya karena sesuatu yang bergejolak didalam perutnya menutut untuk dikeluarkan.
Senja keluar dengan wajah pucatnya, tadi saat di dapur dan mencium bau bawang mentah ia juga mual dan muntah, entan mungkin sejak pulang dari panti masuk anginnya semakin parah, Senja memang merasakan ada yang berbeda dengan kondisi tubuhnya sejak dua hari yang lalu namun ia mengabaikannya.
Senja ikut merebahkan diri di samping Putri kecilnya, setelah menidurkan Kaila ia pun sebenarnya ingin ikut terlelap Namun suara ketukan dipintu kamar Kaila menggagalkan rencananya.
Senja membuka pintu dan mendapati Aby sudah berdiri di depannya padahal baru pukul 2 siang namun Senja tak punya niat untuk bertanya mengapa ia pulang secepat itu.
Seketika Senja memasang wajah datarnya, tak ada sambutan dan sapaan dari bibir gadis cantik itu kepada Suaminya.
Wajah Aby pun tak kalah datar, namun ia segera menghela Nafas kemudian memegang kedua pundak Senja. Aby tak ingin lagi membuat Senja ketakutan meski ada beberapa pertanyaan dikepalanya yang seperti ingin meledakkan otakknya.
"Ada apa Mas? Mau minta maaf?" Tanya Senja tanpa ekspresi.
"Minta maaf?" Beo Aby, ia mengerutkan alisnya Bukankah Seharusnya Senja yang harus meminta maaf setelah nanti menjelaskan hubungan apa sebenarnya yang dimiliki dirinya dan Nata.
"Uwekkk" Senja Reflek menutup mulutnya.
"Kamu kenapa Senja? Kamu sakit?" Bukannya menjauh Aby semakin mendekat dan menangkup kedua pipi Senja yang memang nampak pucat.
Rasa marah Abu seketika berubah menjadi khawatir.
"Maaf Mas," Senja kemudian mendorong dada bidang Aby dengan satu tangan agar menjauh, "Aku mencium aroma tubuh mbak Laras ditubuh mas, dan itu membuatku mual" ujar Senja pelan.
Seketika Aby membatu, mengapa bau Laras bisa ada ditubuhnya? Dan kenapa juga Senja tahu kalau itu adalah bau Laras?
Aby tak sadar saat diresto tadi ia sempat menggendong Kaila sehingga mereka kemungkinan berbagi bau yang sama.
"Senja apa maksudmu? Mengapa aku harus minta maaf dan ada apa dengan bau Laras?".
"Mas tidak perlu meminta maaf, biarkan saja semuanya seperti ini" Mata Senja berkaca kaca "Mas, Kaila dan mbak Laras memang adalah satu keluarga, aku merasa jadi pengganggu diantara kalian setelah melihat makan siang yang sangat hangat tadi, kini aku sadar dimana sebenarnya posisiku" Senja berpaling dan mengusap air matanya, namun belum sempat semua air kesedihan itu hilang Aby membalik tubuhnya lalu memeluknya.
__ADS_1
"Apa pria brengsek itu yang memberitahumu?"
Senja terdiam sejenak, pria brengsek siapa?
"Aku melihatnya mas, aku tadi duduk tepat disamping meja kalian dibalik tanaman hias berdaun lebat itu" Senja mulai terisak, "Entah mengapa hari ini aku sangat ingin memakan olahan Seafood dari sana, jadi setelah pulang dari panti aku mampir ke Resto itu dan melihat Kalian, Sepulang dari sana aku mulai berfikir alangkah bahagianya Kaila jika kedua orang tuanya bisa berkumpul seperti itu" Air mata Senja luruh sejadi jadinya hingga membasahi kemeja dibagian dada Aby.
Aby memejamkan matanya dalam, dan mendekap Erat tubuh Senja, bahkan jika semesta menginginkan dirinya berpisah dengan Senja ia tak akan pernah meninggalkan wanitanya itu.
"Maaf Senja"
"Jangan minta maaf lagi mas, Aku lelah mendengarnya"
"Laras tiba tiba menghubungiku dan berkata jika Kaila menangis jadi aku mendatanginya, dan kebetulan mereka ada disana"
"Jangan lagi merendahkan diri mas didepanku, aku tidak pantas menerima maaf dari Seorang Abyansyah " Senja mengangkat wajah dan memgusap pipi suaminya, " Aku akan membiasakan diri menghadapi semuanya, aku lelah mas, biarkan waktu menjawab semuanya kelak"
"Apa maksudnya Senja" Alis Aby menukik tajam.
"Aku menyerahkan semuanya pada mas" Senja menggenggam kedua tangan Aby lalu tersenyum.
"Tidak!" Aby kembali memeluk Senja erat, " Jangan bicara seperti itu Senja, kau terdengar menyerah dengan pernikahan kita kenapa Senja?"
"Entah Mas, aku bukan wanita kuat yang bisa mempertahankan sesuatu, Aku bahkan tak bisa mempertahankan harga diriku saat orang orang menyebutku sebagai anak dari seorang wanita jalan*, lantas bagaimana aku bisa melewati semua ini, Mbak Laras terlalu istimewa untuk bersaing denganku"
"Siapa yang bilang kau harus mempertahankanku? Aku yang akan mempertahankanmu, aku yang akan bertahan selalu berada disampingmu, jangan lakukan apapun cukup menerimaku. aku yang akan melakukan semuanya" Terang Aby lalu mengecup pipi Senja yang semakin pucat.
"Mas, aku lelah ingin tidur" Ucap Senja memelas, ia lelah harus membahas ini terus terusan.
Aby pun membawa sang istri kekamarnya, sebelum keluar dan memberikan waktu sendiri untuk Senja ia terlebih dahulu menarik selimut untuk menutupi setengah tubuh Senja, lalu ditutup dengan sebuah kecupan hangat.
Didalam perpustakaan pribadinya Aby menghubugi Laras.
'Jangan menemui Kaila lagi, akses masukmu ke Apartemen sudah ku cabut' bunyi pesan Aby sebelum memblokir kontak Laras.
__ADS_1
Kini Laras hanya bisa datang sampai loby saja, karena Aby juga sudah menghubungi penjaga keamanan untuk memblokir kartu akses Laras.