
Aby menerima kabar jika Laras mengamuk dirumah sakit, ia tak terima saat mendengar perbincangan dua orang perawat yang mengatakan jika Aby dan dirinya sudah bercerai dan Aby kini memiliki istri baru.
"Bagaimana kondisinya?" tanya Aby melihat Laras yang tengah terlelap dibawah pengaruh obat penenang.
"Tidak baik, aku beberapa kali menagani amnesia pasca operasi tapi tidak ada yang selama ini, sepertinya ia harus mendapatkan perawatan dari psikiater atau ahli kejiwaan" ucap seorang Ahli syaraf yang bertanggung jawab atas kondisi Laras.
"Bagaimana kalau kau lepas tanggung jawab By" Tiba tiba Risya berkomentar, 3 orang dokter itu memang tengah berada diruang perawatan Laras.
"Bagaimana bisa risya, wanita itu sudah menyelamatkan nyawa putriku"
"Aku sudah memperingatkanmu By, salah sedikit pergerakanmu itu bisa mengancam keutuhan rumah tanggamu, istri mana yang bisa terima jika suaminya masih bertanggung jawab dengan mantannya".
"Dokter, aku melakukannya sebagai seorang Dokter" Aby menekankan setiap ucapanya.
"Kau keras kepala, apa kau fikir Hati Senja terbuat dari batu? Tidak Aby! Hati Senja hanya segumpal daging" Laras mengangkat telapak tangannya lalu meremukkannya, "Jika kau terus menekannya maka ia akan hancur tak bersisa, camkan itu Aby!" tegas Risya kesal sebelum keluar dengan membawa perasaan dongkolnya.
__ADS_1
"Maaf harus mendengar semuanya Dok" ucap wanita disebelah Aby yang merupakan Dokter Ahli syaraf, ia merasa bersalah harus melihat pertengkaran Aby dan Risya yang membahas masalah pribadi.
"Tolong lakukan yang terbaik agar ingatannya segera pulih"
.
.
.
Email yang sama dan selalu mengirimkan pesan seminggu sekali.
Kali ini hanya ada sebuah potret indah yang begitu memukau, kemuning Senja dengan semburatnya yang menawan, beberapa nyiur nampak menggelap seakan memfokuskan diri hanya kepada Sang Senja.
"Ibu mengapa namaku Senja? Mengapa bukan bintang, matahari, atau pelangi? Bukankah mereka semua ada dilangit?" pertanyaan itu pernah diajukan Senja beberapa hari sebelum ibunya menghembuskan nafas terakhirnya.
__ADS_1
"Karena Senja begitu indah, bagi ibu ia begitu mandiri karena bukan bagian dari pagi yang lama maupun malam yang gelap gulita, kemunculannya hanya sekejap namun bisa membuat orang melupakan pagi dan malam"
'Saat Senja selalu ingin sendiri, ia tak akan mau dikatakan bagian dari siapapun baik itu siang maupun malam. Namun Senjaku kali ini jauh lebih indah karena ia sudah menentukan pilihan'
Senja membaca kalimat yang menyertai potret tersebut, Entah mengapa Senja selalu merasa tenang setiap kali menerima Email dari orang misterius itu.
Senja kemudian mengetikkan bàlasan, "Siapa yang dipilih oleh Senjamu?"
'Pagi! Karena malam hanya akan memberinya kesunyian yang mencekam' Senja tak menunggu waktu lama untuk mendapatkan balasannya.
"Aku suka sunyi" Lagi lagi Senja mengetik sambil bergumam, terlahir dengan kondisi ekonomi bawah Membuat Senja tak memiliki banyak teman, ia lebih banyak dirumah bermain sendiri dari pada harus bergabung dengan kawan sebayanya yang selalu memiliki mainan baru dan Senja tak bisa mengimbanginya. Namun saat ia justru bisa mendapatkan segala kemewahan dari Baruna justru teman Sebayanya menghindarinya karena oleh orang tua mereka ia di Cap sebagai anak Pelakor. Itulah mengapa Senja menyukai kesunyian.
"Aku tahu" Jawaban singkat kembali Senja terima namun tiba tiba orang itu tidak aktif lagi.
"Bisa tunggu aku disana?" Senja mengusap layar laptopnya ia sangat ingin pergi kesana, mungkin setelah anaknya lahir dan mulai bisa berjalan Senja akan mengajak Aby untuk membawanya kesana.
__ADS_1
*Mohon maaf jika authornya jarang up, itu karena kesibukan di dunia nyata yang sangat padat, sedikit cerita Author merintis Rumah jahit kecil kecilan dgn 2 orang anggota jahit kami lagi mengerjakan pakaian seragam yang jumlahnya lumayan (alhamdulillah yah) jadi disempat sempatkan untuk nulis ketika ada waktu kosong. 🥰🥰🥰